Iklan
Beranda

Doa akhir dan awal tahun

6 Komentar


image

image

Semoga bermanfaat

Iklan

alhamdulillah 700.000 hits

2 Komentar


alhamdulillah sudah mencapai 700.000 hits.

Ya, Allah Karuniakanlah Kepada Kami, Ilmu yang tiada habis-habisnya dan berguna untuk persinggahan kami didunia ini menuju syurgamu, Amien

 

semoga bermanfaat.

Wahai Jiwa yang kotor

1 Komentar


habib menangisBismillahirahmanirahim

Wahai Jiwaku yang berlumuran dengan dosa , ingatlah bahwa didalam kehidupan ini kita sebatas kontrak, dan dalam waktu yang tidak dapat kita duga (mungkin 1 jam mendatang, atau mungkin 1 tahun, atau bahkan lebih dari waktu yang kita perkirakan) bagaimanapun nanti tetap saja kita harus mengembalikan kontrak hidup kita kepada Sang Maha Pemilik Kehidupan ini yaitu Rabbul‘alamin Subhanahu Wata‘ala..

Dan Ingatlah akan kematianmu , dan ingatlah akan dosa-dosaku wahai Jiwaku yang hina dina , Wahai Jiwaku yang kotor , Wahai Jiwaku yang selalu aku berusaha kembali dan mendekat kepada Rabbul‘alamin Subhanahu Wata‘ala ketika usainya dari berbuat dosa dan hina, dan terfikirkan bahwa untuk apa dirimu berbuat dosa jika setelahnya jiwa yang kotor ini ingin mendekat kembali kepada Rabbul‘alamin Subhanahu Wata‘ala..

baca selengkapnya….

selamat jalan KH. Ahmad Warsun Moenawwir

Tinggalkan komentar


kh achmad warson moenawirbismillahirahmanirahim

innalillahi wainna ilaihi rojiun 3x

KH Ahmad Warsun Moenawwir, penyusun kamus Bahasa Arab -Indonesia “Al-Munawwir” yang masyhur itu berpulang pada usia 79 tahun.

Kyai Warsun wafat pada Kamis Pahing, 7 Jumadil Akhir 1434 H/18 April 2013 M tepat 3 hari sebelum peringatan haul ke-74 KH. M. Moenawwir yang diadakan Ahad, 21 April 2013.  Kondisi suami dari NY. Hj. Husnul Khotimah ini sebelumnya sudah sering sakit-sakitan karena faktor usia.

Beliau lahir pada Jum’at Pon, jam 00.30, tanggal 22 Sya’ban tahun Wawu (1865) 30 Nopember 1934/20 Sya’ban 1353 H.

Berita wafatnya Kyai Warsun mulai tersebar sejak pukul 06.00 pagi tadi. berdasarkan informasi yang diterima Krapyak.org, selepas shubuh tadi beliau sempat di bawa ke rumah sakit. Namun Allah berkehendak, Kyai Warsun menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

baca berita selengkapnya…

teruntuk Sahabatku

2 Komentar


Sahabatsahabat … Dalam kesendirianmu, ..
hendaklah penuhi hati dan pikiranmu dengan tafakur tentang Tuhan dan kehidupan ..

Dalam keramaian sekitarmu, ..
hendaklah tak putus dzikirmu pada Sang Pencipta ..

Dalam kesenanganmu, ..
hendaklah puji syukur yang hiasi setiap desah nafasmu ..

Dalam kesedihanmu, ..
hendaklah sabar Ilallah perkuat sendi di dadamu ..

Dalam kelapanganmu, ..
hendaklah sadarkan diri bahwa kita tak selamanya di bumi ..

teruntuk sahabat terbaikku

Makna Ujian

1 Komentar


Di uji ujian sedih mudah terasa pedih.
Di uji ujian susah mudah rasa gelisah.
Di uji ujian senang tidak pernah tenang.
Di uji ujian harta selalu rasa bangga.
Di uji ujian rupa selalu sombong saja.
Di uji ujian uang selalu melayang-layang .
Di uji ujian berat selalu kufur nikmat.
Ujian itu mengangkat derajat orang-orang yang taat.
Ujian itu menghapuskan dosa orang-orang yang maksiat.
Ujian itu mmberi azab orang-orang yang terlaknat.
Ujian itu memberi peringatan orang-orang yang tak ingat.

Semoga bermanfaat

 

ya Allah, maafkan kami

Tinggalkan komentar


ya allah

Rabbanaa zhalamnaa anfusana wainlam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin

Artinya: Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِعِزِّكَ وَذُلِّيَ إِلاَّ رَحِمْتَنِي  اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِقُوَّتِكَ وَضَعْفِيْ وَبِغِنَاكَ عَنِّي وَفَقْرِيْ إِلَيْكَ. هَذِهِ نَاصِيَةِ الكَاذِبَةِ الخَاطِئَةِ بَيْنَ يَدَيْكَ. عَبِيدُكَ سِوَايَ كَثِيرٌ وَلَيسَ لِي سَيِّدٌ سِوَاكَ. لاَ مَلجَأَ وَلاَ مَنجَى مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ. أَسْأَلُكَ مَسْئَلَةَ الِمسْكِينَ. وَأَبْتَهِيْلُ إِلَيْكَ إِبْتِهَالَ الخَاضِعِ الذَّلِيْلِ. وَأَدْعُوكَ دُعَاءَ الخَائِفِ الضَّرِيْرِ. سُؤَالَ مَن خَضَعَتْ لَكَ رَقْبَتُهُ. وَرَغِمَ لَكَ أَنفُهُ وَفَاضَتْ لَكَ عَينَاهُ. وَذَلَّ لَكَ قَلْبُهُ.

           

Aku mohon dengan keperkasaan-Mu dan kehinaanku agar Engkau menghiasi aku. Aku mohon kekuatan-Mu dan kelemahanku, dengan kekeyaan-Mu dan kebutuhanku kepada-Mu. Inilah ubun-ubunku yang pembohong dan penuh dosa ada di hadapan-Mu. Aku hamba-Mu, dosa-dosaku amat banyak, dan aku tidak mempunyai majikan selain Engkau. Tidak ada tempat berlindung dan lari dari-Mu melainkan kepada-Mu jua. Aku meminta kepada-Mu sebagai orang miskin; aku beribadah kepada-Mu dengan tunduk dan merendahkan diri; aku berdoa kepada-Mu dengan peresaan takut dan sabar. Aku mohon kepada-Mu sebagai permohonan orang yang lehernya tunduk kepada-Mu, patuh kepada-M, dengan air mata berderai dan hatinya hina dina

Kemudian membaca

يَامَنْ أَلُوذُ بِهِ فِيمَا أُؤَمِّلُهُ وَمَن أَعُوْذُ بِهِ مِمَّا أُحَاذِرُهُ لاَيَجْبُرُ النَّاسُ عَظمًا أَنتَ كَاسِرُهُ وَلاَ يَهِيْضُونَ عَظْماً اَنتَ جَابِرُهُ.

          

  Wahai Dzat yang aku berlindung kepada-Nya mengenai apa yang aku cita-citakan, wahai Dzat yang aku berlindung kepada-nya dari apa yang aku takutkan, tidak ada orang yang dapat menambal tulang yang Engkau patahkan, dan tidak ada yang dapat mematahkan tulang yang Engkau balut.

semoga bermanfaat

Do’a minta jodoh

3 Komentar


“Rabbiy Inni Limaa Anzalta ilayya min khairin faqiir”.

(wahai Allah sungguh aku ini masih miskin dan faqir dan sangat butuh atas apa apa yg kau turunkan dari anugerah).

doa ini adalah doa Nabi Musa as, kemudian Nabi Musa as didatangi calon istrinya dan sekaligus mendapat pekerjaan. doa ini tercantum pada QS Al Qashash 24).

Allaahumma anta khaliqu kulli nafsin
wajaa’ilu kullin minha zaujahaa fahab Mi zaujanshaalihaa.”

Ya Allah ya Tuhan kami! Engkau Pencipta
setiap jiwa dan Engkaulah yang menjadikan
setiap jiwa itu pasangannya/ jodohnya,
maka berikanlah kepada kami jodoh (suami/istri) yang saleh.

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik.” (QS. Al-Anbiyai`: 89).

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa.” (QS. Ali Imron: 38).

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Artinya: ” Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (QS. Al-Qoshos:24)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon: 74)
semoga bermanfaat.

Alhamdulillah 350.000 Hits

4 Komentar


Pagi yang indah, Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada para pengunjung blog yang mashi setia mengunjungi blog catatan kecil saya ini yang masih jauh dari kata sempurna..

