Mata kuliah Proses Produksi II with H. Ahsan. ST,.MT
Universitas Islam 45 Bekasi

ABRASIVE JET MACHINING (AJM)

Definisi Abrasive Jet Machining

Abrasive jet machining adalah sebuah proses pemesinan yang menggunakan bahan abrasive yang didorong oleh gas kecepatan tinggi atau air bertekanan tinggi untuk mengikis bahan dari benda kerja. Kegunaannya meliputi pemotongan bahan panas-sensitif, rapuh, tipis, atau keras. Khusus digunakan untuk memotong bentuk yang rumit atau bentuk bentuk tepi tertentu.

Prinsip Kerja Abrasive Jet Machining

Pemindahan material terjadi karena tubrukan dari partikel-partikel abrasive yang halus. Partikel-partikel ini pindah dengan aliran udara (atau gas) berkecepatan tinggi. Dalam proses AJM, jet udara kering berkecepatan tinggi yang berisi partikel-partikel abrasive menghantam benda kerja di titik yang diinginkan saat pemotongan dan proses permesinan berlangsung. Gas-gas ini bereaksi sebagai medium pembawa partikel-partikel abrasive. Kecepatan abrasive jet bisa berbeda antara 150 dan 300 m/dtk

Image result for abrasive jet machining adalah

Bahan yang bisa di Download

Abrasive Jet Machining

– Abrasive Jet Machinig 2

Bahan dikikis oleh partikel abrasif halus, biasanya sekitar 0,001 di (0,025 mm) diameter, didorong oleh cairan kecepatan aliran tinggi, gas umum adalah udara atau inert gas . Tekanan untuk gas berkisar 25-130 psig (170-900 kPag) dan kecepatan bisa setinggi 300 m / s.

Bagian -Bagian AJM

  • Gas Bertekanan
  • Abrasive feeder(vibrator)
  • Machining Chamber
  • AJM Nozzle

Bahan Abrasive yang sering dipakai

  • Oksida aluminium(Al2SO3)  (untuk aluminium dan kuningan),
  • Karbida silikon (SiC) (untuk baja tahan karat dan keramik),dan
  • Butiran gelas (Glass bead) (untuk pemolesan).

Aplikasi Abrasive Jet Machinig:

1. Pembuangan ( flash, parting line, lem, cat.)

2. Deburring, polishing benda dari plastik, nylon, teflon.

3. Pembersihan area sulit rongga cetakan logam.

4. Pemotongan tipis benda dari kaca, refraktori, keramik, mika.

5. Memproses permukaan dg mutu tinggi.

6. Reproduksi, penandaan, pemburaman permukaan kaca

Kelebihan :

–  Kemampuan meraut bahan getas, tipis dan daerah sulit.

–  Sedikit panas   (surface damage turun)

–  Material removal rate (MRR) bagus

–  Investasi dan konsumsi daya rendah

Kekurangan :

–   Terbatas untuk bahan getas

–   Perlu proses lanjut kalau terjadi sticking (penempelan)

–   Akurasi rendah

–   Nozzle cepat aus, polusi ­­ debu dan suara

Variables :

  • Carrier gas                       ·   Mixing ratio
  • Jenis abrasive                  ·   Bahan benda kerja
  • Ukuran abrasive             ·   Stand off distance
  • Jet velocity                        ·   Desain nozzle

Variabel-variabel yang mempengaruhi kecepatan material dan ketelitian pemesinan dalam proses ini adalah sebagai berikut:

  1. Gas pembawa.
  2. Tipe abrasif.
  3. Ukuran butiran abrasif.
  4. Kecepatan jet abrasif.
  5. Jumlah rata-rata partikel abrasive per satuan volume gas pembawa.
  6. Material benda kerja.
  7. Stand off.
  8. Desain nosel.
  9. Bentukl pemotongan.
Iklan