Iklan
Beranda

Abrasive Jet Machining

Tinggalkan komentar


Mata kuliah Proses Produksi II with H. Ahsan. ST,.MT
Universitas Islam 45 Bekasi

ABRASIVE JET MACHINING (AJM)

Definisi Abrasive Jet Machining

Abrasive jet machining adalah sebuah proses pemesinan yang menggunakan bahan abrasive yang didorong oleh gas kecepatan tinggi atau air bertekanan tinggi untuk mengikis bahan dari benda kerja. Kegunaannya meliputi pemotongan bahan panas-sensitif, rapuh, tipis, atau keras. Khusus digunakan untuk memotong bentuk yang rumit atau bentuk bentuk tepi tertentu.

baca selengkapnya disini……..

Iklan

Proses extrusi pada Pipa PVC

Tinggalkan komentar


mata kuliah pemilihan bahan dan proses with H. Ahsan ST,.MT
Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Teknologi extrusi adalah suatu proses manufaktur kontinu yang mengkombinasikan beberapa proses pengolahan meliputi pencampuran, pemanasan, dan pencetakan dalam satu rangkain proses. Teknologi extrusi diaplikasikan dalam bidang pengolahan thermoplastic yaitu pada pembuatan pipa PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC berasal dari kata Polyvinil Clorida yaitu salah satu polymer  yang banyak di gunakan saat ini di seluruh dunia, masyarakat umum biasa menyebutnya dengan paralon.

Flow Proses sederhana Extrusi pada Pipa PVC

  1. Pemilihan bahan
  2. Proses pencampuran bahan (mixing process
  3. Proses extrusi pada pipa

baca selengkapnya disini….

Proses Wire Cut

Tinggalkan komentar


mata kuliah Proses Produksi with Bapak H Ahsan. Spd.,ST.,MT

Wire cut merupakan mesin sejenis EDM yang memanfaatkan sifat erosi akibat loncatan bunga api listrik dari kutub positif dan kutub negatif atau proses permesinan dengan menggunakan proses erosi yang  dihasilkan dari perbedaan potensial lewat sebuah  kawat. Elektrodanya  adalah sebuah kawat gulungan yang  terus berputar dan berganti  selama proses permesinan berlangsung. Selama  proses erosi, kawat selalu  berganti  dan berputar agar pada setiap erosi kawat yabg digunakan selalu baru dan tidak putus. Kawat yang digunakan bisa terbuat dari tembaga , brass, zink  dan lain-lain.

bahan yang bisa didownload :

– Laporan pratikum wire cutting
-Advanced Manufacturing Choices
-Wire EDM the fundamental
-What is the Wire EDM
-Review on Wire Cut EDM
Advanced Material Removal Prosessses

baca selengkapnya disini…

Electrical Discharge Machining

Tinggalkan komentar


Mata kuliah Proses Produksi with H ahsan ST.,MT

EDM singkatan electrical discharge machining, dalam bahasa sehari-hari kadang-kadang juga disebut sebagai spark machining, erosi percikan, terbakar, atau kawat erosi

Electrical Discharge Machining (EDM) adalah proses pemotongan logam yang  dilakukan dengan penciptaan ribuan kotoran per detik. listrik mengalir di antara elektroda dan benda kerja dalam cairan dielektrikum. Pada saat proses pemotongan, akan muncul uap logam yang sangat kecil pada wilayah erosi. EDM dapat digunakan pada bahan yang konduktif listrik, termasuk bahan-bahan eksotis seperti Waspaloy atau Hastaloy, yang sangat sulit dikerjakan mesin dengan menggunakan metode konvensional.

baca selengkapnya disini…

Tugas Proses Produksi II

Tinggalkan komentar


MachiningDiberitahukan kepada seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah proses produksi 3 sks dengan dosen pengampu H Ahsan ST.MT  bahwa tugas yang harus segera diselesaikan adalah

