mengadubismillahirahmanirahim

sahabatku yang dirahmati Allah, kita masih dengan kabar gembira dari Allah dan Rosulnya, tentang kemurahan Allah, kemurahan Allah swt agar kita selalu menjadikan Allah tumpuan harapan kita, sehingga kita selalu berharap dan berharap besar dan berprasangka baik kepada Allah swt. sahabat kadang kita meninggalkan  yang baik untuk mendapatkan yang terbaik/lebih baik namun seringkali Allah berkata lain boleh jadi yang terbaik itu bukan yang terbaik, boleh jadi yang baik itulah yang terbaik. ketahuilah setiap orang memang beum tentu baik, namun selalu ada kebaikan pada diri seseorang, maka jangan terlalu cepat menilai, sehingga penilaian kita malah mengakimi orang baik yang baik dihadapan Allah, memang begitulah, kita harus menyadari semakin kita mencari kesempurnaan semakin pula tak akan mendapatkannya. karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yg ada hanyalah keihklasan hati untuk menerima semua kekurangan, untuk itulah mengadulah pada Allah, ya Allah…ya Allah, ya Allah,…  sungguh Allah maha mengetahui sedang kita tidak mengetahui,

sebuah kisah yang pernah dikisahkan oleh al habib munzir almusyawwa.

Dalam riwayat lainnya Kitab Mukasyafah Al Qulub oleh Imam Al Ghazali, ketika seorang pria senang dengan seorang wanita. Ingin dekat dengannya dan ingin lebih dari itu. Di ikutilah kemana wanita ini pergi. Sewaktu – waktu wanita ini ingin pergi ke tempat yang jauh (kalau zaman dahulu namanya kafilah) kalau sekarang pakai bus atau kereta api atau pesawat atau kapal laut. Ini dengan kafilah (rombongan), wanita ini ikut ia juga ikut.

Di Suatu malam yg sepi, banyak orang sudah tidur. Perempuan ini belum tidur, didekati olehnya. (lalu) Kenalan, dan mulai hal yang lebih (dekat). wanita itu pun berkata “sebentar – sebentar saudaraku sebelum kita teruskan kemauan kita”, kata sang wanita “lihat dulu apa semua orang sudah tidur”.

Pria (itupun) dengan senangnya kesana – kemari “dan (melihat) semua sudah tidur”. Wanita berkata “apa ada yang melihat kita?”, “tidak ada yang melihat, semuanya sudah tidur (jawab laki-laki td)”.

Wanita itu berkata (lagi) “apakah Allah tidur ?”, pria itu pun kaget dan ia berkata “Allah tidak tidur”. Lalu wanita itu berkata “apakah Allah tidak melihat ?”, pria (itu) semakin terdesak dan ia menjawab “Allah melihat”, “

lalu kau mau terus berbuat dan Allah (terus) melihatmu ?”.
Pria itu menangis dan berkata “aku bertaubat pada Allah Swt”.

Berapa minggu kemudian terdengar kabar oleh sang wanita bahwa pria itu wafat. Ia mimpi didalam tidurnya jumpa dengan pria itu didalam kenikmatan.
“(kemuliaan). Engkaukah pria yang jumpa di malam itu? hampir saja kita berbuat dosa dan tidak jadi”, “iya betul”. “Kok sekarang kau begitu mulianya setelah kau wafat?”,

ia berkata “terima kasih wahai wanita sejak kau menegurku itu, aku bertaubat pada Allah dan Allah membimbingku pada kemuliaan”.

sahabatku yang dirahmati Allah.

musibah yang paling besar adalah ketika kita tidak mengetahui kesalahan kita, atau kita mengetahui kesalahan kita namun enggan untuk beranjak pergi darinya, sedang yang paling tahu diri kita (aibmu) adalah Allah, Lalu dirimu sendiri, Lalu orang terdekatmu, Maka jalan yang terbaik adalah memohon ampunan dan mintalah petunjuk kepada-Nya.

seorang ulama salaf berkata ; “jika kamu bermunajat, janganlah meminta sesuatu yang mustahil, seperti meminta agar rembulan terbelah menjadi dua atau matahari terbit dari barat dan sebagainya”. semua itu melampui batas dan bagian dari sifat tercela, sikap yang demikian itu sungguh kurang sopan dihadapan Allah.

begitu pula, tehadap ambisi dan semangat, hendaknya jangan sampai engkau melampaui batas. renungkan dan pikirkan, jika melampaui batas berarti angan-angan dan harapanmu hanyalah sesuatu yang mustahil. itu sama saja dengan bermimpi. sesungguhnya mewujudkan sebuah impian merupakan dambaan dan harapan setiap orang, jika berhasil maka akan bahagia. inilah yang disebut dengan sukses. ia menjadi percaya diri dan semakin bersemangat untuk memacu diri lebih maju lagi,.

namun jika impian dan keinginanmu itu terlalu tinggi sulitlah untuk diwujudkan. sulit untuk kau capai. dirimu justru akan kepayahan dan terpelanting di tengah jalan. akhirnya kecewa, sedih, lelah dan merasa gagal kemudian engkau berputus asa terhadap impianmu yang tak tercapai.

Allah memerintahkan dan memberi tanggung jawab kepada hambanya telah diukur dengan kemampuan mereka, dia tidak akan memberikan beban yang melebihi batas kemampuan kita.

sahabatku, mengadulah kepada  Allah, Bukan mengadu kepada orang-orang yang tak mengetahui engkau sebenarnya. Karena dirimu (aibmu) tak benar-benar ia ketahui, Ketika mengadu kepada Allah jiwapun senantiasa jujur akan diri sendiri. Namun ketika mengadu kepada yang tak mengetahui dirimu (aibmu), Maka nasihat dan dukungannya pun hakikatnya tak mampu membuat dirimu menjadi  lebih baik.

Maka banyak-banyak mengadulah kepada Allah agar mulia, dalam hal apapun sekecil apapun. banyaklah mengadu “ya Allah aku ingin menjadi baik ya Allah, ya Allah bimbinglah diriku ya Allah” ya Allah aku ingin menjadi hamba yang taat ya Allah, ya Allah aku ingin menjadi Ahli sholat ya Allah” yakinlah suatu saat do’amu akan diijabahi oleh Allah, jangan menjadi hina karena mengadu hanya kepada makhlukNya. Setiap kali jiwamu merasa sempit, jangan mengadu kepada manusia, mengadulah sebagaiman yang diucapkan seorang nabi :

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (Al Anbiya: 83)

Doa ini adalah doa Nabi Ayub alaihis salam, beliau mengadu kepada Allah dalam keadaan sakit, dan kemudian keluarga beliau meninggalkan beliau. Kemudian Allah pun mengabulkan doa beliau, Allah ganti dengan yang lebih baik

sahabatku, “Orang yang pada pagi hari dalam keadaan bersedih karena urusan duniawi bisa  dikatakan telah membenci Rabbnya, sebab hal ini mencerminkan bahwa dia tidak ridha dengan qada’ Allah, tidak bersabar atas cobaan-Nya, dan tidak beriman atas qadar-Nya, padahal semua yang terjadi di dunia ini adalah atas qadha’ dan qadar Allah.

kenapa begitu ?

Alasan utama mengapa masih banyak diantara kita yang selalu merasa kesepian,bukan karena kita jauh dari manusia atau tidak ada teman sahabat untuk berbagi cerita (curhat), Tapi karena kita jauh dari sang pencipta “Allah (Al-Khaliq)”.  semakin kita jauh dari Allah, semakin jauh pula kebahagian menghampiri kita, memang dunia dengan segala isinya mampu menyilaukan mata, namun kebahagian hakiki tetap hanya satu jalannya yaitu dekat dengan Robby izzati..

