RANGKAIAN PARALEL BEDA KAPASITAS APA YG AKAN TERJADI??

Ada pendapat yg cukup baik oleh salah satu anggota kita begini analisanya ;
Oleh @Abu bakar abdul karim


Jika paralel beda kapasitas Ah antara battery 10Ah dengan 70Ah apa yg akan terjadi ??

Sangat tidak aman. Karena perbedaan kapasitas antara 10Ah dan 70Ah sangat besar mengakibatkan resiko overcharge dan overload.

Baterai memiliki karakteristik state of charge (SoC) yang diukur berdasarkan tegangan dan arus. Baterai basah (flooded lead acid) berada pada SoC 100% (penuh) di tegangan sekitar 12.8V dan SoC 0% (kosong) di tegangan sekitar 11.0V.

Misal semua baterai kosong di tegangan 11.0V mulai charge, yang terjadi adalah baterai paling kecil (10Ah) mencapai tegangan 12.7V terlebih dahulu sementara baterai paling besar (70Ah) masih dalam fase boost charging yang arusnya besar. Hal ini mengapa baterai 70Ah panas karena semua arus listrik mengalir ke satu baterai. Karena SCC hanya membaca tegangan 1 rangkaian parallel secara merata, maka yang terbaca hanya tegangan baterai yang paling besar. Sehingga ketika baterai besar belum penuh, baterai yang lain akan terus dalam fase charging walaupun sudah dalam keadaan penuh.

Kalau arus charging kecil (<10A) mungkin tidak ada masalah di overcharge karena baterai 10Ah masih sanggup menerima arus tersebut (C1). Tapi ketika ada skenario fast / boost charging (>30A), maka yang terjadi baterai 10Ah akan overcharge dan beresiko panas berlebih (terbakar / meleleh bahkan meledak).

Sama halnya ketika dibebani dengan arus yang besar, baterai 10Ah akan cepat drop dan tidak bisa recover lagi karena sudah dibawah rentang SoC 0%.

Jadi untuk rangkaian parallel, paling aman adalah dengan kapasitas yang sama / seragam. Jika tidak seragam, perlu ditambahkan sistem manajemen baterai (BMS) yang dilengkapi pemutus rangkaian / relay dimana saat baterai sudah penuh, menghalangi arus masuk ke baterai lagi sampai fase charging selesai.

Mohon maaf jika ada yang salah dengan teori yang saya sampaikan. Silahkan jika ada koreksi atas penjelasan saya.

Terima kasih


Bagaimana cukup jelas kan paklek Slamet Sutrisna Djoe Amura Mdjms Chandra Hermawan Nur Harjanto Suyitno Ledeng khusus lek Mera Tania Daniatun pernah jadi korban…hahahahahahahahha

Kalau ditanya BISAkah ? YA tentu BISA AJA, orang Indonesia mah bebas…, tapi tidak kita rekomendasikan karena sesuai petunjuk dan arahan dari buku PRIMBON yg simbah George Frans juga baca. Hahaha

Salam joss…….
Pagi-pagi yuk ngopi….