muhammad sawBismilhirahmanirahim.

Aduhai, betapa agung karunia Allah. dilimpahkan atas manusia. Betapa luas nikmat Allah bertebaran hikmahnya. Di lautan dan daratan luas merata. tiada satu pun rahasia itu. Menyentuh menyatu dengan qalbu yang sadar. Kecuali pasti karena curahan karunia Allah. Melalui insan tersayang ini. Bahagia dan suka ria, berdatangan merasuki qalbu, menyambut datangnya kekasih Allah, pembawa anugerah bagi seluruh manusia, Mahaagung Dia yang telah memuliakan, wujud ini dengan nur berkilauan, meliputi semuanya, dengan keriangan dan kecantikan. Mencapai tingkat keindahan tertinggi, menjulang mengangkasa, dengan kemuliaannya. Mata memandang penuh damba, bentuk insan sempurna, pengikis segala yang sesat.

Ya Allah, ya Tuhan kami. Limpahkan shalawat dan salam. Yang terbesar dan mencakup segalanya. Teramat suci, luas jangkauannya. Atas diri insan ini. Yang dengan seksama memenuhi kewajiban perhambaan pada Tuhannya. Dengan menyandang segala sifat sempurna. Dan bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada llahi. Serta menghadapkan diri kepada-Nya. Dengan sebaik dan sesempurna cara.

sebuah kisah menarik dari negeri singapura.

Dikisahkan bahwa Kiyai Agung Muhammad bin ‘Abdullah as-Suhaimi BaSyaiban memang selalu mengamalkan bacaan maulid Junjungan Nabi s.a.w., tetapi kadangkala beliau meninggalkannya.
Pada satu malam, beliau bermimpi dan dalam mimpi tersebut beliau bertemu dengan Junjungan Nabi s.a.w. dan Habib Nuh yang ketika itu sudah pun berpulang ke Rahmatullah. Dalam mimpi tersebut, Habib Nuh sedang mengiringi Baginda Nabi s.a.w. yang sedang berjalan di hadapan rumah Kiyai Agung, lalu Habib Nuh pun berkata kepada Baginda Nabi s.a.w.: “Ya RasulAllah, marilah kita ziarah rumah kawan saya Muhammad Suhaimi.”


Tetapi Junjungan Nabi s.a.w. enggan berbuat demikian sambil bersabda: “Saya tak hendak menziarahinya karena Muhammad Suhaimi ini selalu lupakan saya, karena dia selalu meninggalkan bacaan maulid saya.” Habib Nuh merayu kepada Baginda Nabi s.a.w.: “Saya bermohonlah kepada tuan supaya dia diampuni.” Setelah itu baharulah Junjungan Nabi s.a.w. mau masuk dan duduk di dalam rumah Kiyai Agung. Inilah kisah mimpi Kiyai Agung, selepas isyarat mimpi itu, maka Kiyai Agung tidak lagi meninggalkan bacaan maulid, meski dalam pelayaran sekalipun dan walaupun hanya 2 atau 3 orang saja dalam majlis pembacaan tersebut.a, kuceritakan kisah ini sebagai pengenalan kepada ketinggian maqam seorang waliyullah yang bermakam di Singapura. Beliau yang kumaksudkan dan kuharapkan keberkatannya bagi diriku dan ahli keluargaku serta sekalian muslimin adalah Habib Nuh bin Muhammad al-Habsyi yang hidup sekitar tahun 1788M – 1866M. Makam beliau terletak di Palmer Road, Tanjong Pagar, Singapura

sahabatku semua yg dirahmati Allah

Mahasuci Allah, Tuhan Maha Pemurah. Yang dalam kitab suci Al-Quran Al-Hakim. Mengungkap berita gembira dengan firman-Nya, ‘Telah datang kePadamu. Seorang rasul dari kalangan sendiri. la selalu prihatin atas apa yang menimpamu. Sangat ia inginkan kamu beriman. la singat penyantun, sangat penyayang.

Maka siapa saja yang sampai kepadanya, berita gembira ini. Serta menerimanya dengan hati dan pikiran sehat. Niscaya ia beroleh Petunjuk. Ke arah jalan Yang lurus.

