niatbismillahirahmanirahim

“Peliharalah dan perbanyaklah niat yang baik, karena seseorang tidak akan mati sehingga dia selesaikan apa yang dia niati”

Sabda Nabi صلى الله عليه واله وصحبه وسلم, kalau seorang manusia berharap kepada manusia yang lain, dan orang yang dia harapkan itu tidak menunaikan apa yang dia harapkan, maka Allah سبحانه وتعالى akan memutuskan harapan orang itu dari Allah سبحانه وتعالى pada hari Akhirah kelak.

Bagaimana pula kalau seseorang itu berharap sepenuhnya kepada Allah سبحانه وتعالى? Tahun lalu dia sholatnya kurang dan tahun ini dia akan shalat 5 waktu sehari semalam, dulu pelit maka tahun ini dia ingin menolong orang susah, selalu solat sunat witir 3 rakaat maka tahun ini InshaAllah 11 rakaat shalat sunat witir dan semua itu hanyalah semata mata Lillahi ta’ala.

Inilah niat yang baik dan dia tidak akan mati sehingga dia selesaikan semua niatnya itu. InshaaAllah. Meskipun kamu tidak mampu, tetapi kamu akan dapat pahala sebagaimana orang yang telah melakukan hal yang kamu maksud. Misalnya kamu berniat, kalau saya ada rezeki saya harus bangun madrasah madrasah Tahfidz di sini dan di sana. Meskipun itu diluar kemampuan kamu tapi kamu akan dapat pahala sebagaimana mereka yang telah bangun madrasah tahfidz itu.

Inilah Kemuliaan dan Rahmat Allah سبحانه وتعالى. Allah Sangat Pemurah. Kalau kita pemurah, Allah Yang Maha Pemurah. Niatlah yang baik. Karena itu Para Salafus Solehin mengatakan, Telah sukses dengan derajat yang tinggi disisi Allah سبحانه وتعالى Solehin dari Umat Nabi Muhammad صلى الله عليه واله وصحبه وسلم karena niat mereka.

Marilah kita sama sama bertaubat kepada Allah سبحانه وتعالى atas kesalahan kita yang lalu dan bersiaplah menghadapi tahun baru ini dengan banyak niat. Buatlah 1000 niat. Tulis niat kamu. Kalau malas tulis diatas kertas, tulislah niatmu di dalam hati, nanti Malaikat Allah yang tuliskan untuk kamu. Karena niat kita yang banyak ini, Allah سبحانه وتعالى akan murahkan rezeki kita.

Ada seorang yang saleh di Hadrawmot baru saja meninggal dunia, sekitar 60 tahun yang lalu. Dia seorang yang biasa dan faqir disisi manusia. Tapi SubhanaAllah dia selalu menulis niatnya di atas sehelai kertas sebelum dia tidur. Macam macam manfaat dia ingin buat sedang ketika itu dia sangat miskin tapi dia maksud dengan penuh tekad.

Setiap hari sebelum dia tidur harus dia ambil sehelai kertas dan tulis niatnya. Mashaallah dia ini sangat rajin tulis niat. Sampai satu hari dia meninggal, meninggal dalam keadaan faqir miskin, tidak ada apa apa peninggalan harta untuk anak dan cucunya. Setelah beberapa hari kematiannya, putranya yang kecil menemukan sebuah kitab atau catatan milik ayahnya, nama catatan itu adalah NIAT.

Dia baca semua isi catatan itu, banyak sungguh banyak dan terlalu banyak niat ayahnya. Kemudian dia bawa catatan itu tunjuk kepada ibunya, ibunya mashaAllah Solehah dan berkata, kamu tidak perlu lagi buat niat, karena ayahmu telah buatkan niat untuk kamu, kamu pasanglah niat atas niat ayah mu, mudah mudahan InshaAllah Allah murahkan rezeki kamu dan tunaikan semua niat ayahmu .

Kemana mana saja catatan itu harus bersamanya dan dia selalu berdoa kepada Allah سبحانه وتعالى, YaAllah jangan matikan aku sampai aku selesaikan semua hajat dan niat ayahku. Mashaallah anaknya masih kecil, hari demi hari, tahun demi tahun, sampai habis semua pengajiannya. SubhanaAllah satu hari dia berjalan dan bersilatur rahim dengan satu kelompok di Hadrawmot, mereka telah masuk ke sebuah kampung badui (orang asli), tapi daerah itu semua badui kaya raya.

Tiba tiba di desa itu ada seorang jatuh sakit, tidak sehat dan sangat lemah keadaannya, yakni kepala desa di daerah itu. Kemudian dia dan kelompoknya ziarah kepala desa itu, subhanaAllah dia teringat yang dia bawa sebotol madu asli dan kemudian diberikan kepada kepala desa itu dan dia berkata, InshaAllah madu ini syifa, dari Hadits Rasulullah صلى الله عليه واله وصحبه وسلم, minumlah madu ini dengan penuh kecintaan kepada Allah سبحانه وتعالى, mudah mudahan Allah sembuhkan penyakit kamu.

Dia dan timnya bertamu di desa itu selama dua hari. Setelah mereka ingin bertolak balik, ada seorang teman kepala desa itu tunggu mereka di tepi jalan dan berkata, kepala desa panggil kamu semua untuk makan tengahhari nanti. SubhanaAllah kepala desa itu tampak sangat sehat dan kepala desa ini sudah sangat tertarik hati dengan cara dan akhlak anak muda yang telah memberinya madu itu.

Kemudian kepala desa itu ingin dia  tinggal dengannya beberapa hari. Setelah beberapa lama kemudian, kepala desa ini ingin mengawinkan dia dengan anak perempuannya. SubhanaAllah mereka ini sangat kaya dan sangat pemurah hati, mereka sudah banyak membantu orang susah dan sebagainya. Setelah dia menikah dengan istrinya itu. Istrinya mengatakan, apa yang kamu inginkan, saya akan tolong InshaAllah. Dia pun berkata pada istrinya, saya ingin selesaikan semua hal yang ada di dalam catatan ini.
Kemudian istrinya berkata, Hak atas saya, saya akan selesaikan semua hal yang ada di dalam catatan itu.

Lihat bagaimana Allah سبحانه وتعالى menjaga niat ayahnya dan yang menunaikan niat-niat itu adalah anaknya sendiri. Niat kita banyak sehingga kadang kadang kita lupa, Tapi Allah tidak akan lupanya bahkan Allah memeliharanya sehingga tertunai niat itu pada saat dan waktu yang tepat. Kalau bukan kamu, pasti tertunai atas anak atau cucu cucu kamu InshaAllah Ta’ala ”

oleh. Sheikh Abdullah Bin Muhammad Bin Salim Al Jahaf حفظه الله تعالى

Iklan