Oleh karnanya berusahalah setiap waktu mendekatkan diri kepada-NYA, mengadulah pada Allah jadikan Allah Ta’ala sebagai Tempat bersandar dan memohon segala permintaan, Sungguh tidak ada tempat yang kokoh lagi kuat kecuali hanya kepada-NYA.

sahabatku yang aku sayangi karena Allah.,
sungguh Allah selalu menyimpan yang lebih baik. maka tak perlu kau risau dengan segala problematika yang sedang kau hadapi, tak perlu bersedih telalu lama kehilangan orang yang engkau cintai, tak perlu mengeluh dengan sakit yang kau rasakan, serahkan semuanya pada Allah, pasrahkan pada Allah, mintalah pertolongan Allah. karena dunia dengan segala isinya ini milik Allah, dunia dengan segala yang dibawanya adalah ciptaan Allah, mohonlah petunjuknya, mohonlah ridhonya, mengadulah pada Allah…ya Allah…..

sahabat…..
Kamu melihat aku kuat,

Hakikatnya aku lemah,
Kamu melihat aku baik,
Hakikatnya aku hina,
Kamu melihat aku tersenyum,
Hakikatnya aku menangis,
Saat kamu bilang aku ini sempurna,
Aku menangis bersujud pada-Nya,
Bukan karena aku merana,
Tetapi karena aku malu,
Malu pada diriku,
Malu pada kamu,
Malu pada DIA, rabb-ku,
Aku ini bukan seperti yang disangka,
Aku juga manusia,
Betapa ku mencoba semampuku,
Berjihad melawan nafsuku,
Aku juga seperti kamu,
Imanku pernah ternoda,
Hatiku juga pernah digoda dunia,
Lihat, kita serupa bukan?
Lihat, kita sama bukan ?

Jadi berhentilah memandangku mulia,
Allah itu senantiasa membolak balikkan hati kita,
Jadi ayuklah kita saling bersatu,
Ayuk saling beringingan bersama…
Kamu membimbingku, aku membantumu..
kamu menasehatiku, aku menasehatimu…
bersama-sama menuju kemuliaan

bersama-sama meraih ridho-NYA
Bersama sama meminta jannah-Nya

sahabatku, 
Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha- Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)

Kenapa baginda Rosullullah saw memberitahukan kepada yang susah yang miskin, yang sakit, yang dalam musibah, kalau kamu tahu apa yang Allah sediakan bagimu di akherat, tentu sepanjang hidup ingin selalu hidup miskin, dalam keadaan susah, dalam keadaan sakit dan sebagainya. agar supaya manusia itu bila menghadapi masalah tidak memandang sebagai masalah, nabi tidak mengajarkan bila sedang menghadapi musibah, sakit, dan masalah tidak memandang sebagai itu saja, lihatlah kebaikan dibalik masalah yang kamu hadapi. kalau kita tahu apa yang Allah simpan yang tak nampak terhadap perkara susah yang tengah kita hadapai, kalau kita bersabar tentu akan minta kepada Allah hidup dalam musibah dan masalah karena apa yang disimpan itu perkara besar yang baik.

***”kalau permintaanmu yang kamu minta kepada Allah tak kunjung tiba, maka hendaklah engkau merasa nyaman. karena yang disimpan oleh Allah adalah perkara yang baik, dengan tidak diberi apa yang kamu minta, tersimpan rahasia yang terbesar yang Allah hendak bagi kepadamu, biasakanlah merasa nyaman dengan tidak diberi, karena yang disimpan dengan kita merasa nyaman saat tidak diberi lebih baik dari apa yang kita dapat kalau diberi”

dengan pemberian yang Allah hendak bagi, yang disimpan yang lebih baik, kalau kita ridho dengan tidak diberi, orang yang bijak akan memilih pemeberian yang besar daripada yang kecil, sebab ridho adalah sifat orang-orang yang kembali pada Allah, kalau dihati mengusik perbuatan -perbuatan baik yang pernah kita lakukan namun masih tidak diberi Allah, kalau hal semacam ini bermain pada hati dan perasaanmu, maka kau telah berburuk sangka kepada Allah karena segala yang kau minta tidak diberi Allah swt, kamu mengatakan telah banyak berbuat baik… maka bangkitlah dirimu dari kelalaian kamu sendiri dan tetaplah berdiri dipintu harapan dan jadikan pintu harapan tempat senantiasa kamu berharap kepada Allah swt.

***petikan kalam habib ali bin muhammad bin husain Alhabsyi yang diuraikan Alhabib ali zainal Abidin, malaysia

sahabatku, mengakhiri pembahasan kali ini, mari terus berprangsangka baik kepada Allah, terus mengharap ridho Allah, yakinlah allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita, yakinlah Allah pilihkan yang baik baik, yakinlah Allah akan mengampuni semua kesalahan kita, yakinlah akan semua itu… jangan berputus asa dengan rahmat Allah yang begitu besar, jangan berprasangka tidak baik pada Allah,

sahabat.
Mengadulah hanya kepada Allah

Jika Engkau Sedih kembalilah pada Allah
Jika Engkau Gelisah Kembalilah pada Allah
Jika Engkau Galau kembalilah pada Allah

Jika Engkau Bimbang Kembalilah pada Allah
Jika Engkau Berdosa kembalilah Pada Allah
Jika Engkau SENANG kembalilah Allah
Seringlah menyebut nama Allah
Ya Allah, ya Allah, ya Allah….
Agar Allah selalu mengigat dan mengasihimu….
Agar Allah mmberikan jalan kemudahan kepadamu,..

اللّهمّ لك الحمد واليك المشتكى وانت المستعان ولاحول ولاقوّة الاّبالله العلى العظيم

“Allahumma lakal hamdu wa ilaikal musytaka, wa antal musta’an, wa laa hawla wala quwwata illa biLlahil ‘aliyyil ‘adzim.”

Artinya:  Ya Allah segala puji bagi-Mu. Kepada Engkaulah aku mengadu, dan hanya Engkau yang bisa memberi pertolongan. Tiada daya (untuk menjauhi maksiat), dan tiada kekuatan (untuk taat), kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.'” (doa nabi musa ketika dikejar bani israil)

“Mengapa mencintai sesuatu yang bakal pergi, mengapa mengejar sesuatu yang cuma pasti mimpi, mengapa memimpikan sesuatu yang bukan untuk dimiliki, carilah sesuatu yang kekal abadi, yaitu ridho illahi, karena itulah sebaik baiknya tempat kembali…”

semoga tambah sabar, tambah ikhlas, dan qona’ah, memang begitu apa yang kita inginkan tidak semua harus dimiliki…#kyaiku

munajat ;

ya Allah, kami sadar bahwa salah satu penyebab kerusakan irama kehidupan kami adalah karena keinginan yang dipaksakan dan kebutuhan yang didasarkan pada nafsu..

ya Rabb, demi kebahagian dan ketenangan sejati, hembuskanlah sikap qona’ah, sikap menerima dihati kami agar bisa menerima kehidupan ini apa adanya. dan demi apa yang dinamakan kenikmatan menurut sisiMu, ajarkanlah kami untuk memiliki sikap sabar dalam proses pencarian rizeki dan keringanan untuk berbagi..

ya Allah, kenapa begitu mudah kami melakukan maksiat ya Allah, kenapa susah untuk melakukkan taat ya Allah, ya Allah jadikanlah kami ahli taat, jadikanlah kami ahli sholat, Jauhkanlah kami dari maksiat, jadikanlah kami hamba-hamba yang bermanfaat…ya Allah..

ya Rabb, kebutuhan dan keinginan pada diri kami sering kali tidak terkendali, tapi bila engkau berkehendak dan juga rahmatmu, kami yakin bisa mengendalikan diri…. tuntun kami ya Allah, tuntun kami kejalan yang engkau ridhoi

bekasi, 5 Ramadhan 1436 h

semoga bermanfaat.

Iklan