Beranda

Cerita Santri Sodron saat Sholat

2 Komentar


santri sodronbismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang dirahmati allah, kata “sodron” apakah engkau tahu arti kata ini, kata sodron selalu bernada miring. istilah orang yang Sodron bisa diartikan “orang yang stress/ orang yang miring/ pikirannya gak normal / bodoh bisa juga diartikan lucu, menarik, “aneh” pokoknya kata “sodron” artinya bisa banyak hal

baiklah kawan, saya tidak bermaksud membahas itu lebih mendalam, ada sebuah kisah menarik tentang santri sodron saat sholat, seperti apa ceritanya,  mari simak sama-sama.

Siang itu, karena ada halangan. Santri Sodron tidak dapat ikut sholat dhuhur berjama’ah ke Masjid. Terpaksa ia sholat munfarit / sendiri di rumah. Pas mau takbir, tiba – tiba ada yang ngucap salam. Ada tamu rupanya. Sang tamu pun ternyata belum juga sholat. Alhasil mereka pun melaksanakan sholat berjama’ah di ruang tamu rumah Santri Sodron dan tuan rumahlah sebagai Imamnya.

Pada mulanya sholat berjalan adem ayem aman sentosa. Sampai akhirnya ada seekor ayam jantan menerobos ruang tamu dan bertengger di dekat makan siangnya Santri Sodron yang rencananya mau disantap selepas sholat dhuhur.

baca kisah cahaya hati selengkapnya…

Abu Nawas dan Wahabi

4 Komentar


Anti WahabiWahabi 1 : Jangan melakukan suatu ibadah yang nggak ada contoh dari Rasulullah saw

Abu Nawas : Kalo gitu jangan ente dengerin kutbah jum’at dengan Bahasa Indonesia

Wahabi 2 : Semua amalan itu tertolak kalau nggak ada contoh dari Rasulullah

Abu Nawas : Kalo gitu ente jangan lakukan shalat tarawih sebulan penuh di mesjid

Wahabi 3 : Islam itu sudah sempurna nggak perlu di tambah2 lagi

Abu Nawas : Kalo gitu nggak usah banyak omong, Islam kan sudah sempurna nggak perlu lagi di tambah2 ajaran aneh wahabi

Wahabi 4 : Kubah kuburan wali harus di rubuhkan karena berpotensi syirik di sembah2

Abu Nawas : Kenapa hanya kubah kuburan doang yg di rubuhkan, sekalian aja tebang semua pohon didunia, ratakan gunung2, goa2, laut, semuanya juga berpotensi syirik

Wahabi 5 : Tassawuf itu ajaran baru karena Rasulullah nggak pernah menyebut sufi

baca humor selengkapnya…

Koruptor bertemu Ustadz

5 Komentar


Humor politik
Seorang kepala daerah yg terkenal luas sebagai pelaku korupsi, suatu hari berkunjung kerumah seorang ustadz yang santun, berilmu dan hidup sederhana. Ia mulai bertanya kepada ustadz tersebut.

Kepala daerah : “menurut ustadz, saya dan ketua DPRD hebatan mana”?
Ustadz : “tentu….hebatan bapak, karena ketua DPRD tidak dikelilingi para pengusaha seperti bapak” (Si kepala daerah mulai senyam-senyum)

Kepala daerah : “kalo sama preman dikota ini kuatan mana?
Ustadz : “masih kuat bapak” buktinya para preman tunduk, begitu bapak kasih uang.” ( Si kepala daerah mulai senyum agak lebar)

Kepala daerah : ” lha,, kalo sama kapolres dan kajari hebat mana?
Ustadz : “tetep hebat bapak, karena bukan kapolres to kajari yang tangkap bapak kalau bapak korupsi tapi KPK.” ( Si kepala daerah makin gede kepala)

Kepala daerah ; ini pertanyaan, harap dijawab jujur ea ustadz. Kalau sama orang saleh dan alim hebat mana?”
Ustadz : “masih hebatan bapak, karena untuk jadi kepala daerah, bapak menghabiskan banyak uang milyran rupiah agar dipilih rakyat. Kalau ustadz dan orang alim gak punya duit untuk mrayu warga memilihnya….” ( Senyuman sang kepala daerah berubah jadi tawa)

Kepala daerah : “ini pertanyaan terakhir, kalau sama NABI SAW, hebat mana ? (Jidat ustadz berkerut tanda ia berfikir keras)
Ustadz : “eeeeeeemmmmmmzzz…… Masih hebatan BAPAK, kalau NABI masih takut sama ALLAH SWT. Bapak kan sudah tidak takut sama ALLAH SWT, buktinya bapak KORUPSI….

