bismillahirahmanirahimjoko-prabowo

mendekati pemilihan pilpres beberapa hari lagi, terlihat dari masing-masing kubu berupaya menarik simpati dengan gaya dan cara masing-masing, iklan maupun gambar-gambar dimedia cetak, elektronik, papan baliho dipinggir jalan tak asing lagi kita kan sering melihatnya. menarik sekali sungguh, pilpress kali ini akan terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya..

ada sedikit koreksi yang mungkin kita lupa akan hakekatnya, yang kadang tanpa kita sadari kita melakukanya salah satunya yaitu upaya menjelek-jelekan salah satu kubu demi mendukung apa yang kita dukung, ia kita kenal dengan istilah “Black campaign”

bagaimana nasehat ulama-ulama menanggapi masalah tersebut ?

“Hati yang bersih akan bisa melihat kebaikan orang lain yang tidak terlihat sekalipun dan hati yang kotor akan mudah melihat kejelekan orang lain yang tidak pernah ada. Orang lain adalah cermin bagi hati anda, jika hati anda selalu melihat kejelekan orang lain yang tidak terlihat oleh mata anda itu artinya hati anda kotor. Dan jika hati anda selalu melihat kebaikan orang lain yang tidak terlihat oleh mata anda itulah tanda kebersihan hati anda.”

(buya yahya-cirebon)

“Tidak ada untungnya black campaign, karena hanya memecah belah umat… Kalau mulut dibiasakan ngomong yang tidak baik, maka terus menerus berbuat tidak baik. Memilih presiden adalah hal yang baik maka harus dilakoni dengan yang baik-baik. “Mulut ini harus terus menerus pembiasaan yang baik dengan dzikir, maka yang keluar pun otomatis akan baik, damai, Jangan lagi-lagi ribut-ribut akibat perbedaan pilihan. Pileg ribut, pilpres ribut, lalu kapan akan membangun? Jangan saling mencela antara satu dengan yang lainnya. “Kedamaian harus diciptakan untuk mencapai negara yang baldatul toyibatun warobun ghofur,

(Habib lutfi bin yahya pekalongan)

“PILPRES adalah persaingan antara saudara sebangsa dengan TUJUAN yang sama : untuk kebaikan Indonesia dan rakyatnya.”

(Gus Mus.)

Situasi saat ini (pasca pileg & pra pilpres) jangan sampai ada perpecahan di antara kita dan keluarga kita.

(KH. A. Idris Marzuqi)

Monggo sareng-sareng istighosah. Ndungo mugi dipun paringi pemimpin ingkang taqwallah, bener-bener ngopeni dateng agomo.

(KH. Moh. Anwar Manshur)

Tinggalkan kancah panasnya pemilu di wilayah kalian, jadilah penyejuk dari jiwa yang berpecah belah dan gundah, biarkan muslimin memihak pada pilihannya masing – masing, jangan mencaci siapapun dari calon pemimpin kalian dan jangan pula terlalu memuji – muji salah satunya, tetaplah bijaksana dalam kedudukan yang menghargai semua kelompok Jangan ternodai dengan permusuhan antara pendukung masing – masing. Ketahuilah dakwah Nabi Muhammad SAW sudah ada sebelum kancah persaingan ini ada, dan dakwah Nabi Muhammad SAW akan terus ada hingga seluruh kepemimpinan ini sirna, maka jangan larut dalam permusuhan dan jangan pula terpengaruh dalam keruhnya persaingan, rukunlah walau berbeda pendapat. Tenanglah dengan keputusan Allah SWT, teguhlah dalam niat agung dalam penjernihan umat. Selalulah dalam tuntunan kedamaian bagi masyarakatmu.”


[Nasihat Habib Umar Bin Hafidz]

Dalam hadits disebutkan, “Pendukung maksiat walaupun dengan sebagian kata, maka dia ikut mendapat bagian dosa maksiat itu.”
Sayangi agama dan akhirat kalian. Jangan ikut berkampanye atas partai atau calon presiden manapun. Jika kita ikut berkampanye, lalu yang terjadi nanti tidak seperti yang dijanjikan, maka kita ikut menanggung dosa. Jangan katakan saya tahu benar calon presiden yang ini atau yang itu adalah yg terbaik. Sebab sebagian besar berita dalam kampanye adalah berita dusta dan fitnah. Saya tidak menganjurkan golput, tapi saya tidak menganjurkan berkampanye.
Jika ingin berkampanye, sebarkan agar manusia memilih Allah dan Rasul-Nya. Karena partai kita hanyalah Allah dan Rasul-Nya.
Sayangi agama dan akhirat kita ……….

[alhabib Husin Nabil]

Setiap yang ditulis  akan diminta pertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT, berhati-hatilah dalam menyebar fitnah dan kebencian. Pemilu adalah hal biasa agenda lima tahunan untuk mencari pemimpin bangsa. Kedua pasangan adalah aset bangsa, kalah dan menang adalah hal biasa, semoga kelak yang terpilih, bisa mengemban amanah untuk Bangsa Indonesia. Penentunya bukan kita tetapi 186 juta rakyat Indonesia yang menentukan.

sahabatku yang dirahmati Allah, seharusnya kita sebagai Orang muslim yang beretika harus bisa menempatkan sikap yg paling baik dalam berpendapat, Berbeda pendapat itu boleh, Namun tidak dianjurkan membuka kejelekan-kejelekan aib, Meski aib itu benar adanya, Kedua calon capress kita sama2 didukung para ulama, asal kalian tahu Ulama memerankan politik yg hebat dalam pilpress kali ini, Jaga sikap…
Silahkan mendukung yang kalian sukai,
Tapi stop membuka-buka aib maupun kejelekan demi membela yg kalian bela…

Kepribadian kita ibarat buku jadi berhati-hatilah, jangan sampai kita membuka lembaran. yang seharusnya tidak boleh dibaca orang lain.”

“Akhlak iku paling utomo. Wong pintere koyo opo gak nduwe akhlak ora ono regane.”

be smart people… be smart Muslim

my first article dikompasiana..
http://politik.kompasiana.com/2014/06/06/stop-black-campaign-jaga-sikap-663739.html

semoga bermanfaat

Iklan