DC Coupling or AC Coupling yg terbaik ???

Ada 4 type solar battery yang banyak dijumpai dalam instalasi PLTS diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. DC coupled systems
  2. AC coupled systems
  3. AC Battery Systems
  4. Hybrid Inverter Systems

Dalam postingan ini kita akan membahas 2 dari 4 system diatas untuk menambah wawasan mengenai system yg ada dalam PLTS yg kita geluti.

  1. DC Coupling

Secara umum proses operasi pada sistem PLTS DC coupled ini :
PV Modules –> SCC –> Baterai –> Inverter Off Grid –> Beban AC

Pada pagi – sore hari, PV modules akan mengubah energi matahari menjadi energi listrik. listrik yang dihasilkan PV modules berupa listrik DC yang tegangan dan arusnya berubah-ubah mengikuti kondisi iradians (irradiance) matahari. SCC merupakan DC-DC konverter yang berfungsi mengatur pengisian baterai dari tegangan DC dari PV yang berubah-ubah menjadi lebih stabil sehingga umur baterai tidak cepat rusak.Baterai akan menyimpan energi yang dihasilkan pada siang hari (sunny day) untuk dipakai di malam hari.Pada malam hari, inverter akan mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC untuk disalurkan ke beban. Pada kondisi dimana hanya terdapat beban DC dan tidak ada beban AC maka inverter bisa tidak dipasang dan beban bisa disuplai langsung dari baterai (bila level tegangan sama) atau dipasang DC-DC konverter (bila level tegangan berbeda).

Kelebihan

  1. Efisiensi sangat tinggi – efisiensi pengisian baterai bahkan bisa hingga 99% (menggunakan MPPT)
  2. Pengaturan biaya rendah serta cukup bagus untuk sistem off-grid yang lebih kecil dari 4kW
  3. Ideal untuk sistem kecil yang hanya membutuhkan 1 – 2 panel surya.
  4. Solar panel tambahan serta pengontrol dapat dengan mudah ditambahkan jika diperlukan.
  5. Sangat efisien untuk memberi daya pada peralatan dan beban DC.

Kekurangan
1. Lebih rumit untuk mengatur sistem di atas 3kW karena beberapa string perlu disambung secara paralel, ditambah beberapa sekering string.
2. Menjadi mahal untuk sistem di atas 5kW karena diperlukan beberapa Controller surya bertegangan lebih tinggi.
3. Efisiensi sedikit lebih rendah saat menyalakan beban AC besar pada siang hari karena konversi dari DC (PV) ke DC (batt) ke AC.
4. Beberapa pengontrol matahari tidak kompatibel dengan sistem manajemen baterai lithium modern (BMS).

  1. AC Coupling.

Secara umum proses operasi pada sistem PLTS AC coupled ini :
PV Modules –> Grid Inverter –> Beban AC Baterai <–> Bidirectional Inverter <–> Baterai

Pada pagi – sore hari , PV modules akan mengubah energi matahari menjadi energi listrik. listrik yang dihasilkan PV modules berupa listrik DC yang tegangan dan arusnya berubah-ubah mengikuti kondisi iradians (irradiance) matahari. Grid Inverter akan mengkonversi listrik DC dari PV menjadi listrik AC. Keluaran dari grid inverter akan disalurkan ke beban dan daya lebihnya akan diubah kembali menjadi listrik DC oleh Bidirectional Inverter untuk mengisi baterai
Baterai akan menyimpan sisa energi yang dihasilkan pada siang hari untuk dipakai di malam hari.Pada malam hari, Bidirectional inverter akan mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC untuk disalurkan ke beban

Keuntungan

A. Efisiensi yang lebih tinggi ketika digunakan untuk menyalakan peralatan AC di siang hari seperti pompa AC atau pompa kolam renang, bahkan mencapai sekitar 95%.
B. Umumnya biaya pemasangan lebih rendah untuk sistem yang lebih besar di atas 3kW.
C. Dapat menggunakan beberapa inverter di beberapa lokasi (AC ditambah jaringan-mikro) Kebanyakan inverter surya string di atas 3kW memiliki input MPPT ganda sehingga panel dapat dipasang pada orientasi yang berbeda disertai sudut kemiringannya.
D. Sistem coupling AC tingkat lanjut dapat menggunakan kombinasi coupling AC dan DC (meski dapat bermasalah dengan beberapa baterai lithium)

Kekurangan

A. Efisiensi sedikit lebih rendah saat mengisi daya sistem baterai – hanya sekitar 92%
B. Kualitas Inverter bisa menjadi mahal untuk sistem kecil.
C. Efisiensi lebih rendah saat menyalakan beban DC langsung di siang hari.

Perbandingan 2 system diatas.

A. bila banyak penggunaan beban pada siang hari, sistem AC coupled lebih efisien untuk digunakan

B. bila lebih banyak penggunaan beban pada malam hari, sistem DC coupled lebih efisien untuk digunakan

C. Pada siang hari,
sistem AC coupled memiliki flow arus : PV Modules –> inverter –> Beban AC, sehingga arus hanya berkurang pada saat melewati inverter.
Bandingkan dengan sistem DC coupled dengan flow arus : PV Modules –> SCC –> Inverter –> Beban AC, sehingga arus akan berkurang pada saat melewati SCC dan inverter (effisiensi total lebih rendah).

D. Pada Malam hari,
Sistem DC coupled memiliki flow arus :
siang : PV Modules –> SCC –> Baterai m
Malam : Baterai –> Inverter –> Beban AC
Arus akan melewati SCC, baterai dan inverter

Bandingkan dengan sistem AC Coupled dengan flow arus
Siang : PV Modules –> Grid Inverter –> Bidirectional Inverter –> Bateraai m
Malam : Baterai –> Bidirectional Inverter –> Beban ACB
iliDilihat dan dihitung bahwa effisiensi pada sistem DC Coupled lebih tinggi

So jadi dari pembahasan diatas ini, engkau lebih cenderung pada system yg mana…???

Ac Coupling atau DC Coupling.??? Tentukan pilihanmu, karena semua ini tak jauh juga dari yg namanya budget. Waniiii piroooo…hahaha

Colek para sesepuh grup Slamet Sutrisna Bima’mbe Mbe Suyitno Ledeng Wilmar Djoe Amura Mdjms Andhika Chandra Wijaya Lutfi Chaerul Chandra Hermawan Rio Vian Anas Basori Alwi Murtadho Ali Mahmudi Mera Tania Daniatun Niko Sutan Rajo Mudo Eko Setiaji Elkahfi Fudin Safudin Luthor Fie Nur Harjanto Hermawan Riyadi Rizky Maz Gorro Kriswanto Bin Warto Diharjo Roe Khann Too Ade Yuswantoro Yuliastono Indrawan Onoy Pulsar Kenthirs Deky Prasetyo

Salam josssssss