wirausahaRingkasan Seminar oleh Ir. Rifky E. Hardijanto ( Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants) disajikan pada acara Mesin Bersatu 10, Unisma Bekasi

bismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang dirahmati, sebuah status di twiter seakan-akan menampar saya “Mau sampai kapan NGARYAWAN ? Nunggu temen-temenya yang Bisnis capai omzet RATUSAN juta ? #UdaResignAjaa” status ini seolah-olah menyindir yang baca termasuk saya yang sekarang menjadi karyawan tetap disebuah perusahaan otomotif  terbesar di indonesia dan dunia. Apalagi bagi mahasiswa yang tidak pernah kerja sama sekali, dalam kata lain dapat “beasiswa” dari orang tuanya..

sahabatku, tantangan terbesar mahasiswa adalah dalam masa-masa awal setelah kelulusannya, dalam range satu sampai 3 tahun kedepan sukses atau tidaknya seorang mahasiswa secara sederhana dapat dilihat dari sini, kemaren sempat ngobrol ringan dengan salah satu dosen fakultas teknik, pak Hengki Rahmanto ST,.M.Eng, beliau pernah menanyakan kepada mahasiswa semester akhir fakultas lain, ternyata jawaban mereka “memprihatinkan” banyak calon lulusan yang “kebingungan” mau jadi apa mereka, seolah-olah misi dan visi tidak punya bahkan ada yang sengaja menunda kelulusannya karena masalah tersebut, memang mahasiswa jika telah menyelesaikan Study-nya maka seleksi alam akan dimulai, ribuan lulusan dari Universitas terbaik seIndonesia akan bersaing bersama-sama lulusan-lulusan dari kampus yang biasa, dari segi ini faktor skil dan faktor keberuntungan akan bicara, teringat kata Dr.Eng Rudi suhradi Rahmat M.Eng sewaktu kuliah “tidak semua yang berasal dari lulusan kampus hebat akan menjadi orang hebat” artinya masih ada kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswa lulusan kampus yang biasa saja, untuk bersaing dengan kampus setingkat ITB, UGM, IPB, UI dan lainnya, ingat “Rejeki itu tidak kemana, tak akan tertukar dengan lainnya” “man Jadda wajadda ” ya kan..

sahabatku, Mahasiswa perlu dibekali keahlian dalam bidang wirausaha, karena persaingan global semakin tak terbendung. sehingga skill wirausaha harus dimiliki oleh setiap individu mahasiswa untuk menghadapi tantangan zaman. kenapa harus begitu ?

Dunia kerja adalah tantangan yang sebenarnya bagi setiap lulusan perguruan tinggi. Bekal ilmu yang dicari selama masa perkuliahan diharapkan dapat mengantarkan mereka ke lapangan pekerjaan yang sesuai. dalam decade ini banyak universitas yang membuat wadah Inkubator Bisnis sebagai laboratorium pelatihan bagi para mahasiswa. Di Universitas Bakrie misalkan, lulusan dari sana sangat enggan menjadi pegawai dan memilih menjadi pengusaha dan membuat lahan pekerjaan baru karena dirasa lebih menguntungkan apalagi di era pasar bebas seperti sekarang. Itu semua terealisasi karena ada wadah Inkubator Bisnis yang selalu memberikan pelatihan wirausaha bagi mahasiswa. Sehingga ketika lulus mahasiswa tidak lantas bingung mencari pekerjaan, namun mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mampu memberikan kontribus positif terhadap masyarakat.

terus apa yang terjadi saat ini ?

Era globalisasi mengharuskan setiap komponen dari masyarakat untuk berpacu, meningkatkan kompetensi sehingga mampu menjawab tantangan zaman. Begitu juga halnya dengan lembaga pendidikan tinggi. Sebagai pencetak generasi penerus bangsa, lembaga pendidikan tinggi sudah semestinya bertanggung jawab secara penuh dan terarah untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa agar mampu bersaing, termasuk di dalamnya kemampuan untuk mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia karir yang diminatinya. Banyak tantangan yang akan dihadapi mahasiswa dalam menentukan karir, diantaranya adalah ketidak pastian karir, pengaksesan informasi dan program pengembangan karir serta tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi.

sahabatku yang baik, dalam artikel terdahulu “kenapa harus berwirausaha ? isinya kita cantumkan lagi disini sebagai berikut : banyak diantara kita ( para mahasiswa) masih berfikir seperti kebanyakan mahasiswa maupun pelajar lainnya pada umumnya, setelah lulus kemudian mencari kerja, pikiran semacam ini sudah umum bahkan kebanyakan memang berfikir instan demikian, tak ada yang salah dengan berfikiran semacam itu, toh itu memang baik, menyalurkan ketrampilan yang dimemiliki untuk mengabdi memajukan pada perusahaan maupun instansti tertentu, ya gak ?

tapi akan menjadi masalah, jika semua masyarakat di indonesia khususnya anak muda, pelajar dan mahasiswa jika dijadikan tujuan utama setelah kelulusannya. kenapa bisa begitu ?

Kreativitas tinggi harus dimiliki setiap individu ( khususnya mahasiswa ) dalam bidang yang digeluti tak terkecuali dalam dunia wirausaha. Kewirausahaan merupakan gabungan kreativitas, inovasi,dan keberanian hadapi resiko dengan bekerja keras membentuk dan memelihara usaha. Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila didukung dengan beragam faktor termasuk kreativitas.

Fenomena yang terjadi saat ini banyak sekali mahasiswa ketika lulus kuliah mereka hanya ingin menjadi seorang  pegawai, ini terlihat dari hasil berbagai surfey wawancara dengan para mahasiswa sekitar 75% menjawab akan melamar kerja, dengan kata lain menjadi pegawai (karyawan), dan hanya sekitar 4% yang menjawab ingin berwirausaha, dan selebihnya menjadi karyawan dan berwirausaha.

Dari hasil penelitian tersebut, mahasiswa sulit untuk mau dan mulai berwirausaha dengan alasan mereka tidak diajar dan dirangsang untuk berusaha sendiri, dan factor yang tidak kalah pentingnya adalah tidak ada atau sulitnya memiliki modal untuk berwirausaha, dan mereka kurang mampu dan mau menciptakan lapangan kerja sendiri.

Kenapa Mahasiswa harus berwirausaha ?

Di era abad 21 ini, perkembangan jumlah populasi manusia di dunia semakin meningkat. termasuk juga di indonesia, jumlah manusia di indonesia pada sensus penduduk 2010, mencapai lebih dari 400 juta jiwa. Seiring dengan perkembangan populasi yang semakin tumbuh dengan pesatnya, semakin tinggi pula tingkat pengangguran manusia pada usia produktif karena kesulitan mencari lapangan pekerjaan.

Sebagai masyarakat yang modern, apalagi seorang yang berpendidikan kita seharusnya  jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi kita juga harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan berwirausaha. Kita sudah sering mendengar kalimat “sebuah bangsa bisa maju, jika wirausahanya maju”.Kalimat tersebut bukan hanya omong kosong belaka, dapat di buktikan dengan negara-negara maju di dunia, diantaranya Amerika, Singapura dan beberapa negara-negara maju lainnya. mereka bisa maju karena masyarakat negara tersebut banyak yang berwirausaha.

Pentingnya wirausaha bagi kesejahteraan suatu bangsa tidak lagi diragukan kebenarannya. Sehingga menambah jumlah wirausaha di sebuah negara termasuk Indonesia menjadi kunci untuk bangsa yang sejahtera. Dalam ranah pendidikan, persoalannya menyangkut bagaimana dikembangkan praksis pendidikan yang tidak hanya menghasilkan manusia terampil dari sisi ulah intelektual, tetapi juga praksis pendidikan yang inspiratif-pragmatis. Praksis pendidikan, lewat kurikulum, sistem dan penyelenggaraannya harus serba terbuka, eksploratif, dan membebaskan. Tidak hanya praktis pendidikan yang link and match (tanggem), yang lulusannya siap memasuki lapangan kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja. Saat ini banyak entrepreneur muda yang kreatif, mereka jeli menangkap peluang menjawab kebutuhan komunitas kampus yang sebelumnya bisnis tersebut belum ada. Misalnya bisnis refil tinta, merakit komputer, jual beli buku, cuci kiloan, melukis sepatu dan melukis kaos sama. Wirausaha muda inovatif ini banyak ditemui di kota Yogyakarta dan Bandung.

Kebutuhan ini bermula dari adanya kenyataan bahwa negara-negara bekembang (termasuk Indonesia) menghadapi persoalan-persoalan berupa : kemiskinan, keterbelakangan, ketenagakerjaan / pengangguran, pertumbuhan ekonomi rendah. Dan harapan besar untuk keluar dari persoalan itu tertuju pada wirausaha sebagai suatu alternatif karena wirausaha dinilai dapat mendorong terciptanya: lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor-sektor ekonomi tertentu. Atau dengan kata lain sikap mental wirausaha merupakan motor penggerak dalam pembangunan negara dalam hal : memajukan ekonomi bangsa dan negara, meningkatkan taraf hidup masyarakat, ikut mengurangi pengangguran, membantu mengentaskan kemiskinan.

coba kita lihat peta pendukung ekonomi sebuah negara sebagai berikut :

pemetaan kekuatan pendukung ekonomi negara dengan kuadran

2.SELF EMPLOYEE 3.BUSINESSMAN
1.EMPLOYEE 4.INVESTOR

Kalau kita perhatikan kondisi di negara kita yang realitas termasuk negara miskin dimana kekuatan ekonomi lebih bertumpu pada employee dan self employee, maka jawaban atas pertanyaan diatas “mengapa mahasiswa harus berwirausaha”adalah bahwa hal ini merupakan upaya untuk merubah pola pikir dan budaya mencari kerja menjadi budaya untuk menciptakan kerja sehingga lambat laun kekuatan ekonomi tidak hanya bertumpu pada kuadran sebelah kiri tetapi disebelah kanan. Untuk merubah pola pikir semacam itu tentu saja hanya bisa dilakukan dengan menanamkan sikap mental wirausaha. betul tidak kawan ?

lah apakah cuma mahasiswa saja yang berwirausaha ? oh tidak semua orang berhak untuk menjadi wirausahawan, semakin banyak wirausahawan bermunculan akan semakin baik pertumbuhan ekonomi di negara kita, lapangan kerja baru akan tersedia, peningkatan pendapatan masyarakat yang baik, pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor-sektor ekonomi tertentu juga akan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

sahabatku

dalam kesempatan seminar kemaren,   Ir. Rifky E. Hardijanto ( Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants) memaparkan sebuah data “Rasio jumlah Enterpreneur terhadapa jumlah Penduduk

Negara Rasio Dalam (%) Keterangan
Indonesia 1,76 Sangat Rendah
Singapura 7
Malaysia 3
China 10
Jepang 10
USA 25

melihat kenyataan diatas ternyata indonesia sangat Rendah sekali jumlah wirausahaanya, padahal “suatu negara dikatakan makmur jika jumlah Entreprenur minimal 2 % dari jumlah penduduk, artinya kesempatan untuk menjadi wirausahawan itu sangat terbuka lebar di indonesia, betul tidak ?

sahabatku semua yang dirahamti Allah.

 

 

Menurut Ajzen, (1991) dalam Theoryof Planned Behavior mengindikasikan bahwa motivasi seseorang dipengaruhi oleh bagaimana ia mempersepsi tingkat kesulitan atau kemudahan untuk menampilkan suatu perilaku tertentu. Jika seseorang memiliki control beliefs yang kuat mengenai faktor-faktor yang ada yang akan memfasilitasi suatu perilaku, maka seseorang tersebut memiliki persepsi yang tinggi untuk mampu mengendalikan suatu perilaku. Sebaliknya, seseorang tersebut akan memiliki persepsi yang rendah dalam mengendalikan suatu perilaku jika ia memiliki control beliefs yang kuat mengenai faktor-faktor yang menghambat perilaku.Persepsi ini dapat mencerminkan pengalaman masa lalu, antisipasi terhadap situasi yang akan datang, dan sikap terhadap norma-norma yang berpengaruhdi sekitar individu