Dalam kurun waktu perjalanan kurang lebih satu tahun pengunjung yang sering bersilaturahmi Alhamdulillah mencapai 350.472 dengan asumsi rata-rata 1500-2500 views per day.

sungguh Disini saya banyak belajar dari kawan-kawan semua mengenai banyak hal yang saya kadang tidak mengerti, hanya ungkapan terima kasih tulus dari lubuk hati yang terdalam semoga kalian semua selalu dalam naungan Allah swt, bahagia dan sejahtera..

Pepatah mengatakan ‘”hidup ini singkat, maka jangan membuatnya lebih singkat lagi dengan sesuatu yang sia-sia”

Semoga kita semua dapat menjadi manusia terbaik, yang selalu memperbaiki kualitas diri dan kehidupannya yang bermanfaat bagi sesamanya dan orang-orang disekitarnya…

Ya, Allah Karuniakanlah Kepada Kami, Ilmu yang tiada habis-habisnya dan berguna untuk persinggahan kami didunia ini menuju syurgamu, Amien

Alhamdulillah.. Terima kasih

Temonsujadi.

do’a awal dan akhir tahun hijriah

Tinggalkan komentar


Doa Akhir Tahun

Doa Akhir Tahun dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah.

Dengan izin Allah, sesiapa yang membaca doa ini akan mendapat Perlindungan Allah SWT dari fitnah dan tipu daya syaitan serta mendapat setahun keampunan dosa yang lalu.

Maksudnya:

Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, apa yang telah aku lakukan dalam tahun ini daripada perkara-perkara yang Engkau tegah daripada aku melakukannya dan aku belum bertaubat daripadanya. Sedangkan Engkau tidak redha dan tidak melupakannya. Dan aku telah melakukannya di dalam keadaan di mana Engkau berupaya untuk menghukumku, tetapi Engkau mengilhamkanku dengan taubat selepas keberanianku melakukan dosa-dosa itu semuanya. Sesungguhnya aku memohon keampunanMu, maka ampunilah aku. Dan tidaklah aku melakukan yang demikian daripada apa yang Engkau redhainya dan Engkau menjanjikanku dengan pahala atas yang sedemikian itu. Maka aku memohon kepadaMu.

Wahai Tuhan! Wahai yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Agung dan wahai Yang Maha Mulia agar Engkau menerima taubat itu dariku dan janganlah Engkau menghampakan harapanku kepadaMu Wahai Yang Maha Pemurah. Dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad, ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan mengurniakan kesejahteraan ke atas mereka.

berdoa selengkapnnya..

Do’a menghadapi Ujian

10 Komentar


bismillahirahmanirahim

DOA MENGHADAPI UJIAN DI SEKOLAH

Berikut adalah doa yang insya Allah bisa membawa kita kepada kesuksesan namun bukan hanya doa.y saja yang kita lakukan tetapi juga harus di imbangi dengan berusaha, tidak mungkin kesuksesan akan tercapai jika hanya usaha saja atau berdoa saja, kedua hal tersebut harus kita lakukan untuk mencapai kesuksesan yang maksimal.

Berikut Amaliyahnya :

1. Laksanakan shalat 5 waktu
2. Perbanyak berdo,a
3. Perbanyak dzikir Setelah Shalat
4. doakan kedua orangtua kita dan meminta agar mendoakan kita. 5. Sebelum berangkat ujian kita meminta maaf dan meminta doa restu kepada kedua orangtua kita dan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak banyaknya.
6. Saat Ujian baca surat Al- Fatihah 1x yang ditunjukan kepada guru mata pelajaran yang diujikan.
7. Rajin Belajar oce…..!

Ada juga doa lain yang bisa kita laksanakan:
1. Membaca Al-Fatihah , Istighfar , Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq dan Ayat Kursi, sebanyak-banyaknya.
2. Doa ketika menghadapi Ujian

“Allahummaj’allumi wal imtihanaati minannasihiina,”

Artinya : Ya Allah jadikanlah belajar & ujianku berada dalam keberhasilan.

Bismillah, Allaahumma ‘allimnii bimaa yanfa’unii wanfa’nii bimaa ‘allamtanii innaka antal ‘aliimulkhabiiru.

“Ya Allah, ajarilah aku akan segala hal yang bermanfaat bagiku dan berilah manfaat semua pengetahuan yang telah aku pelajari. Sungguh Engkau Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana ”

berdoa selengkapnya…

Doa seorang muslimah

Tinggalkan komentar


Bismillahirrahmanirrahiim…

Ya Allah, Dzat yang menggenggam nyawa dan hatiku…
Izinkanlah diriku menjadi sekuntum bunga yang dihiasi dengan kelopak akhlak mulia, harum semerbak wanginya dengan ilmu agama dan cantiknya terpancar karena iman dan taqwa…

Ya Allah,
Izinkan aku menjadi bunga terindah, namun keindahannya bukan menjadi pengundang dosa dan bukan menjadi sumber perhatian mata laki-laki ajnabi yang akan menjadi fitnah hati dari laki-laki yang berjiwa sepi…

doa selengkapnya…

Lihatlah

Tinggalkan komentar


 

“Lihatlah cermin”
Jika yang nampak lebih banyak dosa dan kesalahan kita,
Masihkah kita punya rasa malu….?

#renungan

semut vs gajah

1 Komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku yang dirahmati Allah, tidak selalu yang besar akan selalu menang, yang kecil sekalipun jika Allah menghendaki kemenangan atasnya pasti akan terjadi,

maaf tidak bermaksud kampanye maupun tebar konspirasi-konspirasi..

alangkah baiknya kita berdoa, koreksi diri, koreksi hati sebelum memutuskan memilih pemimpin yang baik untuk kemajuan negeri ini.

عَنِ ابْنِ عُمَرعَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم؛ أَنَّهُ قَالَ : أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ. وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. فَاْلأَمِيْرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُمْ. وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ، وَهِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْهُمْ. وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ. وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:

Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya

Ya Allah, Ya Bashir, Yang Maha Melihat, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasia kami yang tersembunyi dan amal perbuatan kami yang nyata, maka terimalah ratapan kami. Engkau Maha Mengetahui keperluan kami, maka kabulkanlah permohonan kami.
Ya Allah Ya Rohman Ya Rohiim, tolong mantapkanlah aqidah calon PEMIMPIN kami, sempurnakanlah ibadah calon pemimpin kami, dan baguskanlah akhlak calon pemimpin kami. Jadikanlah calon pemimpin kami benci pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkan kami pada golongan orang2 yang mendapat petunjuk. Sesungguhnya kami bermohon kepada-Mu iman yang kekal, yang terus melekat dalam hati kami dan calon pemimpin kami. Kami bermohon agar Engkau berikan pada diri kami dan calon pemimpin kami keyakinan yang sungguh2 pada diri-Mu sehingga kami mampu mengetahui bahwa tiada sesuatu yang menimpa kami selain dari yang Engkau tetapkan bagi kami. Maka tolong jadikan kami rela terhadap apapun yang Engkau bagikan kepada kami.

mari lanjutkan do’anya….

Do’a nisfu sya’ban

Tinggalkan komentar


DO’A NISFU SYA’BAN

“Allahumma yaa dzalman-na wa laayamun-nu ‘alaihi yaadzaljalaali wal ikraam, yaadzaath thu-li wal in’aami, laa ilaaha illaa anta zhahrallajiinaa, wa jaaralmus tajiiriina wa amaanal khaaifiin. Allahumma inkunta katabtanii ‘indaka fii ummil kittabi syaqiyaan au mahruuman au mathruudan au muqtaran alayya firrizqi famhu. Allahumma bifadhlika syaqoowati wahirmaani wathordii waqtaaro rizqii wa atsbitnii ‘indaka fii kittabikal munazzali alaa lisaani nabiyika mursali, yamhullahu maa yasyaa-u wa yutsbitu wa’indahuu ummul kitaabi, ilaahii bit-tajallil a’azhami fii lailatin nishfi min syahri sya’baanil mukarramil latii yufraqu fiiha kulli amrin hakiimi wa yubramu antaksyifa anna minal balaa-I maa na’lamu wamaa laa na’lamu wamaa antabihi a’lamu innaka anta la’zu lakramu. Washallallaahu’alaa sayyidinaa Muhammadin wa-alihi washahbihii wassallam, walhamdulillahi rabbil’alamiin”.

nafas – nafas cinta

10 Komentar


seorang gadis baik memberi nasehat kepada saya;

baca selengkapnya…

gusdur; syi’ir tanpo waton

4 Komentar


bismillahirahmanirahim..

kawanku yang baik akhlaknya…cermati syair karangan KH.Abdurahman Wahid (Gusdur), sungguh ini bukan sembarang syair


أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا     *    أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا     *       وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ      *    يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ

عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ      *   ( يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ


Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)

Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)

Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)

baca selengkapnya..

do’a untuk orang tua

7 Komentar


Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.

baca selengkapnya..

syair dan do’a Abu nawas

10 Komentar


bismillahirahmanirahim

Untuk pertama kalinya aku terhanyut ketika melagukan syair nakal abu nawas, syair yang dilantunkan dengan syahdu meminta ampunan terhadap segala dosa yang bertabur seperti butir pasir, sungguh efeknya menjalar dalam setiap urat hatiku. Aku jiwai dengan sepenuh hati setiap bait – baitnya

berikut syairnya yang menggetarkan hati siapa saja yang membacanya; insyaAllah

Lagi

Do’a; mohon ampun

Tinggalkan komentar


ya Allah, anugerahilah rasa takut mati pada diri hamba, Namun bukan takut mati karena belum kaya atau ingin menikmati kenikmatan hidup lebih lama, melainkan rasa takut mati jika belum menggunakan hidup dengan semestinya,

Hamba tahu dan hamba yakin bahwa pengadilan kubur dan pengadilan akhirat akan digelar kemudian dibentangkan sekecil-kecilnya kelakuan hamba.

Lagi

do’a cahaya

Tinggalkan komentar


ya Allah.

jadikanlah cahaya dalam hatiku

cahaya dalam pendengaranku

cahaya dalam penglihatanku

cahaya dalam kuburku kelak

cahaya dalam rambutku

cahaya dalam kulitku

cahaya dalam dagingku

cahaya dalam darahku

cahaya dalam tulang-tulangku’

cahaya dihadapanku

cahaya dibelakangku’

cahaya disamping kananku

cahaya disamping kiriku

cahaya diatasku

cahaya dibawahku

ya Allah,

tambahkan cahaya bagiku

limpahkan cahaya untukku,

dan jadikan aku cahaya

amien

Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Tinggalkan komentar


1. Sepertiga malam terakhir.

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ينزل ربنا كل ليلة إلى سماء الدنيا، حين يبقى الثلث الأخير من الليل؛ فيقول: من يدعوني فأستجيب له؟ من يسألني فأعطيه؟ من يستغفرني فأغفر له؟”

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Rabb kita turun pada setiap malam ke langit dunia saat tersisa sepertiga malam yang terakhir. Lalu Ia berfirman : ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapa saja yang meminta kepada-Ku niscaya akan Aku berikan. Siapa saja yang meminta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni”.[1]

2. Saat sujud.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “نُهيت أن أقرأ القرآن راكعاً، أو ساجداً؛ فأما الركوع فعظموا فيه الرب، وأما السجود فاجتهدوا فيه بالدعاء؛ فإنه قمن أن يستجاب لكم”

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Aku dilarang untuk membaca Al-Qur’an ketika rukuk atau sujud. Adapun ketika rukuk, agungkanlah Allah oleh kalian di dalamnya; dan ketika sujud, bersungguh-sungguhlah kalian di dalamnya untuk berdoa karena (pada waktu itu) layak bagi (doa) kalian untuk dikabulkan”.[2]

Allah ta’ala berfirman :

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)”.[3]

وقال صلى الله عليه وسلم : “أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد؛ فأكثروا الدعاء”

Dan telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah saat ia sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa”.[4]

3. Satu saat di hari Jum’at.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة، فيه خُلق آدم، وفيه أدخل الجنة، وفيه تيب عليه، وفيه أهبط إلى الأرض، وفيه تقوم الساعة”

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Pada waktu itulah diciptakan Adam, dimasukkannya ia ke dalam surga, diterima taubatnya (oleh Allah), diturunkannya ia ke bumi, dan ditegakkannya hari kiamat”.[5]

وقال صلى الله عليه وسلم : “في يوم الجمعة ساعة لا يوافقها مسلم وهو قائم يصلي، يسأل الله خيراً إلا أعطاه”، وقال بيده، قلنا يقللها يزهدها

Telah bersabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Pada hari Jum’at terdapat satu saat yang tidak ada seorang muslim pun yang bertepatan berdiri melakukan shalat dan memohon kepada Allah kebaikan, kecuali Allah akan memberikannya”. Beliau berisyarat dengan tangannya. Kami (perawi) mengartikan bahwa beliau mengisyaratkan sebentarnya waktu itu.[6]

Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu yang dimaksud oleh beliau ini. Ada yang mengatakan : “Saat terbitnya matahari”. Sebagian lain mengatakan : “Saat zawal (tergelincirnya matahari di waktu siang)”. Sebagian lagi berkata : “Saat adzan (dikumandangkan)”. Dikatakan : “Jika Khathib telah naik mimbar lalu (mulai) berkhutbah”. Dikatakan pula : “Jika orang-orang berdiri untuk melaksanakan shalat”.

Dan jumhur ulama berpendapat bahwa waktu yang dimaksud adalah setelah ‘Ashar.

Kemudian mereka (jumhur ulama) pun berbeda pendapat dalam perinciannya tepatnya. Ada yang mengatakan di awal waktu sore, adapula yang mengatakan di akhir waktu sore. Perkataan terakhir inilah pendapat yang raajih dari sekian pendapat yang ada. Dalil yang mendasarinya adalah perkataan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

يوم الجمعة ثنتا عشرة – يريد ساعة – لا يوجد مسلم يسأل الله – تعالى – شيئاً إلا آتاه الله عز وجل؛ فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

“Hari Jum’at itu ada 12 – maksudnya adalah 12 jam – yang tidaklah seorang seorang muslim didapati sedang meminta (berdoa) sesuatu kepada Allah ta’ala kecuali Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Maka, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar”.[7]

4. Di akhir shalat-shalat yang diwajibkan.

عن أبي أمامة قال : قيل : يا رسول الله أي الدعاء أسمع؟ قال جوف الليل الآخر، ودبر الصلوات المكتوبات.

Dari Abu Umaamah radliyallaahu ‘anhu : Dikatakan : “Wahai Rasulullah, kapankah waktu yang paling baik saat doa dikabulkan ?”. Beliau bersabda : “Akhir waktu malam dan akhir shalat-shalat yang diwajibkan”.[8]

Catatan : Para ulama berselisih pendapat tentang makna duburush-shalah. Sebagian ulama mengatakan maknanya adalah seusai shalat setelah salam. Sebagian lain mengatakan maknanya adalah di akhir shalat sebelum salam.

5. Antara adzan dan iqamat.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “لا يرد الدعاء بين الأذان والإقامة”.

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Tidaklah ditolak doa yang diucapkan antara adzan dan iqamat”.[9]

6. Saat adzan dikumandangkan.

وقال صلى الله عليه وسلم : “ثنتان لا تُردان أو قلَّ ما تردان: الدعاء عند النداء….”.

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada dua hal yang tidak akan ditolak atau jarang ditolak : “Doa saat adzan……”.[10]

7. Saat bertemu musuh (di medan perang/jihad fii sabiilillah).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ثنتان لا تردان أو قَلَّ ما تردان : “…، وعند البأس حين يُلْحَمُ بعضه بعضاً”.

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada dua hal yang tidak akan ditolak atau jarang ditolak : “…..dan ketika perang saat dua pihak saling menyerang”.[11]

8. Lailatul-Qadr.

Malam tersebut merupakan waktu untuk meraih aneka macam kebaikan, dikabulkannya doa, dilipatgandakannya (pahala) amal, digugurkannya beban (doa) yang berat. Amal yang dilakukan pada waktu itu lebih baik daripada seribu bulan amal semisal yang dilakukan di waktu selainnya. Allah ta’ala berfirman :

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”.[12]

yaitu : (lebih baik daripada malam) yang tidak ada padanya Lailatul-Qadr. Dikatakan, Lailatul-Qadr jatuh pada malam ke-27 Ramadlan. Ibnu ‘Abbas, habrul-ummah dan turjumanul-Qur’an, memilih pendapat ini. Pendapat ini berdalil karena surat ini terdiri dari 30 kata, dan kata yang ke-27 adalah ayat :

سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”.

Namun yang lebih nampak dan lebih kuat, malam Lailatul-Qadr tidak tertentu waktunya. Wallaahu a’lam.

9. Saat safar.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : “ثلاث دعوات لا شك فيهن دعوة المسافر والمظلوم ودعوة الوالد على ولده”.

Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi padanya (untuk dikabulkan) : doa seorang musafir, doa orang yang teraniaya/terdhalimi, dan doa orang tua kepada anaknya”.[13]

10. Saat berpuasa.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ثلاث دعوات لا ترد : دعوة الوالد، ودعوة الصائم، ودعوة المسافر”.

