Iklan
Beranda

Sytem Pneumatic dalam dunia industri

2 Komentar


pneumaticdi persentasikan oleh kelompok 2  dalam perkuliahan Otomasi industri with bapak Gery Setiadi ST,.MT

penggunan system pneumatic dalam dunia industri sudah menjadi barang umum, bahkan hampir semua industri apalagi manufacture mengandal pneumatic untuk mempermudah dalam proses produksinya, oleh karena itu pembahasan tentang pneumatic sangatlah penting untuk dikemukakan agar kita memperoleh informasi tentang system ini. sehingga nantinya akan bermanfaat dikemudia hari..

Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu pneuma yang berarti
napas atau udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun tekanan di bawah 1  atmosfer (vacum).   Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika, yang menentukan keadaan keseimbangan gas dan uap (khususnya udara atmosfir) dengan adanya gaya-gaya luar (aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika). Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanik dimana udara memindahkan suatu gaya atau gerakan. Jadi pneumatik meliputi semua komponen mesin atau peralatan, dalam mana terjadi proses-proses pneumatik. Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik udara mampat (udara bertekanan).

Karakteristik Udara

Udara dipermukaan bumi ini terdiri atas campuran dari bermacam-macam gas. Komposisi dari macam-macam gas tersebut adalah sebagai berikut : 78 % vol. gas 21% vol. nitrogen, dan 1 % gas lainnya seperti carbon dioksida, argon, helium, krypton, neon dan xenon. Dalam sistem pneumatik udara difungsikan sebagai media transfer dan sebagai penyimpan tenaga (daya) yaitu dengan cara dikempa atau dimampatkan.Udara termasuk golongan zat fluida karena sifatnya yang selalu mengalir dan bersifat compressible (dapat dikempa).

BAHAN YANG DISA DIDOWNLOAD

– Bahan Ajar system pneumatic dan hidrolic
– system pneumatic dan hidrolik

baca selengkapnya disini….

Iklan

Hirarki Otomasi Industri

Tinggalkan komentar


 

Materi kuliah Otomasi Industri with Bapak Gery Setiadi ST,.MT

hirarki

EPFL / ABB Research Center, Baden, Switzerland  Menggambarkan hirarki otomasi sebagai berikut :

control-system-hierarchy

Hirarki sistem otomasi industri terdiri dari 5 level.

1. Level 0 ( Actual Process Production )
2. Level 1 ( Control )
3. Level 2 ( Supervisory )

4. Level 3 ( Enterprise )
5. Level 4 ( Administration )

  • Administration meliputi Keuangan, HRD, dokumentasi, perencanaan jangka panjang
  • Enterprise meliputi menetapkan target produksi, ERP (Enterprise Resource Planning), koordinasi site yang berbeda, pengelolaan order.
  • Manufacturing mengelola eksekusi, sumberdaya, aliran kerja, supervisi mutu, jadwal produksi, pemeliharaan

baca selengkapnya disini…

Industrial Automation

Tinggalkan komentar


automation production systemMata kuliah Otomasi Industri oleh Bapak Gery setiadi ST,.MT
Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Referensi Book : Automation, Production Systems, and Computer-Integrated Manufacturing oleh Mikell P. Groover

Download :

1. Ringkasan buku Automation, Production Systems, and Computer-Integrated Manufacturing
2. System Otomasi Industri

Industrial Automation – Machines

Sections:

1. Production Systems

2. Automation in Production Systems

3. Manual Labor in Production Systems

4. Automation Principles and Strategies

5. Organization of the Course

The Realities of Modern Manufacturing

  • Globalization – Once underdeveloped countries (e.g., China, India, Mexico) are becoming major players in manufacturing
  • International outsourcing – Parts and products once made locally are now being made offshore (in China or India) or near-shore (in Eastern Europe)
  • Local outsourcing – Use of suppliers locally to provide parts and services

 

More Realities of Modern Manufacturing

  • Contract manufacturing – Companies that specialize in manufacturing entire products, not just parts, under contract to other companies
  • Trend toward the service sector
  • Quality expectations – Customers, both consumer and corporate, demand products of the highest quality
  • Need for operational efficiency – manufacturers must be efficient in in their operations to overcome the labor cost advantage of international competitors

baca selengkapnya….

%d blogger menyukai ini: