berkaitan mata kuliah pengkuran teknik oleh bapak Geri Setiadi ST.,MT

1.       Umum.

Pengukuran ( measurement )

Pengukuran adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai suatu besaran dalam bentuk angka (kwantitatif). Jadi mengukur adalah suatu proses mengaitkan angka secara empirik dan obyektif pada sifat-sifat obyek atau kejadian nyata sehingga angka yang diperoleh tersebut dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai obyekatau kejadian yang diukur.

Instrumentasi (Instrumentation)

DOWNLOAD MATERI DISINI DAN DISINI

referensi lagi disni 

dan disini

Bidang ilmu dan teknologi yang mencakup perencanaan, pembuatan dan penggunaan  instrument atau alat ukur besaran fisika atau sistem instrument untuk keperluan diteksi, penelitian, pengukuran, pengaturan serta pengolahan data.

Metrologi (Metrology)

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  yang  berkaitan dengan kegiatan pengukuran.

SISTEM  PENGUKURAN TEKNIK
Pengukuran adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai suatu besaran dalam bentuk angka (kwantitatif). Jadi mengukur adalah suatu proses mengaitkan angka secara empirik dan obyektif pada sifat‐sifat obyek atau kejadian nyata sehingga angka yang diperoleh tersebut dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai obyekatau kejadian yang diukur.
Instrumentasi (Instrumentation)
Bidang ilmu dan teknologi yang mencakup perencanaan, pembuatan dan penggunaan instrument atau alat ukur besaran fisika atau sistem instrument untuk keperluan diteksi, penelitian, pengukuran, pengaturan serta pengolahan data.
Metrologi (Metrology)
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkaitan dengan kegiatan pengukuran.
Metrologi mencakup tiga hal utama:
1. Penetapan definisi satuan‐satuan ukuran yang diterima secara internasional;
     misal: meter, kilogram dsb.
2. Perwujuan satuan‐satuan ukuran berdasarkan metode‐metode ilmiah, misal
     perwujudan nilai meter menggunakan gelombang cahaya laser.
3. Penetapan rantai ketertelusuran dengan menentukan dan merekam nilai dan
     akurasi suatu pengukuran dan menyebarluaskan pengetahuan tersebut,
     misalnya hubungan (perbandingan) antara nilai ukur sebuah mikrometer ulir
     terhadap balok ukur sebagai standar panjang dilaboratorium.
1.1. Satuansatuan dalam Pengukuran
Satuan ”Sistem Internasional” (Le Systeme Internationale d’Unites) – SI Satuan Dasar adalah satuan pengukuran sebuah besaran dasar pada sebuah system besaran phisik. Definisi dan realisasi dari setiap satuan dasar dapat berubah dengan adanya penelitian kemetrologian yang dapat menemukan kemungkinan dicapainya definisi dan realisasi yang lebih akurat dari besaran phisik tersebut. Contoh: Definisi ”meter”
Th. 1889 didasarkan pada prototipe internasional X meter dari bahan Platinum‐ Iredium yang sekarang disimpan di Perancis.
Th. 1960, meter berubah menjadi standar cahaya yang difinisinya sebagai panjang
gelombang dari spektral Krypton 86
Measurement the process of assigning numbers or
labels to objects, events, or people, according to a
particular set of rules (Kerlinger, 1986)
PENGELOMPOKAN ALAT UKUR
  1. Alat Ukur Jarak
  2. Alat Ukur Tekanan / Torsi
  3. Alat Ukur Putaran
  4. Alat Ukur Listrik
  5. Alat Ukur Volume
1.      ALAT UKUR JARAK
Adalah peralatan yang dipergunakan untuk mengukur jarak : Panjang, Lebar, Tinggi atau Kerenggangan.
Alat Ukur Jarak terdiri :
q  Mistar baja
q  Feller Gauge
q  Mistar geser
q  Dial Indicator (di bahas pada PMT II)
q  Micrometer (di bahas pada PMT II)
q  Cylinder Bore Gauge (di bahas pada PMT II)
2.    ALAT UKUR TEKANAN/TORSI :
a. Tire Gauge
b. Compression Tester
c. Kunci Moment
3. ALAT UKUR PUTARAN :
a. Tachometer Mekanis
b. Tachometer Electronik
4.    ALAT UKUR LISTRIK :
a. AVO Meter
b. Timing Light Tester
c. Battery tester
d. Hydrometer
e. CDI tester
5. ALAT UKUR VOLUME
a. Gelas Ukur
PEMBAHASAN II
PENGGUNAAN & PERAWATAN
1.    ALAT UKUR JARAK
1.1 MISTAR BAJA 
Untuk mengukur gerak bebas ( FreePlay ) pada komponen sepeda motor
  1. Gerak Bebas Rantai Roda
  2. Gerak Bebas Kopling
  3. Gerak Bebas Rem depan/belakang
2.2 FUELER GAUGE
Alat ukur yang dipergunakan untuk mengukur celah. Biasanya dipergunakan untuk mengukur :
•          Celah Katup
•          Celah Platina
•          Celah Elektroda Busi
Ukuran Feeler Gauge Set :
0,04 mm
0,15 mm