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada tiga macam doa yang tidak akan ditolak : doa orang tua (kepada anaknya), doa orang yang berpuasa, dan doa seorang musafir”.[14]

11. Saat bulan Ramadlan.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “إن لله عتقاء في كل يوم وليلة لكل عبد منهم دعوة مستجابة”.

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya setiap hari Allah membebaskan (beberapa hamba-Nya yang muslim dari api neraka) dari api neraka. Setiap muslim yang berdoa (di waktu tersebut) pasti akan dikabulkan”.[15]

12. Doa yang dipanjatkan untuk seseorang ketika orang tersebut tidak ada di hadapannya.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “دعوة المرء المسلم لأخيه بظهر الغيب مستجابة؛ عند رأسه ملك موكل كلما دعا لأخيه بخير، قال الملك الموكل به: آمين ولك بمثل”.

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya adalah mustajab. Di kepalanya terdapat malaikat yang ditugaskan menjaganya. Setiap kali ia berdoa kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang menjaganya tersebut berkata : ‘amiin, dan bagimu hal yang semisal”.[16]

13. Saat minum air zamzam.

Air zamzam merupakan air yang sangat diberkahi. Jika ia diminum sambil berdoa, maka insya Allah akan dikabulkan sesuai dengan keinginannya. Diriwayatkan oleh Jaabir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

زَمْزَمُ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air zamzam itu menurut apa yang diinginkan peminumnya”.[17]

14. Saat wuquf di ‘Arafah.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : خير الدعاء دعاء يوم عرفة

Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sebaik-baik doa adalah doa (yang dipanjatkan) pada hari ‘Arafah”.[18]

15. Saat diguyur hujan

قال النبي صلى الله عليه وسلم : ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء و تحت المطر

Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ada dua hal yang tidak akan ditolak : doa saat adzan berkumandang dan saat diguyur hujan”.[19]

16. Terbangun dari tidur yang sebelumnya dalam keadaan suci (berwudlu).

قال النبي صلى الله عليه وسلم : ما من مسلم يبيت على ذكر طاهرا فيتعار من الليل فيسأل الله خيرا من الدنيا والآخرة إلا أعطاه إياه

Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Tidaklah seorang muslim yang tidur dalam keadaan berdzikir lagi suci, lalu ia terbangun di malam hari dan memohon (berdoa) kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat, niscaya Allah akan memberikannya”.[20]

17. Saat mendengar ayam jantan berkokok

قال النبي صلى الله عليه وسلم : “إذا سمعتم صياح الديكة من الليل فاسألوا الله من فضله فإنها رأت ملكا وإذا سمعتم نهيق الحمار من الليل فتعوذوا بالله من الشيطان فإنه رأى شيطانا”.

Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Apabila kalian mendengar ayam jantan berkokok di waktu malam, maka mintalah anugrah kepada Allah, karena sesungguhnya ia melihat malaikat. Namun apabila engkau mendengar keledai meringkik di waktu malam, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan syaithan, karena sesungguhnya ia telah melihat syaithan”.[21]

18. Saat memejamkan mata orang yang meninggal.

عن أم سلمة. قالت : دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم على أبي سلمة وقد شق بصره. فأغمضه. ثم قال “إن الروح إذا قبض تبعه البصر”. فضج ناس من أهله. فقال “لاتدعوا على أنفسكم إلا بخير. فإن الملائكة يؤمنون على ما يقولون….”.

Dari Ummu Salamah ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui Abu Salamah (yang telah meninggal) dimana matanya masih dalam keadaan terbuka. Lalu beliau memejamkannya, dan bersabda : “Sesungguhnya ruh itu jika dicabut akan diikuti oleh mata”. Kemudian sejumlah orang dari anggota keluarganya ribut. Beliau pun lantas bersabda : “Janganlah kalian mendoakan diri kalian kecuali kebaikan. Karena sesungguhnya malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan…”.[22]

Footnote :
[1] Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy no. 1145 dan Muslim no. 758.
[2] Diriwayatkan oleh Muslim no. 479.
[3] QS. Al-‘Alaq : 19.
[4] Diriwayatkan oleh Muslim no. 482.
[5] Diriwayatkan oleh Muslim no. 854.
[6] Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy no. 935 dan Muslim no. 852.
[7] Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 1048 dan An-Nasaa’iy 3/99-100. Dishahihkan oleh Al-Albaniy, dalam Shahih Sunan Abi Dawud 1/290.
[8] Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 3499 dan dihasankan oleh Al-Albaniy dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy 3/441-442.
[9] Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 521 dan At-Tirmidziy no. 212; dishahihkan oleh Al-Albaniy dalam Shahih Sunan Abi Dawud 1/156.
[10] Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 2540 dan dishahihkan oleh Al-Albaniy dalam Shahih Sunan Abi Dawud 2/108.
[11] Idem.
[12] QS. Al-Qadr : 3.
[13] Diriwayatkan oleh Ahmad 2/258 & 434, Ath-Thayalisiy no. 2517, Ibnu Abi Syaibah 1/429, Ibnu Majah no. 3862, dan yang lainnya; dihasankan oleh Al-Arna’uth dalam Takhrij Musnad Ahmad 12/479-480.
[14] Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy 3/345, dan dishahihkan oleh Al-Albaniy dalam Silsilah Ash-Shahiihah 4/406 no. 1797.
[15] Diriwayatkan oleh Ahmad 2/254 dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 8/257; dishahihkan oleh Al-Arnauth dalam ta’liq-nya atas Musnad Ahmad.
Al-Arna’uth menukil perkataan Ibnu Hajar dalam Athraaful-Musnad (7/203) bahwasannya kandungan hadits ini terkait bulan Ramadlan. Diriwayatkan pula oleh Al-Bazzar (962 – Kasyful-Astaar) dengan lafadh :

إن الله تبارك وتعالى عتقاء في كل يوم وليلة – يعنى في رمضان – وإن لكل مسلم في كل يوم وليلة دعوة مستجاب له

“Sesungguhnya setiap hari Allah ta’ala membebaskan (beberapa orang dari api neraka) yaitu pada bulan Ramadlan, dan sesungguhnya bagi setiap orang muslim apabila memanjatkan doa, maka pasti dikabulkan”.

Namun sanad hadits Al-Bazzar di atas adalah dla’if dengan sebab rawi yang bernama Abaan bin Abi ’Ayyaasy —- (namun hadits tersebut adalah shahih dengan keseluruhan jalannya sebagaimana penshahihan Syaikh ’Ali Al-Halaby dan Syaikh Salim Al-Hilaly dalam kitab Shifat Shaumin-Nabiy, wallaahu a’lam).

Makna ’Utaqaa’ (عتقاء) dalam hadits ini adalah pembebasan dari siksa api neraka dengan sebab maghfirah Allah (di bulan Ramadlan). [lihat ta’liq dan takhrij selengkapnya dalam Musnad Ahmad (12/421 no. 7450) dengan tahqiq, ta’liq, dan takhrij Syau’aib Al-Arna’uth dan ’Adil Mursyid; dan syarah Ahmad Syakir atas kitab yang sama (7/250-251 no. 7443)].

[16] Diriwayatkan oleh Muslim no. 2733.
[17] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 3062 dan Ahmad 3/357. Ad-Dimyaathiy berkata : “Diriwayatkan oleh oleh Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad hasan” [Al-Muttajar Ar-Raabih fii Tsawaabil-‘Amalish-Shaalih oleh Ad-Dimyaathiy, hal. 318, Baab Tsawaabu Syurbi Maai Zamzam]. Dishahihkan oleh Al-Albaniy dalam Irwaaul-Ghaliil, 4/320 no. 1123].

[18] Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 3585 dan Ahmad 2/210; dihasankan oleh Al-Albaniy dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy 3/471-472.
[19] Diriwayatkan oleh Al-Haakim 2/124, Al-Baihaqiy 3/360, Abu Dawud no. 2540, dan Ar-Ruwiyaaniy no. 1047; dihasankan oleh Al-Albaniy dalam Shahiihul-Jaami’ no. 3078.
[20] Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 5042, An-Nasa’iy dalam ‘Amalul-Yaum wal-Lailah no. 805-806, Ibnu Majah no. 3881; dishahihkan oleh Al-Albaniy dalam Shahih Abi Dawud 3/239.
[21] Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dalam Shahih-nya no. 3303 dan Al-Adabul-Mufrad no. 1236 serta Muslim no. 2729.
[22] Diriwayatkan oleh Muslim no. 1920, Ahmad 6/297, dan Al-Baihaqiy 2/334.

ditulis oleh : Abul Jauzaa
http://abul-jauzaa.blogspot.com/

%d blogger menyukai ini: