cinta-allahBismillahirahmanirahim
Sahabat semua yang dirahmati Allah. Sungguh alangkah bahagianya jika seseorang berhasil meraih dan menggapai cinta terlebih cinta Allah swt. Sebab, bila seseorang berhasil mendapatkan cinta Allah, maka hidupnya akan dituntun dan dibimbing oleh Allah swt. Allah akan membimbing penglihatannya tatkala dirinya melihat; Allah akan membimbing pendengarannya, manakala ia mendengarkan. Allah akan menuntun langkahnya kejalan yang diridhoinya dan apapun yang menjadi milik Allah akan mendekati ia, Sebaliknya, betapa menyakitkan bila kita merasa mencintai dan dicintai oleh Allah, akan tetapi cinta kita hanya bertepuk sebelah tangan, cinta kita palsu. Kita merasa mendapatkan kecintaan Allah, akan tetapi sebenarnya kita tidak pernah mendapatkan kecintaan dari Allah swt. adakah yang seperti itu ?

sebuah kisah menarik mengawali artikel ini…. semoga bisa diambil manfaatnya.

Pada zaman Al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad  Al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi Al-Syafie (Pengarang Maulid diba’i)di kala waktu siang Al-Imam ingin berziarah ke makam Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dari kota Yaman ke kota Madinah bersama para sahabat dan jama’ah nya.

Ada seorang anak kecil yang ingin sekali melihat makam Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.
Al-Imam  menanyakan kepada salah satu sahabatnya :Ini anak siapa ? Apa yang ia lakukan ?Salah satu sahabatnya mengatakan : Ia ingin ikut perjalanan kita ya Imam, Lalu Al-Imam itu menjawab “Tidak boleh..!!

karena perjalanan ini sangat jauh… dari kota Yaman sampai Madinah menempuh jarak 4 hari sampai 1 minggu. Perjalanan itu pun naik kuda,

Lalu anak kecil itu pergi karena tidak diizinkan oleh Al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin.

Akan tetapi waktu dalam perjalanan menuju kota Madinah itu, anak itu diam-diam ikut dan bersembunyi di bawah kereta kuda sang imam tersebut.

Dalam perjalanan, ia tidak makan dan minum selama 1 minggu perjalanan karena dia begitu mencitai Rasulullah dan sangat ingin sekali melihat makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Dan setelah satu minggu, rombongan tersebut sampai di  kota Madinah. Tiba-tiba ada seorang sahabat yang berteriak: Ya Allah… ini anak kecil yang kemarin di larang olehku untuk ikut bersama kita,

tetapi ia pun ikut bersama kita. Aku tidak melihat anak kecil ini selama perjalanan.” Kemudian anak kecil itu pun langsung berlari, lalu mengambil debu dan menyirami debu ke wajahnya sampai tidak bisa bernafas dan meninggal di kota Madinah.

Ia belum sempat berziarah ke makam sayyidina Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam karena sangat gembira hatinya sudah sampai di Kota Sang Nabi.

Al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin- pun menangis melihat anak kecil ini yang begitu mencinta Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Kemudian di sepakati oleh rombongan dan Imam untuk menguburkan anak itu di kota Madinah. Lalu beberapa hari Al-Imam berada di kota Madinah dan sempat menziarahi makam anak kecil tersebut.
Subhanallah.!! Ia melihat makam anak kecil tersebut bergeser mendekati makam sayyidina Muhammad sallallahu’alayhi wa sallam. Sampai sekarang pun makam tersebut masih ADA dan makam tersebut ada di seberang Masjid Nabawi.

Al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad Al-Syaibani al-Yamani Al-Zabidi al-Syafie-

menangis di dalam rumahnya.

Beliau berkata :  Aku ini adalah seorang Imam, tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang begitu mencintai Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam’.

Dan sang Imam pun menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya..

adakah cinta kita sebesar cinta anak kecil itu, begitu mencintai Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam’. manusia termulia yang paling dikasihi Allah swt.

==

sahabat semua yang baik. 
Bagaimana cara mendapatkan cinta Allah ?.

Cinta Hamba kepada Tuhannya dan cinta Allah terhadap hambaNya mensyaratkan ketundukan (Tawajuh) hati manusia dan seluruh perangkat fisiknya pada segala sesuatu yang diridlai Tuhannya. Allah SWT berfirman.

Diantara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan dari selain Allah. Mereka mencintai tandingan-tandingan itu seperti mencintai Allah. Adapun orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah  dan teramat kuat (Qs. AL Baqarah : 165)

Syaikh Abdul Qodir Aljailani Rah.a. mengatakan bahwa setiap orang mukmin dalam semua keadaannya harus mempunyai dari salah satu 3 hal berikut :

  1. Perintah yang dilaksanakannya
  2. Larangan yang dijauhinya
  3. Qadar yang diridhoinya

Keadaan seorang mukmin paling tidak harus mempunyai salah satu dari ketiganya. untuk itu seyogyanya dia menyibukkan hatinya dengan memikirkan salah satu dari ketiga hal tersebut merenungkannya dalam jiwanya. kemudian menyuruh anggota tubuh untuk melaksanakannya dalam semua keadaan. alangkah indahnya jika hati seorang mukmin selalu dikaitkan dengan Allah, selalu disandarkan dengan Allah, selalu dijaga untuk Allah

Allah Ta’ala berfirman, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran [3] : 31)

dalam tafsir Ibnu Katsir  dijelaskan Ayat ini merupakan pembukti, “Siapa saja yang mengaku mencintai Allah swt, namun ia tidak berjalan sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, maka orang tersebut hanya berdusta saja. Dirinya diakui benar-benar mencintai Allah, tatkala ia mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam, baik dalam perkataan, perbuatan, dan persetujuan beliau shallallahu’alaihi wa sallam.” Jika teruji bahwa ia benar-benar mencintai Allah, yakni dengan cara menjalankan seluruh ajaran Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, maka Allah akan balas mencintai orang tersebut.

Para ahli hikmah telah menyatakan,”Perkara yang hebat bukanlah kamu [merasa] mencintai Allah, akan tetapi, kalian benar-benar dicintai [oleh Allah swt].

kenapa Waliyullah (orang yang dicintai Allah ) mendapat keistimewaan luar biasa dari Allah ?

karena sebelum mereka menjadi wali-wali Allah Ta’ala, bukan lantaran karena mereka banyak sholatnya, tetapi mereka lebih mengutamakan tiga (3) sifat, yang dijadikan ibadah unggulan dalam menyambung sebuah ikatan bathin yang erat kepada Allah. Alhabib Zein Bin Sumaith berpesan, hendaknya 3 sifat ini, kita semua bisa mengamalkannya :

1. JIWA YANG TENTERAM : Hal ini menjadi penyelamat pada jiwa yang lain, orang lain merasa aman terhadap dirinya, dimanapun ia berada selalu mengutamakan keselamatan manusia.

2.SELAMATNYA HATI: Hatinya selalu terjaga dari segala penyakit hati yang bisa mengotori akal fikiran dan tindakan.

3. JIWA PEMAAF: Hatinya selalu terbuka untuk memaafkan kepada seluruh muslim.

jika seseorang ingin meraih dan mendapatkan kecintaan dari Allah swt, kita mesti berbuat dan berperilaku sesuai tuntunan Islam. Jika kita berjalan sesuai dengan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, tentu kita akan dicintai oleh Allah swt. Sebaliknya, meskipun kita merasa mencintai dan dicintai Allah swt, kita tidak akan mendapatkan kecintaan dari Allah swt, selama tidak berjalan sesuai dengan ajaran Rosulullah hallallahu’alaihi wa sallam . sungguh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam adalah pribadi yang mempunyai jiwa yang tentram, sunguh hatinya bercahaya, sungguh beliau shallallahu’alaihi wa sallam adalah jiwa yg pemaaf.

sehingga tercapailah tujuan hidup seorang Muslim yaitu memperoleh cinta Allah, mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diperkenankan memasuki surga-Nya. Tujuan ini akan tercapai hanya jika ia menjalani hidup secara mulia, baik sebagai hamba Sang Khalik maupun sebagai makhluk sosial, sehingga wafat dalam keadaan husnul khatimah.

syaikh Abdul Qodir Aljailani Rah.a mengingatkan kembali dalam kitab Futuhul Ghaib ;

Apabila kamu taat kepada Allah swt dengan kezuhudanmu didunia dan usahamu untuk mendapatkan akherat, engkau akan termasuk dalam golongan orang-orang khusus bagi Allah swt, ahli taat dan cinta kepada Allah Swt. engkau akan mendapatkan akhirat, yaitu balasan berupa syurga dan berada dekat disisiNYA, Dunia akan melayanimu dan bagianmu akan mendatangimu dengan sendirinya yaitu bagian yang telah ditentukan bagimu. Karena sesuatu itu mengikuti Dzat yang telah menciptakannya dan menjadi junjungannya, Yaitu Allah SWT. Apabila kamu bersibuk dengan dunia dan berpaling dari Akherat maka Allah akan murka kepadamu. engkau akan kehilangan akherat dan dunia akan meninggalkanmu, akan membuatmu sulit dan memayahkanmu dalam proses mengantarkan bagianmu itu karena kemurkaan dan kemarahan Allah Swt kepadamu. karena dunia adalah hak milik Allah. Dunia akan menghinakan dan merendahkan orang orang yang ingkar kepada Allah dan memuliakan orang yang taat kepadaNYA, pada saat itu nyatalah sabda Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam ” Dunia dan Akherat adalah dua hal yang menyakitkan, apabila salah satunya ridho kepadamu maka yang satunya murka kepadamu”

sahabat semua yang dicintai Allah.

Karena sebuah kecintaan yang begitu mendalam akhirnya si anak kecil itu dekat dengan orang yang dicintainya Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam, orang yang begitu dicintai Allah SWT. Beliau shallallahu’alaihi wa sallam, telah diamanahkan oleh Allah untuk menyampaikan hidayah-Nya kepada umat manusia agar kita mendapat rahmat-Nya. Bagindalah orang yang paling berjasa menyelamatkan kita daripada kegelapan (kekufuran dan syirik) kepada cahaya terang benderang (Islam dan hidayah). Bagindalah yang telah membimbing kita untuk menuju kebahagian hakiki di dunia dan di akhirat. apakah cinta kita sudah besar untuk beliau shallallahu’alaihi wa sallam, sehingga akhirnya kita mendapatkan cintanya Allah.

Sahabatku yang mulia, mungkin banyak orang mengaku dicintai dan mencintai Allah, tanpa menyadari kalau sesungguhnya Allah tidak suka kepadanya, bahkan murka padanya; yaitu orang yang sering bermalas-malasan dan lalai melaksanakan kewajibannya kepada Allah, orang yang tak mencintai Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam.  karena Hakikat sederhana untuk meraih cinta Allah adalah melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya juga tunduk dan mengikuti kekasihnya Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Ibarat seseorang yang mencintai lawan jenis, ia harus menunjukkan cintanya dengan bergegas dan terbukti nyata yang masuk akal. begitupula dengan cintanya Allah berapa kali kita menyebutnya ? berapa kali kita menyebut kekasihnya Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam. ? adakah benar-benar cinta atau pengakuan semata sehingga berakhir murka,

Diriwayatkan dalam sebuah hadist :

“Telah datang seorang laki-laki kepada Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam, lalu ia berkata kepada beliau “Aku mencintaimu karena Allah Azza wa Jalla” Maka beliau bersabda ” Jadikanlah musibah sebagai pakaianmu, jadikanlah kefakiran sebagai pakaianmu”

sungguh berat untuk mendapat cinta Allah, cinta Rasulullah. karena syarat orang mencintai adalah mengikuti dan setia kepada orang yang dicintainya. sahabat abu bakar RA membuktikan cintanya kepada Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam dengan rela menginfakkan seluruh hartanya kepada beliau serta setia menemani beliau. ia mengikuti sifat beliau dan ikut dalam kefakiran bersama beliau, ia mengikuti beliau secara lahir dan batin dalam keadaan rahasia maupun dilihat orang. sedangkan keadaan kita ?

mengaku mencintai Allah, mengaku mencintai Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam. namun seringkali menyembunyikan harta kita untuk berjuang dijalannya. terlalu enggan untuk menolong sesama, lupa bersyukur dengan semua yang diberinya. lalu menginginkan kedekatan kepadaNYA dan mendapatkan CintaNya, berfikirlah yang masuk akal, Malulah… cintamu itu dusta, karena orang yang mencintai itu tidak akan menyembunyikan sesuatu dari kekasihnya bahkan ia mementingkan sang kekasih diatas segala sesuatu.

lalu bagaimana dengan kita ?

“Persoalannya bukan apakah kamu menyintai Allah, tapi apakah Allah menyintaimu” (Gusmus)

semoga artikel sederhana ini bisa bermanfaat, dan renungan bagi kita semua agar benar-benar bisa mencintai dan dicintai Allah dengan sebenar-benarnya Cinta.

Ya Rabb, Ajarilah kami untuk bisa mencintaimu dan mencintai Rosulullah shallallahu’alaihi wa sallam dengan cinta yang sebenar-benarnya cinta.

semoga bermanfaat.
Bekasi, 24 Januari 2016

 

Iklan