0,60 mm
0,05 mm
0,20 mm
0,70 mm
 0,06 mm
0,25 mm
0,80 mm
0,07 mm
0,30 mm
0,90 mm
0,08 mm
0,40 mm
1,00 mm
0,10 mm
0,50 mm
0,03 mm
Cara penggunaan :
q  Memilih tebal Feller Gauge yang akan  dipergunakan
q  Menyisipkan diantara /celah benda yang akan diukur.
q  Pengukuran yang tepat adalah ditarik seret, didorong tidak bisa dan tidak menimbulkan goresan.
Contoh :
Type cub series/MCB : 0.05 mm
Karisma/Kirana                       : 0.03 mm
Type sport series         : 0.05 mm
Type Sport Neotech    : 0.1 mm
2.3 MISTAR GESER (VERNIER CALIPER)
Disebut alat ukur serbaguna karena dapat digunakan untuk mengukur :
  1. Bagian dalam
  2. Bagian Luar
  3. Kedalaman
  4. Tinggi Benda Bertingkat
Satuan yang digunakan :
  1. Mm
  2. Inch
Cara Membaca Jangka Sorong :
Angka Nominal    = 40,00
Angka Desimal    =    0,25
Hasil Pengukuran=  40, 25 mm
  1. Baca skala utama dg membaca garis angka nol skala vernier terletak pada ruas atau garis ke berapa di skala utama. Ini akan menunjukkan “ANGKA NOMINAL”
  2. Baca skala VERNIER dg membaca garis ke berapa dari skala vernier yg paling lurus dg garis skala utama. Ini akan menunjukkan “ANGKA DESIMAL”
  3. Menjumlahkan angka nominal dan angka desimal.
PERAWATAN UKUR JARAK :
q  Menyimpan peralatan di lemari yang tertutup
q  Penempatan alat tidak boleh ditumpuk
q  Penggunaan alat harus sesuai dengan instruksi
q  Jangan sampai jatuh
q  Bersihkan peralatan setelah selesai dipergunakan
q  Melapisi peralatan dengan oli apabila tidak dipergunakan untuk jangka waktu yang lama
q  Melakukan pemeliharaan dengan teratur secara periodik.
ALAT UKUR TEKANAN :
TIRE GAUGE
Berfungsi untuk mengukur tekanan angin ban. Satuan ukuran dalam “ Psi “ atau BarCara Pembacaan :
  1. Lihat penunjukkan jarum ukur.
  2. Skala merah satuan Psi dan hitam satuan Bar
  3. Baca hasil pengukuran
            Skala merah panjang= 10 Psi dibagi 5 ruas à @ Skala pendek = 2 Psi
Contoh :
Ban depan Mega Pro : 29 Psi
Ban belakang Mega Pro          : 33 Psi
KOMPRESI TESTER
Berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi yang terjadi di dalam silinder Satuan ukuran dalam “ Psi “ atau Kg/cm2. Cara penggunaan :
•         Temperatur engine dalam suhu normal 80 oC
•         Pasang alat ukur di lubang busi
•         Engkol engine dalam 4 – 5 langkah kompresi dengan posisi katup gas dan katup cuk terbuka penuh.
•         Membaca hasil pengukuran
            Nilai tiap ruas 0,5 kg/cm2
KUNCI TORSI
Berfungsi untuk mengencangkan baut atau mur  sesuai dengan torsi/momen tertentu. Satuan ukuran dalam Kg.m atau N.m
Ada 2 jenis :
  1. Model Jarum
  2. Model Klik
Cara Penggunaan :
  1. Model jarum
            Penggunaan tidak perlu distel dan langsung dilihat pada skala.
            Kurang akurat dibandingkan model klik.
Cara Penggunaan Model Klik :
q  Pasang kunci sock yang sesuai
q  Pastikan standard torsi pengencangan
q  Tarik pengunci
q  Stel torsi dengan putar Handle Sleeve maju mundur hingga menunjukkan torsi yang diinginkan.
            Skala 1 Kg.m dibagi 5 ruas à @ ruas = 0,2 Kg.m
q  Mengunci kembali Handle Sleeve
PERAWATAN UKUR TEKANAN
q  Penggunaan alat harus sesuai dengan instruksi
q  Jangan sampai jatuh
q  Keringkan karet kompresi tester dari oli.
q  Bersihkan peralatan setelah selesai dipergunakan
q  Melakukan pemeliharaan dengan teratur secara periodik.
ALAT UKUR PUTARAN
Tachometer berfungsi untuk mengetahui besarnya putaran mesin.
Ada 2 model :
  1. Tachometer Mekanis
            Kurang praktis dan sudah jarang digunakan, kecuali yang terpasang langsung di mesin seperti pada GL Max dan Mega Pro.
2. Tachometer Electronic
            Bekerja secara electronic mengambil sinyal dari kabel busi.
Cara Penggunaan :
  1. Hidupkan mesin dan stel Air Screw di Karburator
  2. Hidupkan alat ukur
  3. Kaitkan probe ke kabel coil sekunder
  4. Baca RPM mesin
  5. Stel screw throtel sampai batas standar
ALAT UKUR LISTRIK
1.      MULTITESTER (AVO METER)
Merupakan gabungan dari Amperemeter, Voltmeter dan Ohmmeter. Berfungsi untuk melakukan pengukuran arus, tegangan dan tahanan. Dibedakan 2 tipe :
  1. Tipe Analog dengan penunjukkan hasil ukur dengan jarum.
  2. Tipe Digital dengan hasil ukur langsung ditunjukkan dengan angka.
a. BAGIAN-BAGIAN AVOMETER
  1. Scala adalah garis yang mempunyai satuan ukur yaitu : scala W, DCV/ACV dan DCA.
  2. Zero posision adjuster screw adalah sekerup kalibrasi Voltmeter dan Amperemeter
  3. Æ W Adjuster knob adalah Tombol kalibrasi Ohmmeter.
  4. Range selector knob adalah sakelar penunjuk pemakaian batas satuan ukuran yang diinginkan.
            Ohm (W)  Þ x1, x100, x 1K.
            DCV Þ 2.5, 10, 50, 250, 500, 1000.
            ACV Þ 2.5, 10, 50, 250, 500, 1000.
            DCmA Þ 0.5A, 25mA, 50µ.
  1. Test lead adalah tangkai kabel pengujian yang mempunyai warna Merah (+) danHitam (-).
2.      OHMMETER
Berfungsi mengukur tahanan listrik untuk mengetahui :
a. Nilai tahanan.
b. Rangkaian terbuka atau putus.
c. Hubungan jelek.
d. Hubungan singkat.
Cara penggunaan :
  1. Hidupkan Ohmmeter
  2. Lakukan kalibrasi dengan menghubung-kan kedua kabel ukur dan memutar tombol kalibrasi.
  3. Pastikan komponen/rangkaian listrik yang akan diukur sudah tidak terdapat aliran arus listrik dan konektor ke rangkaian lain telah dilepas
  4. Pilih batas ukur yang sesuai ( pemeriksaan hubungan kabel dan kontinuitas à X1Ώ)
  5. Ulangi kalibrasi setiap mengubah selektor
  6. Lakukan pengukuran dengan hubungan paralel
3.      VOLTMETER
Berfungsi mengukur tegangan listrik untuk mengetahui :
  1. Nilai tegangan listrik dari sumber daya listrik : Battery & Generator.
  2. Penurunan tegangan listrik dari sumber arus
  3. Rangkaian terbuka atau putus
Cara penggunaan :
  1. Pastikan jarum menunjuk angka nol sebelum digunakan dan kalibrasikan jika perlu dengan memutar Zero posision adjuster screw
  2. Pilih batas ukur yang sesuai ( di atas tegangan listrik yang diukur)
  3. Lakukan pengukuran dengan hubungan paralel
  4. Baca hasil pengukuran
4.      AMPEREMETER
Berfungsi mengukur kuat arus listrik untuk mengetahui :
1. Kemampuan pengisian battery.
2. Pemakaian energy listrik dari setiap komponen
Cara penggunaan :
  1. Pastikan jarum menunjuk angka nol sebelum digunakan dan kalibrasikan jika perlu dengan memutar Zero posision adjuster screw
  2. Pilih batas ukur yang sesuai ( di atas kuat arus listrik yang diukur)
  3. Lakukan pengukuran dengan hubungan seri
  4. Baca hasil pengukuran
Catatan :
Batas ukur Amperemeter  pada AVOmeter yang beredar di pasaran (Sanwa  SP15D, YX360) sangat kecil  = 0,5 A sehingga kurang cocok untuk penggunaan pada pekerjaan kelistrikan sepeda motor.
5.      HYDROMETER
Berfungsi untuk melakukan pengukuran berat jenis battery
Cara Penggunaan :
  1. Membuka tutup pengisian air battery
  2. Masukkan ujung pengisap alat ke dalam battery
  3. Tekan dan lepaskan balon pengisap air battery pada alat , sehingga air battery naik ke dalam wadah alat ukur
  4. Membaca hasil pengukuran berat jenis (Bj) air battery
5.      BATTERY MATE
Batterymate berfungsi untuk mengisi dan menguji kondisi battery baik battery basah maupun battery MF.
Cara Penggunaan :
  1. Hubungkan kabel merah dengan kutup positif dan hitam dengan negatif battery.
  2. Hubungkan alat dengan power listrik dan hidupkan tombol “Power” dan “Charge”
  3. Lampu hijau akan menyala sebagai tanda proses pengisian.
  4. Lampu hijau akan menyala berkedip-kedip dan buzzer bunyi putus-putus sebagai tanda pengisian penuh.
  5. Jika battery soak lampu hijau  berkedip-kedip dan buzzer bunyi panjang.
6.      CDI TESTER
CDI Tester merupakan simulator sistem pengapian yang  berfungsi untuk menguji kerja CDI, Coil dan busi
Cara Penggunaan :
•         Hidupkan CDI tester
•         Sambungkan CDI ke adaptor CDI tester Sambungkan kabel hitam pada CDI tester dan kedua ujung kabel  lainnya sambungkan ke masa koil dan busi
•         Sambungkan kabel warna merah ke gulungan primer koil dan ujung lainnya ke CDI tester.
•         Test komponen pengapian dengan memposisikan selektor pada posisi yang sesuai komponen yang akan diperiksa
•         Tekanlah tombol “KILL.SW” dan apabila dilepas maka terjadilah loncatan api pada spark display.
Perawatan Alat Ukur Listrik
  1. Hindari jangan sampai jatuh
  2. Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
  3. Mengikuti langkah dan prosedur penggunaan
  4. Teliti dan perhatikan voltage listrik yang sesuai dengan kebutuhan alat
  5. Hindari jangan sampai air battery tercecer dan mengenai bodi sepeda motor
  6. Selesai dipergunakan , bersihkan hidrometer dengan air bersih kemudian dilap
  7. Simpanlah alat didalam lemari khusus
  8. Apabila tubuh anda kena air battery segera bersihkan dengan air

Terminologi dan Metodologi Pengukuran yang standarkan meliputi sbb:

  •  Metode pengukuran fundamental

Pengukuran berdasarkan besaran-besaran dasar (panjang, massa, waktu dsb) yang dipakai untuk mendifinisikan besaran yang diukur. Misal pengukuran gravitasi dengan cara bola jatuh, diukur massa benda yang jatuh, jarak yang ditempuh dan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Disini nilai percepatan gravitasi langsung ditentukan dengan mengukur besaran dasar massa, panjang dan waktu.

  •  Metode pengukuran langsung

Metode pengukuran  dimana nilai besaran langsung terbaca pada alat ukur tanpa memerlukan pengukuran besaran-besaran lain yang mempunyai hubungan fungsional dengan besaran yang diukur. Contoh:

– pengukuran panjang dengan memakai mistar.

– pengukuran massa dengan neraca sama lengan

  •  Metode pengukuran tidak langsung

Pengukuran yang diukur ditentukan dengan jalan mengukur besaran lain yang mempunyai hubungan funsional dengan besaran yang diukur, Contoh:

– pengukuran tekanan dengan mengukur tingginya kolom cairan didalam suatu   tabung

– pengukuran suhu dengan mengukur tahanan listrik kawat platina ( temometer tahanan platina).

  •  Metode perbandingan

Membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis  yang telah diketahui nilainya. Contoh:

-. mengukur tegangan dengan pontensio meter. Disini tegangan yang akan diukur dibandingkan dengan tegangan sel standar

-. mengukur tahanan listrik dengan jembatan Wheatstone.

  •  Metode subtitusi

Metode pengukuran dimana besaran yang diukur diganti oleh besaran yang sejenis yang nilainya telah diketahui dan dipilih sedemikian rupa sehingga menimbulkan efek yang sama terhadap penunjukkan alat ukur.

  •   Metode deferensial

Metode dimana besaran  yang diukur dibandingkan dengan besaran yang sejenis yang telah diketahui yang nilainya hanya berbeda sedikit dengan yang diukur adalah perbedaan itu. Contoh:

–  Pengukuran panjang dengan menggunakan komparator

– Pengukuran distribusi suhu didalam ruangan yang suhunya hampir seragam    dengan memakai termokopel differinsial.

  •  Metode nol

Metode pengukuran dimana nilai besaran yang diukur ditentukan dengan menyetimbangkan, mengatur satu atau lebih besaran yang telah diketahui yang dengan besaran ini mempunyai hubungan tertentu dan dalam keadaan setimbang diketahui bentuknya. Contoh:

– pengukuran impendansi dengan memakai rangkaian jembatan impendansi

– pengukuran tegangan dengan memakai potensiometer.

Iklan