DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS

mata Kuliah Praktek Fenomena dasar mesin oleh bapak Ahmad Muhazir ST.,MT
UNIVERSITAS ISLAM 45 BEKASI

Definisi Defleksi

Defleksi adalah perubahan bentuk pada balok dalam arah vertical dan horisontal akibat adanya pembebanan yang diberikan pada balok atau batang. Sumbu sebuah batang akan terdeteksi dari kedudukannya semula bila benda dibawah pengaruh gaya terpakai. Dengan kata lain suatu batang akan mengalami pembebanan transversal baik itu beban terpusat maupun terbagi merata akan mengalami defleksi.

Defleksi ada 2 yaitu :

 Download materi Defleksi 1 disini
dan Defleksi 2 DISINI

  1. 1. Deflkesi Vertikal (Δw)

    Perubahan bentuk suatu batang akibat pembebanan arah vertikal (tarik, tekan) hingga membentuk sudut defleksi, dan posisi batang vertikal, kemudian kembali ke posisi semula.


Gambar 4.1 Defleksi Vertikal

  1. Defleksi Horisontal (Δp)

    Perubahan bentuk suatu batang akibat pembebanan arah vertikal (bending) posisi batang horizontal, hingga membentuk sudut defleksi, kemudian kembali ke posisi semula.



Gambar 4.2 Defleksi Horizontal

Hal-hal yang mempengaruhi terjadinya defleksi yaitu :

  1. Kekakuan batang

    Semakin kaku suatu batang maka lendutan batang yang akan terjadi pada batang akan semakin kecil

  2. Besarnya kecil gaya yang diberikan

    Besar-kecilnya gaya yang diberikan pada batang berbanding lurus dengan besarnya defleksi yang terjadi. Dengan kata lain semakin besar beban yang dialami batang maka defleksi yang terjadi pun semakin kecil

  3. Jenis tumpuan yang diberikan

    Jumlah reaksi dan arah pada tiap jenis tumpuan berbeda-beda. Jika karena itu besarnya defleksi pada penggunaan tumpuan yang berbeda-beda tidaklah sama. Semakin banyak reaksi dari tumpuan yang melawan gaya dari beban maka defleksi yang terjadi pada tumpuan rol lebih besar dari tumpuan pin (pasak) dan defleksi yang terjadi pada tumpuan pin lebih besar dari tumpuan jepit.

  4. Jenis beban yang terjadi pada batang

    Beban terdistribusi merata dengan beban titik, keduanya memiliki kurva defleksi yang berbeda-beda. Pada beban terdistribusi merata slope yang terjadi pada bagian batang yang paling dekat lebih besar dari slope titik. Ini karena sepanjang batang mengalami beban sedangkan pada beban titik hanya terjadi pada beban titik tertentu saja.

Macam-macam tumpuan, antara lain:

  1. Engsel

    Engsel merupakan tumpuan yang dapat menerima gaya reaksi vertikal dan gaya reaksi horizontal. Tumpuan yang berpasak ini mampu melawan gaya yang bekerja dalam setiap arah dari bidang.


Gambar 4.3 Tumpuan Engsel

  1. Rol

    Rol merupakan tumpuan yang hanya dapat menerima gaya reaksi vertikal. Jenis tumpuan ini mampu melawan gaya-gaya dalam suatu garis aksi yang spesifik.


Gambar 4.4 Tumpuan Rol

  1. Jepit

    Jepit merupakan tumpuan yang dapat menerima gaya reaksi vertikal, gaya reaksi horizontal dan momen akibat jepitan dua penampang. Tumpuan jepit ini mampu melawan gaya dalam setiap arah dan juga mampu melawan suatu kopel atau momen.


Gambar 4.5 Tumpuan Jepit

Jenis-jenis pembebanan, antara lain:

  1. Beban terpusat

    Titik kerja pada batang dapat dianggap berupa titik karena luas kontaknya kecil.


Gambar 4.6 Pembebanan Terpusat

  1. Beban merata

    Disebut beban merata karena terdistribusi merata di sepanjang batang dan dinyatakan dalam qm (kg/m atau kN/m)


Gambar 4.7 Pembebanan Terbagi Merata

  1. Beban bervariasi uniform

    Disebut beban bervariasi uniform karena beban sepanjang batang besarnya tidak merata.


Gambar 4.8 Pembebanan Bervariasi Uniform

Iklan