intelektual muda indonesiabismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang dirahmati Allah, siang menuju sore setelah menjalani sholat jumat, tak berapa lama hujan turun membasahi semua yang dilewatinya, ya hujan adalah anugerah yang tak terkira harganya…betul tidak ?

sahabatku, bangsa kita kini tengah mengalami tantangan besar yaitu ; Degradasi Intelektual dan Degradasi Moral, apa itu ? dampak kecil Degradasi intelektual membuat jumlah Sumber Daya Manusia yang berkualitas semakin berkurang, sehingga kita akan terus kalah bersaing, akibatnya Negara kita terus menjadi Negara pendonor bagi Negara lain, sedangkan Degradasi Moral yang melanda penerus Bangsa ini juga semakin memperburuk keadaan, kaum muda yang seharusnya menjadi harapan bangsa selanjutnya, malah semakin apatis dan terlena dalam pergaulan bebas dan banyak tidak mau mempersiapkan diri untuk menjadi penerus warisan kemerdekaan

apa yang akan terjadi ?
bagaimana menyikapinya ?
apakah siap bersaing dengan negara lain ?

setelah debut pertama pidato bertaraf internasional dalam konferensi KTT APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) CEO Summit di China National Convention Centre (CNCC), Beijing‎, presiden replubik indonesia memaparkan persentasi tentang keadaan profil negara kesatuan replublik Indonesia, seperti jumlah pulau, luas wilayah, dan potensi Tanah Air. dalam persentasinya itu presiden membuka peluang para para investor asing untuk menanamkan modal di indonesia,

Presiden mengundang para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia di sejumlah sektor, yaitu transportasi maritim, infrastruktur kereta api, dan energi., apalagi nantinya akan dibuka pelayanan dengan system “one stop servise”  betapa sebuah kekhususan tersendiri bagi para investor bahkan presiden mengungkapkan akan menyelesaikan hambatan investor asing ketika masuk ke Indonesia. Seperti, mempermudah akuisisi lahan dan perizinan lainnya. tentunya akan lebih mempermudah para investor asing beramai ramai mendatangi indonesia, kondisi semacam ini mempunyai dua sisi yang berbeda, dari segi positif, indonesia akan kedatangan banyak investor asing beramai ramai, ekonomi indonesia akan membaik, lapangan kerja semakin meningkat, insfrastruktur semakin baik, menambah pendapatan Nasional, bahkan penguatan indek saham pun bisa mungkin terjadi, hebat bukan kawan ?.

lalu apa dampak negativenya, bukankah setiap kebijakan ada sisi baliknya……

sahabatku, OECD Developmet Centre memperkirakan Indonesia bakal menjadi negara dengan pertumbuhan paling cepat di antara ekonomi ASEAN 6, dengan tingkat rata-rata pertumbuhan sebesar 6% setiap tahun dalam rentang waktu 2014-2018. Deputy Secretary-General OECD, William Danvers mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama lima tahun ke depan akan mencapai level 6% atau lebih tinggi dibanding rentang waktu 2000-2007  yang sebesar 5,1%. Namun angka ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi di 2012 dan proyeksi 2018 masing-masing 6,2% dan 6,1%. “Indonesia diproyeksikan akan jadi negara pertumbuhan paling cepat di antara ekonomi ASEAN 6 dengan rata-rata pertumbuhan 6% di 2014-2018. Lebih tinggi dibanding Filipina yang diperkirakan 5,8%,” betapa tidak hebat bukan kawan…

meski digadang-gadangkan mempunyai ekonomi yang baik, ada beberapa tugas bagi pemerintah yang akan datang masih memiliki pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. yaitu memaksimalkan penanggulangan kemiskinan (mungkin ini yang menjadi dampak negatifnya) dengan cara penciptaan lapangan kerja, investasi  dalam keterampilan dan kualitas SDM, investasi dalam infrastruktur sosial, memberikan akses layanan keuangan yang lebih besar pada masyarakat miskin dan sebagainya, sungguh akan menjadi dilema dimana makro ekonomi yang baik namun belum tentu menjamin mikro ekonomi menjadi ikut baik. dalam satu sisi pertumbuhan ekonomi makro Indonesia bagus, kemudian stabilitas keuangan juga bisa dibilang baik. Tapi di sisi mikronya ketenagakerjaan belum dibereskan, masalah upah minimum belum dibereskan, nah PR besar bagi pemerintah untuk membereskanya. pemerintah harus bisa meningkatkan sektor industri dengan beralih ke aktivitas sistem yang memiliki produktivitas yang tinggi. Sektor yang memiliki produktivitas yang tinggi adalah sektor industri. Industri bisa meningkatkan akumulasi teknologi, dan akumulasi human capital. Selain itu akumulasi pengetahuan untuk melakukan inovasi akan membuat perekonomian Indonesia bisa semakin bagus.

nah disini yang menjadi permasalahan dari judul diatas…
kenapa intelektual muda harus bangkit  ?
tahukah kamu apa itu kawan ?
apakah pengaruhnya dalam islam ?
degradasi intelektual, apa dampaknya ?

Pokok pembahasan ekonomi diatas berujung pada kualitas SDM, maka dibutuhkan Sektor yang memiliki produktivitas yang tinggi yang bisa meningkatkan akumulasi teknologi, dan akumulasi human capital juga akumulasi pengetahuan untuk melakukan inovasi yang akan membuat perekonomian Indonesia bisa semakin bagus.. jika membicarakan itu akan kembali pada  pada Persoalan yang dihadapi juga oleh bangsa ini terlebih umat Islam dewasa ini, yaitu degadrasi intelektual dan moral, permasalahan khususnya pada umat Islam Indonesia sangat kompleks. Namun jika disederhanakan dapat dibagi menjadi dua yaitu persoalan eksternal yaitu persoalan yang ditimbulkan oleh faktor di luar umat Islam; dan persoalan internal yaitu persoalan yang disebabkan oleh umat Islam sendiri. Secara eksternal menghadapi persoalan yang muncul dari peradaban lain yang berupa arus globalisasi, westernisasi, liberalisasi, sekularisasi yang disertai oleh faham pluralism, humanism, hedonism, materialisme dan dampak-dampak yang diakibatkan oleh faham-faham tersebut. Secara internal umat Islam menghadapi masalah persatuan dan kesatuan, masalah kualitas sumber daya dan kaderisasi, manajemen lembaga-lembaga, kelemahan ekonomi, hubungan internasional dan sebagainya. Akar dari kedua tantangan tersebut tidak lain adalah kelemahan ilmu pengetahuan umat Islam.

dalam pesatnya kemajuan teknologi serta ekonomi dunia warga dan bangsa negara indonesia harus mempersiapkan setidaknya 2 hal yang terpenting, dua hal ini sangat erat kaitanya dalm menunjang pertumbuhan dari sisi manapun sehingga yang menjadi tantangan bangsa saat ini dapat ditekan semaksimal mungkin, apakah 2 hal yang utama itu ?

yaitu (1) ilmu (2) iman, dua hal ini begitu sederhana namun mempunyai andil yang besar bagi perkembangan bangsa dan negara indonesia. Jika disepakati bahwa akar dari kedua tantangan diatas (Degradasi Intelektual dan Degradasi Moral),  kuncinya adalah ilmu pengetahuan maka yang perlu dikembangkan adalah ilmu pengetahuan juga keIslaman. Maka dari itu umat Islam perlu menyadari bahwa dalam era globalisasi dan gencarnya isu benturan peradaban (clash of civilization) Islam harus dihadirkan sebagai agama dan peradaban (din dan tamaddun). Selain itu perlu pula memahami kembali bahwa Islam adalah agama yang berwatak individual (private) dan sekaligus publik, maka  berislam bukan hanya urusan pribadi dengan Tuhan, tapi juga berurusan dengan masyarakat. Ber-Islam adalah beribadah pada Tuhan dan pada saat bersamaan juga berpolitik, berekenomi, berbudaya, berkehidupan sosial dan sebagainya. Ringkasnya Islam adalah agama yang menekankan ibadah pada Allah dan pada saat yang sama menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. setuju kan ?

sahabatku, Perkembangan era globalisa­si menuntut kehadiran pemuda-pemudi segera menyesuaikan diri dan mampu menjawab tantan­gan dan ketidakpastian di segala aspek kehidupan, maka tak bisa ditawar-tawar lagi pemantapan Imtaq (iman) dan Iptek (ilmu) menjadi tolak ukur kesuksesan manusia dimasa-masa yang akan datang,

Pembangunan karakter bangsa merupakan gagasan besar yang diidamkan oleh para pendiri dan pemimpin bangsa, undang-undang Republik Indonesia telah mengamanatkan kepada pemimpin bangsa agar membangun peradaban lewat ilmu pengetahuan. Salah satu bidang yang sangat penting dan menjadi fondasi bangsa adalah pembangunan karakter bangsa melalui ilmu pengetahuan, iman dan taqwa

Pemahaman seperti ini penting digalakkan dengan tujuan: pertama agar umat Islam sadar bahwa aktifitas bidang apapun merupakan bagian dari agama dan peradaban Islam; kedua agar umat Islam dapat lebih responsif dan bersifat arif dalam menghadapi berbagai tantangan; ketiga agar dapat menepis asumsi dunia internasional yang memandang Islam hanya sebagai agama yang didominiasi oleh doktrin dan kekerasan. Inilah langkah awal dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang telah disebutkan diatas.

Sahabatku yang dirahmati Allah, Keutamaan orang-orang yang berilmu dan beriman sekaligus, diungkapkan Allah dalam ayat-ayat berikut: “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?’ Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

(QS. Az-Zumar [39] : 9).

sebagai pemuda yang mengaplikasikan imtaq dan iptek dalam kehidupanya setidaknya kita harus seutuhnya diperlukan pembiasaan-pembiasaan, antara lain:

  1. Pembiasaan berpikir positif dengan dalil salah satuya adalah tentang berprasangka (kecurigaan) QS. Al Hujuraat ([49] : 12)
  2. Pembiasaan bersikap dan berpenampilan santu atau terpuji. Orang yang merasa malu dengan sesungguhnya adalah mereka yang memelihara pikiran dan bisikan hatinya; memelihara perut dan apa-apa yang dimakannya; mengingat mati dan musibah alam kubur. Barang siapa yang menginginkan akhirat, maka tinggalkanlah perhiasan dunia. Siapa saja yang telah melakukan semua itu, berarti ia telah sungguh-sungguh malu kepada Allah dengan malu yang sebenarbenarnya.
  3. Pembiasaan berperilaku terpuji, termasuk didalamnya adalah sopan santu, berperilaku sabar, berjiwa besar, hidup bersih, tertib dan bersahabat dengan lingkungan hidup, serta jujur dan disiplin.

Rasulullah saw pun memerintahkan para orang tua agar mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin. “Didiklah anak-anakmu, karena mereka itu diciptakan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini.” (Al-Hadits Nabi saw). “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap Muslimin, Sesungguhnya Allah mencintai para penuntut ilmu.” (Hadis Nabi saw).

Imtaq (SQ) akan menjadi peneguh karakter penerus bangsa guna menjaga nilai moral bangsa di tengah era globalisasi. Agama Islam yang mengajarkan umatnya untuk berdisiplin, merupakan salah satu unsur imtaq yang tercantum di dalamnya. Pengertian berdisiplin itu sendiri merupakan disiplin jasmani maupun rohani. Dengan keseimbangan disiplin anatara keduanya akan mampu menumbuhkan penerus bangsa yang berdisiplin dalam setiap sektor dalam hidupnya.

Mengapa kita harus menguasai IPTEK? mengapa iptek sangat penting dalam perputaran ekonomi dinegeri ini ?

1. Ilmu pengetahuan yg berasal dari dunia Islam sudah diboyong oleh negara-negara barat.
2. Negara-negara barat berupaya mencegah terjadinya pengembangan IPTEK di negara-negara yg islami
3. Adanya upaya-upaya untuk melemahkan umat Islam dari memikirkan kemajuan IPTEK-nya, misalnya umat Islam disodori persoalan-persoalan klasik agar umat Islam sibuk sendiri, ramai sendiri dan akhirnya bertengkar sendiri.

umat Islam tidak cukup hanya berhenti dengan pemahaman yang seperti itu.  tapi Umat Islam harus dengan pemahaman itu perlu saling bekerjasama secara sinergis disegala bidang dan dengan berbagai media serta sarana sehingga mampu menciptakan masyarakat berperadaban tinggi yang maju yang berbasiskan pada nilai-nilai, norma, hukum, moral yang ditopang oleh keimanan; menghormati sesama; bersikap terbuka dan demokratis; dan bergotong royong menjaga kedaulatan negara. sehingga tercapailah kemakmuran dan keadilan pada negeri kita tercinta ini.

kenapa harus iptek bersanding dengan imtaq ?

Pembangunan manusia ini perlu dijalankan secara terpadu antara sisi brain (aqliyah), mind (qolbiyah), dan body (jasadiyah).  Pada titik inilah pentingan Imtaq-spiritualitas-relijiusitas.  Membangun kecerdasan manusia Indonesia, kesalehan sosial, dan kemajuan budaya menuju peradaban madani atau dalam bahasa yang lebih operasional, menghapus kebodohan, kekerasan sosial, dan keterbelakangan budaya”, sebab kita memandang kebodohan (rendahnya kualitas pendidikan), kekerasan (hilangnya kesantunan dan kedamaian dalam menyelesaikan segala bentuk konflik), serta keterbelakangan (kemandegan dan kejumudan) sebagai musuh sosial bangsa memerlukan kecerdasan bukan hanya dari sisi intelektual/rasional (IQ), namun juga mencakup sisi emosional (EQ) dan spiritual (SQ), agar sempurnalah sosok manusia Indonesia yang kita citakan (insan kamil).

Manusia yang seimbang antara sisi intelektual, emosional dan spiritual itu sangat menyadari posisi dirinya dan tujuan yang akan dicapainya. Mereka tidak akan mudah mengalami krisis identitas sebagaimana terlihat pada sebagian warga di sekelilingnya, sehingga mereka dapat berperan sebagai unsur pengubah lingkungan dan pengarah masyarakat untuk menuju masyarakat madani. Mereka juga menyadari betul agenda reformasi yang harus diperjuangkan, dan sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yang telah diproklamsikan sejak lama. Mereka tak mudah goyah dan larut dalam perubahan zaman, bahkan menjadi pilar penjaga nilai-nilai perjuangan dan membuat arus baru yang akan menyelamatkan masyarakat dari kebobrokan dan kehancuran sosial. harapanya seperti itu..

kita mungkin tahu, secara normatif dan bahkan terbukti oleh sejarah, bahwa pembangunan peradaban material sangat bertumpu pada pembangunan Iptek.  Iptek adalah engine for tommorow. Kita memerlukan inovasi untuk memerangi kebodohan, kemiskinan, dan untuk memacu pertumbuhan menjadi bangsa yang terhormat, maju dan kompetitif.

Itulah mengapa Imtaq dan Iptek menjadi kepakan dua sayap, yang harus mengembang secara harmonis, sebab yang kita ingin bangun adalah peradaban yang digusung oleh manusia yang memiliki Integritas (Ilahiyah-Insaniyah-Wathoniyah),  Akseptabilitas – dan Profesionalitas ”–manusia yang punya kredibilitas (intelek sekaligus relijius). Pembangunan peradaban madani bukan hanya memerlukan kecerdasan akali tetapi juga qolbi—bukan hanya rasional-intelektual, tetapi juga sarat aturan moral-spiritual. bukan begitu kawan ?

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

mengakhiri pembahasan panjang lebar ini, mari kita sama-sama menyimpulkan bagaimana kondisi kita saat ini, bagaimana kepedulian kita terhadap sekitar, apakah sudah baik penerapan imtaq dan iptek yang selama ini kita jalankan ?

Sejarah membuktikan bahwa kejayaan Islam lebih banyak diwarnai oleh tradisi keilmuan ketimbang percaturan politik dan perebutan kekuasaan. Berbagai persoalan umat baik sosial maupun keilmuan lebih banyak diselesaikan dengan pemikiran dalam bentuk tulisan. Itulah sebabnya karya para intelektual dan ulama di zaman kejayaan Islam berjumlah jutaan judul.

“Ilmu adalah hasil dari fungsi dan kinerja sarana kognitif dan hasil dari iman dan takwa. yaitu Apabila manusia berdasarkan desain komprehensif pengetahuan yang ditunjukkan oleh nilai-nilai luhur, dan apabila manusia menggunakan dengan baik ilmu pengetahuan tersebut maka dia akan selalu mendapatkan kebaikan dalam hidup juga akheratnya”

Kita berharap dengan sangat perpaduan pendidikan agama dan pengetahuan umum atau bekal iman dan taqwa (imtaq) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk putra putri kita bisa menghasilkan keseimbangan dalam hidupnya. Sebab, kecerdasan intelektual saja tanpa dibarengi dengan kecerdasan spiritual hanya akan menghasilkan generasi yang sombong  dan mau menang sendiri, serta tidak peduli dengan keberadaan orang lain. maka tak heran jika orang yang berilmu juga berakhlak mampu  memberi kontribusi pada bangsa Indonesia menjadi semakin beradab yaitu semakin beriman, berilmu dan berakhlaq. bukan begitu kawan ?

majulah para insan intelektual muda, majukan bangsamu, harumkan negeri….ingatlah Allah menyertaimu

Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 27)


disarikan dari berbagai sumber..
semoga bermanfaat.

 

 

Iklan