Manakala iradat Allah dalam ilmu-Nya yang qadim. Berkenan menampakkan inti kekhususan, bagi manusia yang mulia. Dengan keutamaan dan penghormatan. Terwujudlah dengan kodrat gemilang. Nikmat llahiyang luas merata. Serta anugerah-Nya yang melimpah ruah.

Maka terkuaklah karsa cipta-Nya. Di alam mutlak tiada berbatas. Menyingkap “keindahan” disaksikan pandangan mata. Mencakup segala sifat keindahan dan keelokan sempurna.

Dan berpindah-pindahlah ia dengan segala keberkahan. Dalam sulbi-sulbi dan rahim-rahim yang mulia. Tiada satu pun sulbi yang merangkumnya. Kecuali beroleh nikmat Allah nan sempurna. Laksana bulan purnama. Berpindah-pindah dalam orbitnya. Agar setiap tempat yang didiaminya. Ataupun jalan yang dilaluinya. Meraih kemuliaan tiada terhingga.

Demikianlah ditetapkan dalam suratan takdir azali. Menampakkan rahasia nur ini. Hanya dalam diri mereka. Yang beroleh kekhususan dan keistimewaan. Sehingga tiap kediamannya. Selalu dalam sulbi-sulbi megah dan anggun. Serta rahim-rahim yang suci bersih. Sampai tiba saat ia datang ke alam nyata. Sebagai manusia, tiada sama dengan manusia biasa. Bagaikan nur cahaya benderang. Penampilannya mencengangkan akal dan pikiran.

Dengan kekhususan yang sempurna. Dititipkannya nur benderang ini. Pada berbagai sulbi dan rahim yang dimuliakan, di antara penghunijagat raya. Dan berpindah-pindahlah ia, dari sulbiAdam, Nuh, dan lbrahim. Sehingga pada akhirnya. Sampailah ia ke ayahandanya. Yang terpilih menerima kehormatan tiada terhingga: Abdullah bin Abdul Muththalib yang bijak dan benribawa. Serta ibundanya, Aminah, yang mulia. Yang selalu merasa aman dan tenteram. Meski di tengah apa saja yang menggelisahkan.

Maka disambutlah ia oleh sutbi Abdullah. Dan diteruskan kepada Aminah, istrinya. Yang merangkumnya dengan penuh kasih sayang. Demi menjaga dan memelihara mutiara amat berharga. Dengan pertolongan Allah, yang selalu mendampinginya.

la pun mengandungnya di bawah pengawasan Allah. Dengan segala kemudahan dan keringanan. Tiada sedikit pun berat terasa. Ataupun sakit diderita.

Bulan demi bulan berlalu. Sampai hampir tiba saatnya. Kandungan itu lahir ke alam nyata. Agar luapan keutamaannya. Menggenangi penghuni alam semesta. Tebaran keluhuranya. Melingkungi mereka semua.

Sejak berpaut padanya mutiara indah terpelihara ini, alam seluruhnya bergemilang riang gembira, di pagi hari maupun di kala senja, dengan kian mendekatnya, saat terbit cahaya peliat penerang ini.

Demikian pula semua pandangan mata. Menatap bersama menanti kelahirannya. Penuh kerinduan memungut permata baiduri tiada ternilai.

Binatang peliharaan Quraisy pun, semuanya bagaikan menyeru dengan fasih kata-kata, mengumumkan berita nan sempurna. Setiap wanita yang mengandung di tahun itu, niscaya ia melahirkan bayi lelaki. Hal itu semua disebabkan, berkah kemuliaan imam pembawa bahagia ini.

Demikianlah bumi dan langit. Bergelimang wangi-wangian riang gembira. Menanti lahirnya insan termulia. Di antara segenap penghuninya ke alam nyata. Setelah tersimpan sekian lama. Dalam beberapa sulbi dan rahimt berganti-ganti.

Dan ketika hampir tiba saatnya. Kelahiran insan tercinta ini. Gema ucapan selamat datang yang hangat. Berkumandang di langit dan di bumi. Hujan kemurahan llahi tercurah. Atas penghuni alam dengan lebatnya. Lidah malaikat bergemuruh. Mengumumkan kabar gembira.

Kuasa Allah menyingkap tabir rahasia tersembunyi. Membuat nurnya terbit sempurna di alam nyata. Cahaya mengungguli segenap cahaya.

Ketepatan-Nya pun terlaksana. Atas orang-orang pilihan. Yang nikmat-Nya disempurnakan bagi mereka. Yang menunggu detik-detik kelahirannya. Sebagai penghibur pribadinya yang beruntung. Dan ikut bergembira mereguk nikmat berlimpih ini.

Maka hadirlah dengan taufik Allah. Sayyidah Maryam dan Sayyidah Asiyah. Bersama keduanya datang mengiring. Sejumlah bidadari surga, yang beroleh kemuliaan agung, Yang dibagi-bagikan oteh Ailah, atas mereka yang dikehendaki

Dan tibalah saat yang telah diatur Allah. Bagi kelahiran ini. Maka menyingsinglah fajar keutamaanan cerah. Terang benderang menjulang tinggi….

Dan lahirlah insan pemuji dan terpuji. Tunduk khusyu’ di hadapan Allah. Dengan segala penghormatan tulus dan sembah sujud
Dan pada saat Nabi SAW dilahirkan ibunya. la lahir seraya menunjukkan pandangan ke arah langit. Bagai isyarat ia beroleh kemuliaan. Serta kehormatan yang tinggi menjulang.

Adapun Maulid-nya hari Senin bulan Rabi’ulAwwal. Tempat kelahiran serta makamnya di Al-Haramain

Dan telah diriwayatkan bahwa beliau dilahirkan. Dalam keadaan telah terkhitan. Bermata bagaikan bercelak. Tali pusatnya telah terpotong bersih.

Semua itu terlaksana dengan kuasa qudrah llahi. Berkat keluhuran kedudukannya, di sisi Tuhannya.

Dan bersamaan dengan waktu kelahirannya. Tampak beberapa keajaiban. Mambuktikan bahwa ia insan termulia. Dl antara semua makhluk. Paling utama di antara yang dikasihi Allah.

Sebagaimana diriwayatkan Abdurrahman bin Auf dari ibunya bernama Syaffaa’ (semoga Allah meridhai keduanya), Pada saat Rasulullah SAW dilahirkan oleh Aminah. la kusambut dengan kedua telapak tanganku

Dan terdengar tangisnya pertama kali. Lalu kudengar suara berkata, ‘Semoga rahmat Allah atas dirimu.’ Dan aku pun menyaksikan cahaya benderang di hadapannya. Menerangi timur dan barat. Hlngga aku dapat melihat. Sebagian gedung-gedung bangsa Rum.

Lalu kubalut ia dalam pakaiannya dan kutidurkan. Namun tiba-tiba kegelapan dan ketakutan. Datang meliputi diriku dari kananku. Sehinggaku menggigil karenanya. Dan kudengar suara bertanya, ‘Ke mana ia kau bawa pergi?’. ‘Ke barat!’ jawab suara lainnya.

Lalu perasaan itu menghilang dari diriku. Namun sejenak kemudian kembali lagi. Kegelapan dan ketakutan meliputi diriku. Datang dari sebelah kiri. Hingga tubuhku menggigil karengnya

Dan kudengar lagi suara bertanya, ‘Ke mana ia kau bawa pergi?’. ‘Ke timur!’ jawab suara lainnya

Peristiwa itu melekat dalam pikiranku. Sampai tiba saat beliau menjadi utusan Allah. Maka aku pun termasuk di antara orang-orang pertama. Yang mengikutinya dalam lslam…

Dan betapa banyak riwayat hidupnya. Mencatat mu’jizat-mu’jizat besar. Serta bukti-bukti gemilang tentang kenabiannya. Yang semuanya menunjukkan tinggi kedudukannya di sisi Tuhannya.

Kemudian setelah sempurna kelahirannya Sesuai yang dikehendaki qudrat llahi Dan nur cahayanya yang terang
Bertebaran di seluruh mayapada Berlombalah para inang pengasuh ingin menyusuinya Makin besar pula keinginan penghuni bumi memeliharanya.

Dan terlaksanalah kehendak Allah Mahaagung lagi MahabijaksanaYang ditetapkan-Nya semenjak dahulu kala Bahwasanya Sayyidah Hatimah pating utama Mendidik mengasuh insan tercinta ini. Maka tatkala kedua matanya memandangnya Lalu terungkap rahasia qudrah Rabbaniyyah pada dirinya Tercurahlah keriangan dan suka cita dalam hatinya. Menunjukkan ia beroleh kehormatan di sisi Allah. Dalam kadar besar tiada terhingga Kasih.sayangnya segera tertuju pada bayi mulia itu

Seperti nanya para ibu terhadap putra kandungnya Dan besarlah keinginan untuk menyusuinya Dengan harapan memperoleh berkahnya Yang tersebar luas meliputi alam semesta. la pun mohon dari ibundanya yang mulia Agar menyerahkan padanya Tugas menyusui dan mengasuh, sefta mendidiknya Dengan cinta kasih sayang sepenuhnya, Maka diluluskan permohonan itu. Setelah menyaksikan ketulusan ucapanyaDengan segala tanda yang meyakinkannya. Mengenai cara pemeliharaan yang sempurna

Segera Halimah membawanya pulang ke kampung. Dengan hati riang dan ceria Diiring penjagaan Allah dan inayah-Nya, Yang terus-menerus menyertainya, Dalam perjalanan pulang itu la menyaksikan berbagai mu’jizat yang mengherankan .dan membuatnya bertambah yakin betapa besar kemuliaan bayi yang bersamanya Unta tua dan keledai miliknya yang lemah tiada berdaya Kini berlomba mengalahkan yang lain dalam kafilahnya

Air susu unta dan kambingnya. Memancar deras dengan lebatnya. Membuat takjub tiap orang melihatnya Dua tahun Nabi SAW tinggal bersama Halimah dan suaminya. Selama itu keduanya menikmati berkah dan mu’jizat-mu’jizatnya Yang mengagumkan setiap mata yang menyaksikan. dan rahasia hikmahnya tersebar merata di mana-mana

Sampai pada suatu hari Ketika sedang menggembala domba. datang kepadanya beberapa malaikat Membawa penghormatan khusus baginya Yang keberkahannya meliputi umat manusia Mereka membaringkannya dengan hati_hati Lalu membelah dadanya dengan lemah lembut Dan mengeluarkan apa yang mereka keluarkan Lalu menyimpankan rahasia ilmu dan hikmah ke dalamnya.

Tiada suatu kotoran mengganggu yang dikeluarkan malaikat dari hatinya tapi mereka hanya menambahkan kesucian di atas kesucian….

Dalam pada itu Beliau tetap dalam kekuatan dan ketabahan hati Menyaksikan tanda-tanda kebesaran kuasa llahi Yang dialami dalam dirinya sendiri. Namun berita kejadian itu akhirnya sarnpai juga ke pendengaran Halimah yang baik hati la pun gelisah dan khawatir Akan bencana yang mungkin menimpa putranya itu. Tidak diketahuinya bahwa ia dijaga oleh Tuhannya Dengan penjagaan amat sempurna Maka dibawanya pulang segera kepada bundanya. Meski perpisahan itu berat terasa dalam hatinya namun semata-mata disebabkan kegundahan Dan kecemasan atas keselamatannya.

Padahal ia sebenarnya Dengan karunia Allah. Dalam benteng penjagaan yang kokoh kuat .Serta kedudukan amat tinggi dan mulia

Rasulullah SAW tumbuh dengan sifat-sifat paling sempurna Dikelilingi selalu pemeliharaan Allah Maha Kuasa
Serta diliputi rahmat-Nya berlimpah-limpah la tumbuh dalam sehari .Seperti bayi lain dalam sebulan Keluhuran pribadinya tampak sempurna Sejak usianya yang amat muda. Menjadi saksi bahwa dialah penghulu keturunan Adam semuanya

Bintang-bintang kemujuran selalu bersamanya demikian pula segenap benda di alam ini menampakkan kesetiaan dan kepatuhan padanya

Tiap kali ia “meniupi” penderita sakit. Niscaya Allah melimpahkan kesembuhan baginya. Tiap kali berdoa memohon hujan Niscaya Allah selalu menurunkannya. Demikian keadaannya sehari-hari. Sampai ia telah melewati masa mudanya Dan mencapai usia dewasa Saat itulah Allah mengkhususkannya Dengan kemuliaan hanya baginya seorang Dan turunlah Jibril Ar-Ruhul Amin Membawa kabar gembira dari Tuhan Seru Sekalian Alam

Membacakan baginya ayat-ayat suci Al Quran Al-Hakim, “,…Dan sesungguhnya kepadamu telah diberikan Al-Quran
dari hadirat Allah, yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”

ya nabi salam alaika ya rosul salam alaika

tiada manusia mana pun bisa menyamai junjungan ini Dalam bentuk fisik dan perilakunya
Dan tiada seorang pun mampu menyelami rahasia hikmah Allah Yang tersembunyi dalam keindahan tubuh dan kesempurnaan akhlaqnya. Pemeliharaan Allah sejak semula Telah mencetaknya dalam tabiat dan akhlaq luhur Serta membentuknya dengan rupa elok Bagaikan bulan purnama. Beliau seorang berperawakan sedang, Warna kulitnya putih kemerah-merahan,Dahinya lebar serasi Panjang rambutnya sampai batas telinga, Kedua lengan dan kaki serta persendian, Semuanya dalam bentuk dan ukuran sempurna Mantap dalam keseluruhan keindahan, Serta keserasian sifat-sifatnya,

Tiada seorang pun menyamainya, Dalam kesempurnaan penglihatan, pendengaran, Ataupun ucapannya Sungguh Allah telah menciptakannya dalam bentuk terbaik Padanya, segala keindahan terangkum dan terkhususkan

Bila ia berbicara. Mutiara-mutiara ilmu dan hikmah ditaburkannya. Tiada seorang ahli khutbah yang ulung. Mampu membawakan ucapan rapi padat berisi, Seperti yang selalu diucapkannya, Bila mata bertamasya Dalam taman keelokannya yang mempesona Tiada ‘kan dijumpainya di antara seluruh wujud Makhluk mana pun memiliki sifat setara dengannya

Dialah pemimpin yang setiap kali tertawa, cukup tersenyum dengan anggunnya Dengan langkah tenang mantap ia berjalan
Bila tertldur hanya sekejap saja. Perilakunya lembut selembut angin sepoi nan sejuk, Wajahnya cerah secerah taman yang menyegarkan, Pribadinya perwujudan segala sifat luhur, Kasih sayang namun tegas dalam sikap, Kuat dalam tekadnya

Keanggunan, kesucian, serta rasa malu, Mengiringi selalu, menghias gerak-geriknya. Ucapan dan tindakannya teratur rapi
Sungguh sulit menyamainya, Bentuk tubuhnya sempurna, Demikian pula akhlaq yang disandangnya Adil dan dermawan
Bila dan di mana pun ia berada….

Bila berjalan, seakan-akan turun dari ketinggian, Mendahului orang yang cepat dalam berjalan,Meski tampak selalu tenang tidak tergesa, Demikianlah ia bagai pusaka tersimpan rapi Dalam wadah kokoh tertutup rapat Tiada anak kunci mampu membuka pintu sifat-sifatnya Atau bak bulan purnama Membuat takjub akal dan pikiran Setiap kali membayangkan keindahannya Atau berkas cahayanya tampak bagi penglihatan

lnsan tersayang membuat iri bulan purnama setiap kali memandangi indah wajahnya, akal dan pikiran dalam kebingungan
bila ingin menggambarkan makna hakikatnya… Gerangan bagaimana kata-kata mampu mengungkapkan, Tentang sifat-sifat yang mendatangkan putus asa, Bagi siapa yang ingin menjelaskan Atau betapa akal dapat mencapai Arti dzat yang tiada sesuatu pun mungkin Menyamai atau menyerupainya Sungguh sempurna sifat-sifat keluhurannya

Andaikan ia menghadiahkan sinar bagi bulan purnama pasti tak ‘kan ia tertutup oleh gerhana betapapun banyak cara dilakukan orang rnencoba menguraikan sifat keluhurannya namun sampai zaman berakhir Takkan mungkin mereka meliputi semuanya….

Oh… betapa tinggi derajatnya yang agung Betapa luas keutamaanya merata di mana-mana Demikian luhur akhlaq Rasulullah SAW

Sehingga terasa sempit kitab-kitab besar untuk merangkumnya Sebab beliau sebaik-baik manusia Dalam keindahan akhlaq ataupun bentuk tubuhnya Selalu terdepan dalam berbuat kebajikan. Lembut hatinya, luas kasih sayangnya Terutama bagi kaum beriman semuanya. Teramat baik, teramat penyantun, Tiada berucap sesuatu melainkan berisi kebaikan, Sederhana perangainya Singkat dan padat kalimat yang diucapkannya

Bila si miskin memanggilnya la selalu tanggap memenuhinya segera, Dirinya bagai ayah penuh kasih sayang Untuk si yatim-piatu atau janda yang lemah Rendah hatinya namun amat kuat wibawanya. Membuat orang paling kuat pun Gemetar berhadapan dengannya Tiap jalan dilaluinya. Atau pun rumah yang dikunjunginya Menjadi semerbak harum baunya Sebutan tentang pribadinya Mewangikan tiap majelis dan pertemuan

Beliau adalah pusat perpaduan Bagi segala sifat kesempurnaan, Tiada banding dalam fisik dan perilakunya Karena mendapat kekhususan termulia, Maka tiada satu pun perangai manusia terpuji Melainkan pasti bersumber dari dirinya, Insan terbaik di antara mereka semua

ya nabi salam alaika..

seucap kata bagai mutiara gema rindu teruntuk baginda, inginku bersua dengan Shollalahu alaa nabinaa SAW.

Allahumma sholli alaa muhammad.

Wahai Pemimpin kami ya Rasulullah SAW..

Banyak orang mencela kami karena kecintaan dan kerinduan kami Padamu Rasulullah.. Namun sungguh itu tidak membuat kami menyerah.. justru hal itu Semakin menguatkan Cinta kami Padamu..
Tujuan semua perbuatan kami hanyalah membahagiakanmu Ya Rasul karena dalam kebahagiaanmu lah
Tersimpan keridhoan Tuhan kami Allah Ajjawazala..

Wahai Cahaya Mata kami Rasulullah..Tiada yang lebih kami inginkan melainkan membuatmu tersenyum.. Senang dan bangga melihat kami.. Sungguh kami ini lemah, namun sangat bersemangat membantu dakwahmu walau kemampuan kami terbatas hanya untuk satu tujuan, melihat senyum indahmu mengembang di paras elokmu Rasulullah..

Wahai Nabi kami Muhammad bin Abdullah.. Air mata kerinduan selalu mengalir untukmu.. Sholawat perlambang cinta kami padamu selalu mengalir dengan derasnya dari bibir kami.. Sungguh bibir kami
penuh dosa, Namun tersucikan dengan sebutan namamu
Rasulullah..

Wahai Kecintaan kami
Muhammad.. jangan tunda perjumpaan dengan kami hadirlah Walau dalam mimpi kami.. Sungguh mata ini ingin mendapat kemuliaan dengan memandang Wajah muliamu Rasulullah.. Lalu kami sebut dalam doa kami duhai Rasulullah ..

Wahai Tuhan kami Allah Ajjawazala, Sampaikan salam cinta dan Rindu kami pada Beliau Rasulullah.. dan percepatlah perjumpaan kami dengan Beliau di dunia sebelum perjumpaan yang abadi kelak di akhirat.. Amin ya Rabbal ‘Aalamin..”

Rindu kami padamu, ya Rasul… rindu tiada terperi…

disarikan dari kitab maulid simtud dhuror

semoga bermanfaat.

Iklan