muhasabahternyata semakin tua  ternyata semakin mendekati batas usia
tidak terasa  umur yang di Amanahkan Allah SWT
juga semakin berkurang dengan sendirinya.

masa-masa terlewati,
sedih, tangis, tawa bahagia menyelimuti
Dalam hidup ini tidak ada yang abadi
semuanya akan rusak, binasa dan mati.
terus apa yang hendak kau bawa menghadap illahi
sedangkan dosa menumpuk tak terdefinisi
sedangkan mati itu ketetapan pasti
dan pertanggung jawaban pasti kan dikenai

kenapa masih saja membanggakan diri ?
akan dosa-dosa yang memenuhi bumi
Ya robby berilah kesempatan kami untuk selalu berbenah diri.

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Alhamdulillaah, wasshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah…
munajat kerinduan  oleh Al habib munzir Almusawwa semoga Allah merahmatinya

Ketika malam telah larut, alam pikiranku melayang mengembara ke arah kegelapan malam, pikiranku menerawang ke sebuah kuburan yang kaku, gundukan tanah merah yang dingin, perut bumi yang menjadi kediamanku kelak, di dalamnya tak lain cacing dan serangga pemakan bangkai, tubuhku yang tak mampu menepis binatang yang menggerogotiku dan menjadikan tubuhku sarang dan tempat bertelur…

Alangkah tak berdayanya tubuh ini, sahabatku meninggalkanku, anak istriku meninggalkanku, orang tuaku meninggalkanku, semua orang yang kukenal melupakanku, mereka tak mau ikut mati bersamaku, mereka tak mau tahu lagi apa yang menimpaku dikuburku, mereka tak mau walau hanya menepiskan cacing yang menggerogoti tubuhku…

Mereka tak perduli lagi tubuhku membusuk sedikit demi sedikit, hingga tubuhku hancur dan berbau, hingga tubuhku menjadi tulang, lalu habis musnah menjadi tanah, kemana aku akan pergi? Saat itu ruhku akan melayang memenuhi panggilan Penciptaku.

Wahai Allah, tak ada selain-Mu, Engkaulah yang akan menepiskan semua serangga yang mendekati tubuhku, akan Kau jaga tubuhku yang masuk dalam perut bumi, Engkau mendengar jeritan hatiku yang merindukan-Mu, maka dengarlah Wahai Yang menciptakan harapan, Wahai Yang menciptakan segala kerinduan, Wahai Yang menciptakan keinginan untuk mengadu, kulontarkan kalimat yang kini hampir memecahkan kalbuku, Aku tak mempunyai selain-Mu untuk mengadu, untuk menolong, untuk memberi, untuk diharapkan, untuk bergerak, untuk bernafas, untuk berucap, untuk bersuara, untuk mendengar, untuk melihat, untuk melangkah, untuk bergerak, untuk berfikir, untuk makan, untuk minum, untuk tersenyum, untuk bergembira, untuk segala-galanya, selain Engkau.

Semua yang kumiliki, dan yang tak kumilki adalah milik-Mu, tubuhku milik-Mu, makananku milik-Mu, semua yang kulihat milik-Mu, semua yang kudengar Milik-Mu, semua yang kuuucapkan milik-Mu, semua langkahku milik-Mu, setiap nafasku milik-Mu, setiap detak jantungku milik-Mu, perasaanku milik-Mu, kerinduanku milik-Mu, harapanku milik-Mu, kesedihanku milik-Mu, kegembiraanku milik-Mu…

Alangkah indahnya wahai Rabb, Karena Engkau memilikiku, Engkau menggenggam diriku, Engkau mengaturku, Engkau menjagaku, Engkau melindungiku, Engkau mengayomiku, Engkau melimpahkan kelembutan-Mu padaku, aku merindukan-Mu wahai Allah, Engkau memanggilku agar aku dekat kepada Mu wahai Allah…

Wahai Yang menciptakan cinta kasih di seluruh kalbu hamba-Nya, Engkau menghendaki aku mencintai-Mu wahai Allah.., wahai yang menciptakan lidah hamba-Nya, Engkau menghendaki aku menyebut nama-Mu wahai Allah… wahai yang menciptakan segala yang indah, keindahan yang terlihat dan yang tak terlihat, keindahan yang terdengar dan tak terdengar, keindahan yang terucapkan dan tak terucapkan, keindahan yang terasa dan tak dapat dirasa, keindahan yang diketahui dan yang tak diketahui, keindahan yang tersaksikan dan yang tersembunyi, semua keindahan itu berasal dari keindahan Mu wahai Allah, maka betapa indahnya Engkau .., betapa lembutnya Engkau…

Maka Wahai Pencipta Keindahan, Wahai Pencipta Kelembutan, Wahai Pencipta Kasih Sayang, sebagaimana Engkau perlihatkan keindahan yang ada pada makhluk-Mu, sebagaimana Engkau perlihatkan kelembutan yang ada pada makhluk-Mu, sebagaimana Engkau perlihatkan kasih sayang yang ada pada makhluk-Mu, maka perlihatkan padaku Keindahan Mu wahai Allah… perlihatkan kelembutan-Mu wahai Allah.., perlihatkan kasih sayang-Mu wahai Allah…,

walau hanya berupa harapan, walau hanya berupa sangkaan, walau hanya berupa khayalan, walau hanya berupa kerinduan, walau hanya berupa keinginan, walau hanya berupa airmata, walau hanya berupa pemberian, walau hanya berupa lamunan, walau hanya berupa kemudahan, walau hanya berupa pertolongan, asalkan aku mengetahui bahwa itu datang dari kelembutan-Mu, datang dari kasih sayang-Mu, datang dari keindahan-Mu…

Alangkah kecewa hamba yang hanya memiliki harapan, hamba yang hanya memiliki khayalan, hamba yang hanya memiliki lamunan, hamba yang hanya memiliki kerinduan, hamba yang hanya ingin dekat, hamba yang hanya mendambakan kelembutan, hamba yang hanya mendambakan ayoman, hamba yang hanya mendambakan kasih sayang, sedangkan modal semua harapanku hanyalah airmata, apakah ia harus dikecewakan oleh Yang Maha tak mengecewakan, alangkah hancur perasaannya kalau kerinduannya ditolak oleh Yang Maha tak menolak kerinduan,

alangkah berkeping kepingnya kecintaannya, bila keinginannya untuk dekat tertolak oleh Yang Maha tak menolak hamba-Nya yang ingin dekat, itu semua tak ada pada Dzat-Mu, itu semua tak ada dalam Sifat-Mu, itu semua tak ada pada Perbuatan-Mu…

Apalagi yang akan membuatku tertolak sedangkan Engkau Yang Maha Menerima, apalagi yang akan membuatku tersingkir sedangkan Engkau yang Maha Merangkul, apalagi yang membuatku terjauhkan, sedangkan Engkaulah Yang Maha Mendekatkan, salahkah aku merindukan Mu, sedangkan Engkaulah yang menciptakan kerinduanku pada-Mu, salahkah aku menginginkan dekat pada-Mu, sedangkan Engkaulah yang menciptakan keinginanku untuk dekat kepada-Mu, salahkah aku merasa tenggelam dalam samudera Kelembutan-Mu, sedangkan Engkaulah yang menciptakan perasaan itu di hatiku.

Wahai Allah.., wahai yang menamakan diri-Nya “Allah”, wahai yang menginginkan nama-Nya dipanggil “Allah”, wahai yang menginginkan lidahku memanggil Dzat-Nya dengan panggilan “Allah”, wahai yang menginginkan aku mengharapkan-Nya dengan mengingat Nama “Allah”, wahai yang menciptakan lidahku bergetar menyebut Nama “Allah”, wahai yang memberikan kemampuan pada jemariku menuliskan Nama “Allah”.., maka dengan kemauan-Mu kusebut Nama-Mu Allah.., dengan keinginan-Mu kurindukan Engkau Allah.., dengan keinginan-Mu aku ingin dekat kepada-Mu wahai Allah?

Salahkah aku berkeinginan, salahkah aku merindukan, salahkah aku ingin dekat, sedangkan semua getaran kalbuku itu adalah keinginan-Mu wahai Allah?, maka sebagaimana Kau jadikan cacing merangkak tanpa tangan dan kaki, maka jadikan aku merangkak kepadamu tanpa hambatan, sebagaimana Kau jadikan anjing najis bertasbih mensucikan-Mu, maka jadikan aku pendosa hina yang mendambakanmu, sebagaimana kaujadikan air mengalir menjadi beku, maka jadikan harapanku mengalir ke arah-Mu dan membeku di pintu-Mu, sebagaimana Kau jadikan gunung batu menjadi debu, maka jadikan seluruh kesalahanku menjadi debu dihadapan Keagungan-Mu, sebagaimana Kau jadikan bumi perkasa terinjak-injak,

maka jadikan hawa nafsuku terinjak-injak kerinduanku kepada-Mu, sebagaimana Kau jadikan raja berwibawa terkalahkan dan terhinakan, maka jadikan kesombonganku terhinakan oleh kewibawaan-Mu, sebagaimana kau jadikan sesuatu yang bergerak menjadi diam, maka jadikan tubuhku yang bergerak berubah diam dari segala yang tak Kau ridhai, sebagaimana kau jadikan semua yang ada menjadi fana, maka jadikanlah gunung dosa ini fana dalam kelembutan-Mu, sebagaimana kau jadikan yang tak mungkin menjadi kepastian, maka Jadikan semua ketidakmungkinanku untuk dekat menjadi janji kepastian.

Duhai Allah, Duhai Penciptaku, aku merindukanmu…
Jangan Kau tolak kerinduanku ini, Duhai Allaaah…

Walhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin…

 

Ya Allah ya Rabbku, puji dan syukur kami sampaikan kehadirat-Mu, atas segala nikmat dan rahmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Nikmat dan rahmat yang begitu banyak sehingga akami tidak bisa menghitung berapa jumlah dan harganya nikmat-Mu itu Ya Allah.
Ya Allah, dari usia dan umur yang telah Engkau berikan, begitu banyak dosa yang telah hamba-Mu lakukan, begitu besar kesalahan yang telah kami perbuat, begitu jauh kami bergelimang dosa, sehingga akami sering melupakan-Mu ya Allah. Sering kami melalaikan perintah-Mu ya Allah, tidak mendengarkan panggilan-Mu Ya Allah, begitu asyik kami mengarungi kehidupan duniawi, begitu jauh kami menyimpang dari jalan-Mu Ya Allah. Hari ini, kami memohon ampunan-Mu ya Allah atas segala kelalaian dan kesalahan yang telah kami lakukan selama ini. Ya Allah,Ya Rabb yang maha pengasih tolong selamatkanlah kami dari kepedihan azab-Mu.

belas kasihanilah kami ya Rabb, ampuni kesalahan kami..
jika bukan engkau, lantas siapa lagi yang bisa menolong kami…

selamat ulang tahun diriku
barokallahu fi umrina..

semoga bermanfaat.

Iklan