PERFORMA SOLAR PANEL DITINJAU DARIMANA?!

Performansi Solar Panel itu seperti apa?
100wp mampu mengeluarkan 100watt darimana ?
Kenapa saat terik performa PV turun?

Well, banyak diantara kita yg tidak paham mengenai spesifikasi solar panel, meski dalam tabel dibelakang solar panel dijelaskan dengan angka-angka sekian tetap saja tidak paham, karena ada istilah-istilah yg tidak semua orang tahu. So disini meski kita sudah panjang lebar membahas solar panel, tidak salah memberikan informasi dasar mengenai apa-apa yg ada dalam tabel belakang, so kita bahas sekarang.

Darimana keluaran Watt dari solar panel berasal ?

Kalau kita teliti dengan seksama Total pengeluaran listrik (wattage) dari solar panel adalah sebanding dengan voltase/ tegangan operasi dikalikan dengan arus operasi saat ini. Solar panel dapat menghasilkan arus dari voltase yang berbeda-beda. Hal ini berbeda dengan baterai, yang menghasilkan arus dari voltase yang relatif konstan.

Jadi Watt = V x A, paham ya.
Jika voltase naik Ampere turun, maupun voltase turun ampere naik maka tentu akan berbanding lurus dengan perolehan daya watt yg bisa dihasilkan Solar Panelmu, untuk lebih mudahnya bisa lihat di layar mppt ygkalian miliki, mudah kan…

Kenapa kekuaran watt solar panel bisa naik turun ?

Karakteristik output dari solar panel dapat dilihat dari kurva performansi, disebut I-V curve. I-V curse menunjukkan hubungan antara arus dan voltase.
Gambar dibawah menunjukkan tipikal kurva I-V. Voltase (V) adalah sumbu horizontal. Arus (I) adalah sumbu vertikal. Kebanyakan kurva I-V diberikan dalam Standar Test Conditions (STC) 1000 watt per meter persegi radiasi (atau disebut satu matahari puncak/ one peak sun hour) dan dalam suhu 25 derajat Celcius/ 77 derajat Fahrenheit suhu solar panel. Sebagai informasi STC mewakili kondisi optimal dalam lingkungan laboratorium.
Jadi solar panel selalu diukur dalam STC pada suhu 25°C. Dengan angka iradian 1000 watt/M2.

Bagaimana jika solar panel digunakan pada suhu 45-60°C seperti suhu siang hari Indonesia?? Kenapa performa saat terik buruk.

Bisa saja sih, namun pasti ada sedikit koreksi.

Itu namanya koefisien suhu, yaitu fenomenanya saat suhu permukaan solar panel meningkat maka daya output dari solar panel tersebut akan ikut menurun ini kemaren dibahas oleh salah satu anggota grup. Dalam istilah lain terjadi loss power produksi solar panel
Contoh kasus saja Solar panel 200Wp yang dipasang di atap rumah berada pada suhu 55.9°C (setelah diukur)

Rumus Kehilangan daya solar panel dapat dihitung sbb :

55.9°C – 25°C = 30.9°C
30.9°C x -0,5% = 15.45%

(-0,5%/°C adalah contoh koefisien suhu Pmax dari sebuah merk tertentu)
Daya solar panel yang hilang adalah 15.45% x 200W = 30.9W
So Daya yg mampu dihasilkan ya 200W-30.9W = 169.1watt yg mampu dihasilkan solar panel dalam suhu 55° Celcius.

Jadi anda jangan teriak-teriak ngomel saat terik produksi malah tidak bagus, pv mu kepanasan. Maka dari itu perlu dilakukan langkah-langkah khusus seperti watercooling sysstem atau air cooling systrm yg mampu mencegah solar panel mengalami Overheat.

Hal- hal apa saja yg penting diperhatikan dalam tabel spesifikasi solar panel ?

  1. Maximum Power Point (Vmp dan Imp)
  2. Open Circuit Voltage (Voc)
  3. Short Circuit Current (Isc)

✓ Maximum Power Point (Vmp&Imp)

Pada kurva I-V, Maximum Power Point Vmp dan Imp, adalah titik operasi, dimana maksimum pengeluaran/ output yang dihasilkan oleh solar cell panel saat kondisi operasional. Dengan kata lain, Vmp dan Imp dapat diukur pada saat solar cell panel diberi beban pada 25 derajat Celcius dan radiasi 1000 watt per meter persegi. Pada kurva di atas voltase 17 volts adalah Vmp, dan Imp adalah 2,5 ampere. Jumlah watt pada batas maksimum ditentukan dengan mengalikan Vmp dan Imp, maksimum jumlah watt pada STC adalah 43 watt.

Output berkurang sebagaimana voltase menurun. Arus dan daya output dari kebanyakan modul solar panel menurun sebagaimana tegangan/ voltase meningkat melebih maximum power point

✓ Open Circuit Voltage (Voc)

Open Circuit Voltage Voc, adalah kapasitas tegangan maksimum yang dapat dicapai pada saat tidak adanya arus (current). Pada kurva I-V, Voc adalah 21 volt. Daya pada saat Voc adalah 0 watt.
Voc solar panel dapat diukur dilapangan dalam berbagai macam keadaan. Saat membeli modul, sangat direkomendasikan untuk menguji voltase untuk mengetahui apakah cocok dengan sepisifikasi pabrik. Saat menguji voltase dengan multimeter digital dari terminal positif ke terminal negatif. Open Circuit Voltage (Voc) dapat diukur pada pagi hari dan sore hari.

✓ Short Circuit Current (Isc)

Short Circuit Current Isc, adalah maksimum output arus dari solar panel yang dapat dikeluarkan (output) di bawah kondisi dengan tidak ada resistansi atau short circuit. Pada kurva I-V diatas menunjukkan perkiraan arus 2,65 Ampere. Daya pada Isc adalah 0 watt.
Short circuit current dapat diukur hanya pada saat membuat koneksi langsung terminal positif dan negatif dari modul solar cell panel.

Label Spesifikasi dibelakang memuat apa saja?

Semua nilai ditemukan pada kurva I-V digunakan untuk menciptakan label yang spesifik untuk setiap modul solar cell panel. Semua model ditera di bawah standar kondisi tes. Label Spesifikasi dapat ditemukan di bagian belakang dari module solar panel
Contoh.
Electrical rating at 1.000 Watt/m2
AM 1.5, Temperature Cell 25 degree Celcius
Max. Power: 43 W
Voc: 21.4 V
Vmp: 17.3 V
Isc: 2.65 A
Imp: 2.5 A
NOCT : 45 +-2°C
Nominal operation temperatur cell pada pabrikan tertentu dicantumkan dengan jelas angka temperatur yg diizinkan untuk digunakan, namun tidak semua nencamkan angka ini.
UntuK PV tier 1 malah angka ini bisa Maximum bisa mencapai 85°C hebat kan paklek. Harga memang tidak bohong.

So bagaimana performance solar panel mu, lihatlah dalam spesifikasi nya dibelakang. Jika ada yg aneh ya…mungkin PV mu anehhh yayayaya.

Gimana sudah paham kan ya…
Salamm jossss

Colek para sedulur di grup Djoe Amura Mdjms Bima’mbe Mbe Nur Harjanto Suyitno Ledeng Slamet Sutrisna Ali Mahmudi Eh Akrie Andhika Chandra Wijaya Kelvin Arkan Anas Basori Alwi Murtadho Af AfroniAf Afroni Pri Aza Ade Yuswantoro Alby Athaya Putra Pratama Andi Sinaga Slamet Riyadi Eko Setiaji Elkahfi Niko Sutan Rajo Mudo Bagus Fitri S Salim Kurniawan Fudin Safudin Giyanto Ica Solar Ediksuyanto Suyanto Sumarji Palembang Mera Tania Daniatun Vay Diaz Kriswanto Bin Warto Diharjo Fahrur Demak Deky Prasetyo George Frans Hermawan Riyadi Maz Gorro Chandra Hermawan Jumari Januar Onoy Pulsar Kenthirs Roe Khann Too David Kusnadi Lutfi Chaerul Luthor Fie Alexa Pets Yuliastono Indrawan Choir Elzastrow Bagus Fatkhurrozi M Frans T Moch Misbakhussudur Mochammad Al Farizy Rio Vian Rizky