Lalu apa yang terjadi…..silahkan dilanjut sendiri…
Semoga bermanfaat.

abu nawas; mimpi terindah

Tinggalkan komentar


abu nawas mengenakan jubah sufinya dan memutuskan untuk melakukan sebuah pengembaraan suci. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang yogi dan seorang pendeta.

Mereka bertiga sepakat membentuk tim. Ketika sampai di sebuah perkampungan, kedua teman seperjalanan meminta abu nawas untuk mencari dana, sementara mereka berdua berdakwah.abu nawas berhasil mengumpulkan uang yang kemudian dibelanjakannya untuk halwa.

abu nawas menyarankan agar makanan itu segera dibagi, tapi yang lain merasa belum terlalu lapar sehingga diputuskan untuk membaginya pada malam harinya saja.

baca kisah selengkapnya..

abu nawas; menolong bulan

3 Komentar


Ketika sedang berjalan-jalan, abu nawas melewati sebuah sumur yang membuatnya ingin melihat ke dalamnya. Ketika itu hari mulai malam. Waktu abu nawas menatap air dalam sumur itu, ia melihat bulan di sana.

“Aku harus menyelamatkan bulan!” pikir abu nawas. “Jika tidak, ia tidak akan pernah beranjak, dan bulan puasa tidak akan pemah berakhir.”

baca kisah selanjutnya..

abu nawas; jangan terlalu dalam

1 Komentar


Telah berulang kali Abu Nawas  mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga Abu Nawas menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi — kita tahu — menyogok itu diharamkan. Maka Abu Nawas memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.

baca selengkapnya..

abu nawas; ikhlas & pencuri

1 Komentar


Tidak etis jika kita selalu menyebut-nyebut pertolongan yang kita berikan kepada orang lain. Abu nawas hampir saja terjatuh ke dalam sebuah kolam. Tapi seseorang yang tidak terlalu dikenalnya berada di dekat tempat itu dan kemudian menolongnya. Setelah itu, setiap kali orang itu bertemu dengan Abu nawas, ia selalu mengingatkan kebaikan yang pernah dilakukannya terhardap sang Abu nawas.

baca selengkapnya..

abu nawas; waktu perang

Tinggalkan komentar


Ketika perang Salib, Abu nawas tertangkap dan dikenai kerja paksa di sebuah parit dekat benteng Aleppo. Kerja paksa itu, begitu melelahkan sehingga sang Abu nawas sering kali berkeluh kesah.

Suatu hari, seorang pedagang yang mengenalnya lewat di jalan tempatnya bekerja, dan kemudian menebus sang Abu nawas dengan tiga puluh uang keping perak. Abu nawas dibawa pulang oleh sang pedagang, dan diperlakukan dengan baik sekali. Sang pedagang, juga memberikan anak perempuannya kepada sang Abu nawas untuk diperistri.

baca selengkapnya..

abu nawas; bukan sayuran

Tinggalkan komentar


Suatu kali Abu nawas menjadi orang penting di istana. Ia gunakan posisinya ini untuk menunjukkan cara mengatur orang-orang di dalam istana. Suatu hari Raja merasa lapar sekali. Beberapa tukang masak menyajikan hidangan yang luar biasa enaknya, sehingga Raja meminta Kepala Istana untuk menyiapkan makanan seperti itu setiap hari.

“Bukankah ini sayuran terbaik di dunia, Abu nawas ?” tanya sang Raja kepada Abu nawas .
“Teramat baik, Tuanku.” jawab Abu nawas .

baca selengkapnya..

abu nawas; bayar hutang

1 Komentar


“Saudaraku,” kata Abu nawas kepada seorang tetangga, “aku sedang mengumpulkan uang untuk membayar utang seorang laki-laki yang amat miskin, yang tidak mampu memenuhi tanggung jawabnya.”
“Sikap yang amat terpuji,” komentar tetangga itu, dan kemudian memberinya sekeping uang.
“Siapakah orang itu?”
“Aku,” kata kata Abu nawas sambil bergegas pergi. Beberapa minggu kemudian kata Abu nawas muncul lagi di depan pintu tetangganya itu. “Kupikir, kau mau membicarakan soal utang,” kata sang tetangga yang sekarang tampak sinis.
“Betul demikian.”

baca kisaH SELENGKAPNYA..

abu nawas; hukum pancung

Tinggalkan komentar


Cita-cita atau obsesi menghukum Abu Nawas sebenarnya masih bergolak, namun Baginda merasa kehabisan akal untuk menjebak Abu Nawas. Seorang penasihat kerajaan kepercayaan Baginda Raja menyarankan agar Baginda memanggil seorang ilmuwan-ulama yang berilmu tinggi untuk menandingi Abu Nawas. Pasti masih ada peluang untuk mencari kelemahan Abu Nawas. Menjebak pencuri harus dengan pencuri. Dan ulama dengan ulama.

Baginda menerima usul yang cemerlang itu dengan hati bulat. Setelah ulama yang berilmu tinggi berhasil ditemukan, Baginda Raja menanyakan cara terbaik menjerat Abu Nawas. Ulama itu memberi tahu cara-cara yang paling jitu kepada Baginda Raja. Baginda Raja manggut-manggut setuju. Wajah Baginda tidak lagi murung. Apalagi ulama itu menegaskan bahwa ramalan Abu Nawas tentang takdir kematian Baginda Raja sama sekali tidak mempunyai dasar yang kuat. Tiada seorang pun manusia yang tahu kapan dan di bumi mana ia akan mati apalagi tentang ajal orang lain.

baca selengkapnya..

abu nawas; masuk penjara

Tinggalkan komentar


Abu Nawas masih mengeram di penjara. Namun begitu Abu Nawas masih bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan memakai tangan orang lain. Baginda berpikir. Sejenak kemudian beliau segera memerintahkan sipir penjara untuk membebaskan Abu Nawas. Baginda Raja tidak ingin menanggung resiko yang lebih buruk. Karena akal Abu Nawas tidak bisa ditebak. Bahkan di dalam penjara pun Abu Nawas masih sanggup menyusahkan orang.

Keputusan yang dibuat Baginda Raja untuk melepaskan Abu Nawas memang sangat tepat. Karena bila sampai Abu Nawas bertambah sakit hati maka tidak mustahil kesusahan yang akan ditimbulkan akan semakin gawat. Kini hidung Abu Nawas sudah bisa menghirup udara kebebasan di luar. Istri Abu Nawas menyambut gembira kedatangan suami yang selama ini sangat dirindukan. Abu Nawas juga riang. Apalagi melihat tanaman kentangnya akan membuahkan hasil yang bisa dipetik dalam waktu dekat.

baca kisah selengkapnya..

abu nawas; cangkul penjara

2 Komentar


Karena dianggap hampir membunuh Baginda maka Abu Nawas mendapat celaka. Dengan kekuasaan yang absolut Baginda memerintahkan prajurit-prajuritnya langsung menangkap dan menyeret Abu Nawas untuk dijebloskan ke penjara. Waktu itu Abu Nawas sedang bekerja di ladang karena musim tanam kentang akan tiba. Ketika para prajurit kerajaan tiba, ia sedang mencangkul.

Dan tanpa alasan yang jelas mereka langsung menyeret Abu Nawas sesuai dengan titah Baginda. Abu Nawas tidak berkutik. Kini ia mendekam di dalam penjara. Beberapa hari lagi kentang-kentang itu harus ditanam. Sedangkan istrinya tidak cukup kuat untuk melakukan pencangkulan. Abu Nawas tahu bahwa tetangga-tetangganya tidak akan bersedia membantu istrinya sebab mereka juga sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

Baca selengkapnya..

abu nawas; tipu muslihat

Tinggalkan komentar


Ada seorang Yogis (Ahli Yoga) mengajak seorang Pendeta bersekongkol akan memperdaya Iman Abu Nawas. Setelah mereka mencapai kata sepakat, mereka berangkat menemui Abu Nawas di kediamannya. Ketika mereka datang Abu Nawas sedang melakukan sholat Dhuha.

Setelah dipersilahkan masuk oleh istri Abu Nawas mereka masuk dan menunggu sambil berbincang-bincang santai. Seusai sholat Abu Nawas menyambut mereka. Abu Nawas dan para tamunya bercakap-cakap sejenak.

baca selengkapnya..

abu nawas; tenggelam

Tinggalkan komentar


Kapal tampaknya mulai tenggelam. Para penumpang yang sebelumnya menertawakan peringatan abu nawas yang meminta mereka agar bersiap-siap untuk kehidupan akhirat, mulai berlutut dan berteriak-teriak minta tolong. Mereka berdoa, mereka berjanji untuk berbuat sebanyak mungkin kebajikan jika mereka selamat.

baca selanjutnya..

Older Entries

%d blogger menyukai ini: