pratikum mesin pendinginmata kuliah Praktikum Prestasi Mesin dengan bapak R. Bagus Suryasa ST,Msi

Beberapa fungsi dari sistem pendinginan adalah sebagai berikut:

a. mengurangi panas pada mesin motor.

b. mempertahankan temperatur motor pada temperatur yang efisien.

c. mempercepat motor mencapai kerja.

Panduan yang bisa didownload :

1. Dasar mesin pendingin
2. Pratikum mesin pendingin
3. SAP Pratikum prestasi Mesin

Tujuan Praktikum Mesin Pendingin

Tujuan dari pelaksanaan Praktikum Mesin Pendingin adalah untuk mendapatkan karakteristik dari sistem pendingin siklus komprei uap dan karakteristik apabila sistem tersebut bekerja sebagai pompa kalor. Karakteristik tersebut, antara lain:

  1. Laju aliran massa refrigran (kg/s).
  2. Efek pemanasan bila siklus bekerja sebagai pompa pemanasan (kW).
  3. Efek pendinginan bila siklus bekerja sebagai mesin pendingin (kW).
  4. Coefesien of Perfomance (COP) dari mesin pendingin.
  5. Performance Factor (PF) dari mesin pendingin.
  6. Laju aliran massa udara pada saluran udara evaporator (kg/s).
  7. Laju aliran kalor yang diberikan oleh udara pada saluran udara evaporator (kW).
  8. By Pass Factor (BF) dari evaporator.
  9. Contact Factor (CF) dari evaporator.

    Persiapan praktikum
    mesin pendingin

Instalasi telah disiapkan untuk melaksanakan percobaan dan pengambilan data

  1. Siapkan alat dan bahan
    1. Mesin Pendingin Udara
    2. Air Flow Meter
    3. Termometer
    4. Air Regulator
    5. Tisu
    6. Air
    7. Karet Gelang
  2. Proses Praktikum
  3. Pasang termometer pada :
  4. P1 yaitu diantara evaporator dan sebelum kompressor
  5. P2 yaitu setelah kompressor sebelum kondensor
  6. P3 yaitu setelah kondensor sebelum katup ekspansi
  7. P4 yaitu setelah katup ekspansi sebelum evaporator
  8. Pasang Termometer Bola Basah (TBB) dan Termometer Bola Kering (TBK) sebelum dan sesudah kondensor dan evaporator
  9. Swicth ON mesin pendingin udara.
  10. Ukur tekanan udara pada evaporator dan kondensor dengan menggunakan Air Flow Meter.
  11. Catat suhu Termometer Bola Basah dan Termometer Bola Kering sebelum kipas angin
  12. Catat suhu Termometer Bola Basah dan Termometer Bola Kering setelah evaporator dan kondensor
  13. Catat suhu pada T1, T2, T3, dan T4
  14. Catat tekanan udara pada P1, P2, P3, dan P4
  15. Lakukan proses praktikum seperti di atas sebanayak 5 (lima) kali percobaan.Pengamatan Yang DilakukanPengamatan yang dilakukan oleh praktikan adalah sebagai berikut:
    1. Amati tekanan dan temperatur untuk menentukan tingkat keadaan refrijerasi pada beberapa komponen utama mesin pendingin.
    2. Amati termometer bola basah dan termometer bola kering pada saluran udara evaporator.
    3. Amati perbedaan tekanan pada saluran keluar dan masuk evaporator.
    4. Lakukan pengujian untuk berbagai kecepatan putar fan.

semoga bermanfaat.

Iklan