Theory of Planned Behavior (TPB) didasarkan pada asumsi bahwa manusia adalah makhluk yang rasional dan menggunakan informasi-informasi yang mungkin baginya, secara sistematis. Orang memikirkan implikasi dari tindakan mereka sebelum mereka memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku- perilaku tertentu. Dalam penelitian ini seseorang mempunyaicontrol belief yang rendah dalam mengendalikan resiko, ditambah dengan informasi pengalaman orang lain akan kegagalan dalam berwirausaha. Dalam TPB dimulai dengan melihat intensi berperilaku sebagai anteseden terdekat dari suatu perilaku. Dipercaya bahwa semakin kuat intensi seseorang untuk menampilkan suatu perilaku tertentu,diharapkan semakin berhasil ia melakukannya. Intensi adalah suatu fungsi dari beliefs dan atau informasi yang penting mengenai kecenderungan bahwa menampilkan suatu perilaku tertentu akan mengarahkan pada suatu hasil yang spesifik.

lalu apa peranannya dalam “technologi’ terlebih bagi mahasiswa yang bergelut dalam bidang tersebut dalam menciptakan “kewirausahaan?.

perpaduan antara technology kemudian diselerasakan dengan “entrepreneurship” maka akan dihasilkan “technoprenership”

Technopreneurship merupakan pengembangan dari enterpreneurTechnopreneurship merupakan gabungan dari dua kata, yaitu Technologi dan Enterpreneurship. Definisi dari Technopreneurship merupakan suatu upaya dalam membuat bisnis dengan berbasis IT, sehingga diharapkan pergerakan bisnis tersebut selalu baik. Teknologi zaman saat ini sangat berpengaruh terhadap bidang apapun, termasuk juga wirausaha.

Sedangkan kata enterpreneurship berasal dari kata enterpreneur yang merujuk pada seseorang yang menciptakan bisnis/usaha dengan keberanian menanggung resiko untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasikan peluang yang ada . Terdapat perbedaan antara enterpreneurship dengan TechnopreneurshipTechnopreneurship harus sukses pada dua tugas utama, yaitu menjamin bahwa teknologi berfungsi sesuai kebutuhan target pelanggan, dan teknologi tersebut dapat dijual dengan mendapatkan keuntungan (profit). Sedangan jika enterpreneur biasa, umumnya hanya berhubungan dengan bagian kedua, yaitu menjual dengan mendapatkan keuntungan.

produk dari FAKULTAS TECHNOLOGY akan mencetak seorang insyiur yang kemudian dapat bekerja sebagai Arsitek, Pekerja Pabrik, Pekerja proyek, Dosen, Peniiti dan sebagainya. sedangakan WIRAUSAHA akan menciptakan seorang “Creative Businees” seperti bisnis property, pertambangan, rumah dll, namun jika ditarik garis antara seorang WIRAUSAHAWAN (dengan basic insyiur) maka bisa dipastikan akan menghasilkan (CREATIVE BUSINESS) berbasis tecknology tentunya. betul tidak kawan.?

Dengan demikianTechnopreneurship diharapkan dapat mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Technopreneurship dapat memberikan manfaat atau dampak, baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungan. Dampaknya secara ekonomi adalah:

1.        Meningkatkan efisiensi dan produktivitas
2.        Meingkatkan pendapatan
3.        Menciptakan lapangan kerja baru
4.        Menggerakan sektor-sektor ekonomi yang lain
Manfaat dari segi sosial diantaranta adlah mampu membentuk budaya baru yang lebih produktif, dan berkontribusi dalam memberikan solusi pada penyelesaian masalah-masalah sosial. Manfaat dari segi lingkungan antara lain adalah:
1.        Memanfaatkan bahan baki darisumber daya alam Indonesia secara lebih produktif
2.        Meingkatkan efisiensi penggunaan sumber daya terutama sumber daya energi.
Belakangan ini technopreneurship menggunakan peningkatan teknologi komputer, terutama internet, untuk melakukan usaha/bisnis, mempromosikan bisnis atau bisa juga disebut ber wirausaha. Bidang tersebut dikenal dengan cyberpreneursip dan bervariasi dari setiap pengusaha. Dalam hal ini para entrepreneur melakukan promosi menggunakan brosur electronic yang dikenal sebagai homepage pada internet. Penjualan produk dan layanan juga menggunakan elektronik mail di internet. semakin berkembang saja kan kawan ?

sahabatku yang dirahmati Allah.

Menurut ekonom Perancis, Richard Cantillon entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”(agen yang membeli alat produksi pada harga tertentu dalam rangka untuk menggabungkan mereka). Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say– menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia dikenal dengan wirausaha atau wiraswasta.

sebagai contoh technoprenuer sukses, Mark Eliot Zuckerber atau yang lebih dikenal dengan Mark Zuckerberg, yang lahir di White Plains, New York – USA, pada tanggal 14 Mei 1984. Mark adalah seorang programmer komputer, seorang pengusaha di Amerika Serikat, dan pendiri sebuah situs jejaring sosial yang sangat populer saat ini, yaitu Facebook.com. dan juga technopreneur sukses asal indonesia yaitu  Andrew Darwis mendirikan Kaskus pada 6 November 1999. Bermula dari pengalamannya saat menimba ilmu di salah satu universitas terkemuka di Negeri Paman Sam, Seattle University, Program StudiMultimedia & Web Design, Art Institute of Seattle Computer Science pada tahun 1999, pria yang disapa Andrew ini terinspirasi membuat website forum komunitas yang bisa di bilang menjadi yang terbesar di Indonesia. “Saat itu dia ditugaskan oleh dosen untuk membuat program dari free software, dari situlah mulai muncul ide membuat website dengan nama Kaskus.

contoh lagi, Elang Gumilang seorang pebisnis “properti”, mahasiswa sederhana dari IPB, anak dari pasangan H. Enceh dan Hj. Prianti, kini bisa mempekerjakan ratusan karyawan pada setiap proyeknya. Sekitar 30 tenaga administrasi dan 100 pekerja di setiap proyek siap membantunya. Elang Gumilang, pemuda kelahiran Bogor 6 April 1985 telah mengepakkan sayap bisnisnya sejauuh yang ia bisa dan setinggi yang dapat ia capai.

dan technoprenuer sukses yang mendunia yang lainya bisa kita ketahui dari “pendiri microsoft yatu BILL GATES juga pada yang menciptakan sepeda motor merk “HONDA” yaitu soijiro Honda, berkaca dari contoh technopreneur sukses, maka “yang terpenting untuk menjadi enteprenuer adalah berani melakukan dan mau belajar, begitulah kata “Chairul tanjung si anak singkong.” kemudian ‘meniru-niru praktek bisnis yang terbaik kemudian meramunya menjadi sesuatu yang lebih baik adalah proses inovatif.

sahabatku semua yang dirahmati Allah,

Dari uraian singkat diatas dapat disimpulkan bahwa pengembangan sikap mental mahasiswa untuk berwirausaha dengan kreatif dan inovatif sangatlah penting karena akan dapat merubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta kerja sehingga dapat menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan klise dari negara-negara miskin seperti : kemiskinan, keterbelakangan, ketenagakerjaan / pengangguran, pertumbuhan ekonomi rendah.

Dalam kehidupan ini kreativitas sangat penting, karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia. Treffinger (dalam Reni Akbar Hawadi, dkk, 2001:13) mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang tidak memiliki kreativitas. Kreativitas tinggi harus dimiliki setiap individu dalam bidang yang digeluti tak terkecuali dalam dunia wirausaha. dan kita ketahui “Kewirausahaan” merupakan gabungan kreativitas, inovasi,dan keberanian hadapi resiko dengan bekerja keras membentuk dan memelihara usaha. Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila didukung dengan beragam faktor termasuk kreativitas. Dengan kreativitas tinggi yang dimiliki seseorang maka seseorang tersebut akan mempunyai pengembangan diri secara optimal. Mereka dapat mempergunakan ide-idenya untuk menciptakan kreasi baru demi kelangsungan hidup. Suatu karya kreatif sebagai hasil kreativitas seseorang dapat menimbulkan kepuasan pribadi yang tak terhingga nilainya. Kreativitas penting untuk mengembangkan semua bakat dan kemampuan individu dalam pengembangan prestasi hidupnya. Peningkatan Sumber Daya Manusia dalam era globalisasi dan era reformasi menunjukkan betapa pentingnya segi kreativitas diprioritaskan untuk dikelola dan dikembangkan secara optimal. Dan hal ini merupakan tantangan kepedulian serius bagi pihak terkait dalam pengembangan Sumber Daya Manusia, terutama dikalangan pendidikan terlebih mahasiswa.

maka yang dibutuhkan untuk mengasah kreatifitas dan inovasi  adalah sebagai berikut:

1. Amati Sekeliling Anda.

Amati apa yang terjadi di sekeliling Anda, visualisasikan, dan gunakan semua indra yang ada. Hal ini melatih dan mempertajam ingatan karena kreativitas berarti mempertajam pikiran dan meningkatkan kepekaan indra seseorang.

2. Berimajinasi

Merenung, berkhayal, mencari celah atau kekurangan untuk perbaikan usaha atau perusahaan.

3. Mengambil sudut pandang yang berbeda.

Bertindak out of the box mungkin belum terbiasa dilakukan namun Anda bisa mulai melihat sesuatu dengan sudut pandang berbeda.

4. Melakukan Sesuatu

Lakukan hal positif yang belum atau jarang dikerjakan, berinteraksi dengan anak-anak, kerja sosial, dll karena dapat melatih kreativitas Anda.

5. Mencatat

Bawalah selalu buku harian untuk mencatat pikiran dan ide yang tiba-tiba Anda temukan sehingga tidak terlupakan.

6. Tambah Wawasan.

Penting bagi orang kreatif untuk punya wawasan yang luas dengan mempelajari hal-hal baru di dalam dan di luar bidang yang digeluti. Jelajahi internet, majalah, buku, tersesat di kota atau negara asing, pameran dll. Kegiatan tersebut bisa menambah kreativitas Anda.

7. Disiplin

Orang kreatif adalah yang punya kedisiplinan untuk terus menciptakan ide-ide baru dan ketekunan untuk mewujudkan ide-ide mereka.

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

mengakhiri pembahasan kali ini, mari sama-sama kita bermuhasabah diri (intropeksi) bahwa sesungguhnya, ALLAH menciptakan rezeki dengan 2 sifat yaitu TIDAK SULIT dan TIDAK MUDAH. Tapi diantara keduanya Kalau rezeki terlalu mudah maka tidak ada bedanya antara yang tekun dan malas. Dan kalau rezeki terlau sulit maka manusia akan sulit bertahan di muka bumi.

“ALLAH membuka rezekinya dengan 10 pintu, 9 pintunya untuk pengusaha dan 1 pintunya untuk pegawai atau pekerja.” ( Al Hadits )

Menjdi seorang pengusaha atau pegawai adalah pilihan yang sadar walaupun pengusaha lebih dianjurkan. Karna jika jadi pengusaha, seseorang sangat mungkin untuk hidup sejahtera bahkan kaya raya.

“Orang kaya yang bersyukur,lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang miskin yg bersabar.” ( Al Hadits)

Ada 2 perilaku yg digelari mabrur oleh Rasulullah, yaitu Haji mabrur dan pengusaha mabrur.

Secara makro ekonomi, negara akan normal perekonomiannya apabila 4% penduduknya adalah pengusaha (data ini 2 kali lipat dari data diatas). lihatlah 10% warga China adalah pengusaha. 25 % warga AS adalah pengusaha. Baru 0.8 – 1,7 % warga Indonesia yang pengusaha. berarti peluang menjadi “pengusaha” sangat terbuka lebar bukan ?

sahabatku, KEMAUAN KUAT untuk menjadi pengusaha adalah faktor penentu utama sebelum faktor modal serta yg lainya. Mari kita rencanakan masa depan dengan menjadi wirausahawan atau pengusaha walau dimulai dari yang kecil.

siapkah engkau wahai sahabat ?   “Mau sampai kapan NGARYAWAN ? Nunggu temen-temenya yang Bisnis capai omzet RATUSAN juta ?

siap atau tidak “engkau yang menciptakan sendiri ” bukan begitu kawan…..???

sebuah perenungan bagi diri sendiri dan bagi kawan-kawan tercinta semua,.

Yaa Allah bantulah Kami menemukan kekurangan Kami. Dan ketika Kami sudah menemukan kekurangan Kami, bantulah Kami untuk mengatasi kekurangan Kami itu.Yaa Allah yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi Rezeki, kurniailah Diri Kami dengan Rezeki-MU, rezeki yang halal, barokah dan membawa kebahagiaan bersama keluarga. ENGKAU yang Maha Sempurna, dan ENGKAU-lah Yang Maha Menyempurnakan.

semoga bermanfaat.

temonsujadi

Iklan