berfikirlahbismillairahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. orang yang memiliki jiwa yang sempurna dan hidup yang bermanfaat ialah jika dirinya mampu meraih puncak kebahagian. kebahagian hanya dapat dicapai jika engkau mau berfikir dan bersyukur kepada tuhan. Artinya engkau harus selalu ingat anugerah Allah yang telah dilimpahkan kepadamu, Jika engkau mengingatnya dan merenungnya, maka seluruh jiwa dan ragamu telah tenggelam dalam anugerah illahi, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ()٣٤

dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Qs. Ibrahim;34)

 

dalam artikel yang pernah dibuat dulu yang berjudul berfikirlah, mau jadi apa?(bacalah) ada kata; “Berfikirlah hari ini demi hari esok yang lebih baik. Pikirkan apa yang seharusnya kita pikirkan dan jangan pikirkan apa yang semestinya tidak perlu kita pikirkan, karena waktu sangat berharga untuk memikirkan sesuatu. Berpikirlah positif karena ia akan menjadi motivasi terkuat dalam diri dan hidup kita. Jangan pernah berfikir negatif karena ia akan menjadi penghambat rencana kita. Tapi pikirkanlah dampak terburuk dari apa yang akan kita lakukan agar kita selalu berhati hati dalam bertindak” tentu kalian setuju dengan kata itu

sahabatku, Anugerah Allah tiada terhingga, mencakup berbagai macam. Umpamanya berupa kesehata, keamanan hidup, makanan, pakaian, udara dan air. Engkau memiliki dunia, namun engkau tidak menyadarinya. Engkau memiliki kehidupan, namun tidak mengetahuinya. Allah berfirman ;

وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Alloh telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan”(Al Lukman ayat 20)

apakah engkau tidak menyadari bahwa dirimu memiliki dunia dan seiisinya ? perhatikanlah, bahwa engkau memiliki dua mata yangberfungsi sempurna, engkau mempunyai lidah yang bisa merasakan kelezatan makanan, bibir, sepasang tangan dan sepasang kaki. ini merupakan anugerah yang tiada dapat dihitung tingginya. Apakah engkau mendustai anugerah dari tuhan itu ? Allah menyatakannya ;

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 
 “Fabiayyi alai rabbikuma tukadzdziban”
maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S. Ar-Rahman ayat 77). 

Sahabatku yang dimuliakan Allah.

Engkau harus bersyukur. pikirkanlah !! betapa banyak yang memiliki kaki cacat dan susah untuk berjalan. Sementara dirimu bisa melangkah dengan nyaman. ini bukan persoalan sederhana, bukan masalah remeh. Engkau mampu bertumpu pada kedua lututmudan kedua telapak kakimu. Sementara, disana banyak orang memiliki lutut dan telapak kaki yang tidak berfungsi.

Pikirkanlah !! agar engkau bisa bersyukur, engkau bisa tidur nyenyak, sementara disana terdapat rintihan kesakitan yang kerap menganggu tidur orang lain. Apakah sebuah kehinaan bahwa engka mengenyangkan perutmu dengan makanan yang lezat dan minuman yang segar, sementara disana ada orang yang tidak mempunyai selera makan karena berbagai penyakit.

Luangkanlah waktu sejenak saja memikirkan sepasang telingamu!! apakah engkau tidak bersyukur, sedangkan dirimu diberi pendengaran yang sehat, sementara diluar sana banyak yang terganggu telinganya.

Pikirkanlah tentang kulitmu!! apakah engkau tidak bersyukur. sementara tidak sedikit yang berpenyakit kulit dan mengeluarkan uang sedemikian banyak demi kesehatan kulitnya. tidak sedikit orang yang menderita kusta dan gangguan kronis lainnya.

Tengoklah akal pikiranmu!! betapa egkau telah mendapatkan anugerah yang luar biasa. dengan pikiranmu yang sehat, engkau bisa membedakan kebaikan dan keburukan, sesuatu yang bermanfaat dan sesuatu yang madharat. Pikirkanlah !! sementara diluar sana banyak orang yang jiwa dan pikirannya terganggu, hatinya tersiksa, menjadi gila dan dungu.(1)

“berfikirlah maka pasti engkau akan bersyukur”

sahabatku yang dimuliakan Allah.

تَفَكَّرُ سَاعَةً خَيْرٌ مِنْ  عِبَادَةِ  سَنَةً

Berpikir sesaat lebih baik daripada ibadah setahun (2)

diriwayatkan Suatu hari seorang sahabat Nabi SAW, Miqdad Ibnu Al-Aswad berjumpa dengan Abu Hurairah r.a, lalu beliau mengkhabarkan kepada Miqdad: “ Aku mendengar Rasulullah memberitahu kepadaku, barangsiapa yang berfikir sesaat maka itu  lebih baik daripada beribadat setahun”

Miqdad berlalu dan berjumpa pula dengan Ibnu Abbas, lalu dikhabarkan kepada Miqdad “ Aku mendengar bahwa Rasulullah SAW memberitahu kepadaku, barang siapa yang berfikir sesaat maka ia lebih baik daripada beribadat tujuh puluh tahun.”

Miqdad bingung dengan kabar yang diterima dari dua sahabat tadi, karena apa yang disampaikan oleh kedua-duanya berbeda. Lantas beliau mengadukan hal ini kepada baginda Nabi SAW. Baginda mengarahkan supaya memanggil Abu Hurairah dan Ibnu Abbas berjumpa dengannya, baginda bertanya kepada Abu Hurairah: “ Bagaimana cara engkau berfikir?” Jawab Abu Hurairah: “ Aku memikirkan tentang tujuh petala langit dan bumi (mendatangkan rasa keagungan kepada Allah dalam diri)”.

Maka jawab baginda: “ Benar, engkau dapat berfikir sesaat itu lebih baik daripada beribadat setahun.” Sabdanya lagi, “ Telah turun al-Quran kepadaku, rugilah bagi mereka yang membaca al-Quran tapi tidak memikirkannya.”

Lalu baginda bertanya pula kepadan Ibnu Abbas tentang apa yang difikirkannya. Jawab Ibnu Abbas: “ Aku memikirkan tentang kematian dan huru-haranya saat itu.” Lalu baginda menjawab: “Benar, berfikir begitu maka engkau mendapat kelebihan sesaat berfikir maka itu lebih baik daripada beribadat 7o tahun.”

sahabatku yang terhebat.

diriwayatkan ; Suatu malam Rasulullah SAW meminta izin kepada isterinya, Aisyah, untuk solat malam. Dalam solatnya, baginda menangis. Air matanya mengalir deras. Baginda terus beribadah hingga sahabat Bilal mengumandangkan azan Subuh. Baginda masih menangis saat Bilal datang menemuinya. ”Mengapa tuan menangis?” tanya Bilal. ”Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosa tuan baik yang lalu maupun yang akan datang?”

Nabi SAW menjawab, ”Bagaimana aku tidak menangis, telah diturunkan kepadaku malam tadi ayat ini, ‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (Ali ‘Imran: 190-191).

Selanjutnya Rasullullah bersabda : “Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya”(3)

sahabatku yang dirahmati Allah

Hanya mereka yang mau berpikir yang mampu melihat dan kemudian memahami tanda-tanda kebesaran Allah, serta keajaiban dari obyek dan peristiwa-peristiwa yang Allah ciptakan. Mereka mampu mengambil sebuah kesimpulan berharga dari setiap hal, besar ataupun kecil, yang mereka saksikan di sekeliling mereka. betul tidak ?

ketahuilah kawan bahwa berfikir berarti mengadirkan dua pengetahuan dalam hati agar dapat menghasilkan pengetahuan yang ketiga, misalnya engkau mengetahui bahwa akhirat adalah yang paling baik dan kekal. jika demikian maka wajib bagi kita untuk menggapai kemuliaan disana. tujuan dari berfikir adalah untuk menghasilkan ilmu dalam hati, dengan merenungkan keadaan dan perbuatan, maka akan menyelamatkan dirimu. jelaslah bahwa pengetahuan tadi buah hasil dari ilmu, sedangkan aplikasinya adalah buah hasil dari berfikir.(4)

Al-Auza’i pernah ditanya, “apa sebenarnya tujuan memikirkan ciptaan Allah?” ia menjawab, “untuk membaca dan merenungkannya” (5)

maka dari itu kawan, anjuran untuk berfikir, merenung, memperhatikan dan mengambil pelajaran adalah hal yang sudah tidak asing lagi dalam alquran dan hadist. karena itu menjadi kunci cahaya dan dasar bagi kunci pengetahuan makanya dengan berfikir hidup pasti bahagia, karena “berfikir itu cahaya iman” berfikirlah hidup pasti bahagia”

munajat ;

ya Rabb penguasa kehidupan, seharusnya kami merenung, seharusnya kami berfikir bahwa mestinya kami senantiasa bergantung kepadamu, mestinya kami senantiasa berharap padamu, maka jadikanlah kami manusia-manusia yang selalu butuh kepadamu, mau berharap kepadamu dan juga engkau perhatikan.

ya Rabb, atas kejadian yang menimpa diri kami, atas segala kejadian yang sudah berlalu dan atas kesalahan pada masa mendatang yang sangat mungkin terjadi, kami memohon keluasan ampunan dan kebijaksanaan maaf darimu, tuntunlah kami selalu dalam ridhomu…

sumber rujukan ;

(1) Imam Al-Ghazali dalam kitab al-Insanun ‘Arifun ‘Indahu Ruhul ‘Adhim.
(2) ibnu abi syaibah, al mushannaf(7/190); hanad, az zuhud (2/468); hilyah auliya (1/290); as suyuthi, ad durr al manstsur (2/409)
(3) Adiy, al kamil (5/317); tafsir ibnu katsir (1/4)
(4) imam alghazali, ihya ulumuddin bab tafakur
(5) abdurahman bin amr bin muhammad al auza’i, hilyah al- auliya (6/135)

semoga bermanfaat.
bekasi, 21 Rajab 1436 H

Iklan