1. Membuat persentasi terkait proses produksi dengan tema yang telah ditentukan kemaren, bisa dilihat dibawah.

2. Membuat makalah yang telah dipersentasikan

3. File persentasi dan makalah di burning dalam cd ( diberi Label dan nama kelompok) untuk dikumpulkan

adapun yang akan dipersentasikan terkait  “Nontraditional Manufacturing Processes”  dengan pilihan tema sebagai berikut:

a. ABRASSIVE JET MACHINING (AJM)
b. ULTRA SONIC MACHINING (USM)
c. CHEMICAL MACHINING (CHM)
d. ELECTRO CHEMICAL MACHINING (ECM)
e. ELECTRO CHEMICAL GRINDING (ECG)

baca tugas selengkapnya disini…

Membubut Pion Catur

1 Komentar


tugas From mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

king-pion catur...
selengkapnya

Abrasive & mesin Gerinda

2 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Abrasif merupakan material, biasanya mineral, yang digunakan untuk membentuk atau menyelesaikan benda kerja dengan cara menggosok, yang mengakibatkan bagian dari benda kerja menjadi semakin pudar. Abrasive sangatlah umum penggunaannya dalam berbagai industri, dan teknologi. Hal ini menimbulkan variasi yang besar dalam komposisi fisik dan kimia abrasive serta bentuk abrasif. Kegunaan umum untuk abrasive termasuk grinding, polishing, buffing, mengasah, pemotongan, pengeboran, mengasah, menjilat, dan pengamplasan

Abrasives umumnya mengandalkan pada perbedaan dalam kekerasan antara abrasive dan bahan yang dikerjakan, dimana abrasive selalu lebih keras. Biasanya, bahan yang digunakan sebagai abrasive adalah baik mineral keras atau batu sintetis, beberapa di antaranya mungkin secara kimia dan secara fisik identik dengan sebagai mineral yang terjadi secara alami tetapi juga tidak bisa disebut sebagai mineral tidak muncul secara alami. Contohnya seperti intan, corundum, kalsium karbonat, dan lain-lain.

DOWNLOAD MATERI DISINI

abrasive

abrasive material

abrasive water jaket machining

proses gerinda

grinding

Beberapa faktor yang akan mempengaruhi dalam pemakaian abrasive meliputi:

  • Perbedaan kekerasan antara abrasive dan benda kerja, semakin keras abrasive semakin cepat.
  • Grain Size, semakin kasar butirannya akan semakin cepat berpengaruh pada benda kerja
  • Adhesi antara butir, antara butir dan penahan, antara butir dan matriks
  • Penggunaan pelumas / pendingin / pengerjaan logam cairan

baca selengkapnya disini

Turning and Milling

3 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

TURNING

Mesin Turning atau disebut mesin bubut ini adalah mesin yang berfungsi untuk membuat benda perkakas, dimana benda kerjanya (material) berupa silinder. Pada mesin ini, benda (material)nya yang berputar sedangkan mata pahatnya diam. benda yang sering dibuat melalui mesin turning adalah roda, ulir, pulley, rumah bearing, dan lain-lain.
Mesin turning memiliki RPM yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pengguna. mulai  75 RPM  hingga 2000 RPM. Mata pahatnya pun berbeda-beda tergantung dari desain alat yang dibuat. mesin ini mempunyai 2 sumbu koordinat, yaitu x (sumbu yang tegak lurus dengan sumbu chuck / tempat tool) dan z (sumbu chuck/tempat meletakkan benda kerja). bentuk mata pahat dari mesin turning adalah mirip dengan pisau yang fungsinya untuk menggores benda kerja.

Prinsip Kerja Mesin Bubut

Mesin bubut adalah mesin perkakas yang berfungsi untuk membubut permukaan bulat (silindris), membubut penampang benda kerja, membubut ulir, membubut alur, membubut permukaan benda konis dan membubut dalam.  Prinsip gerakan utamanya adalah gerakan berputar. Gerakan inilah yang dimanfaatkan untuk pemotongan logam

Ukuran dan kapasitas mesin bubut ditentukan oleh

–         Jarak antara kedua ujung senter kepala tetap dan kepala lepas

–         Tinggi garis senter mesin terhadap alas mesin

BACA SELENGKAPNYA….

Proses pembuatan connecting rod

2 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Connecting Rod merupakan suatu komponen penting dalam sebuah mesin yang berfungsi sebagai penerus daya dari piston ke poros engkol dan bekerja pada suhu tinggi dalam ruang bakar. Ditinjau dari kondisi system kerja yang demikian maka pemilihan material dan proses pembentukan dalam proses produksi connecting rod sangatlah penting, dimana material harus dapat memenuhi syarat-syarat diantaranya : tahan terhadap suhu tinggi, kekuatan tahan aus dimana proses pembentukan yang dipilih adalah proses penempaan. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk merancang proses produksi connecting rod dengan proses forging. Pada proses produksi ini ada beberapa hal yang direncanakan antara lain menentukan volume dan berat benda kerja, perhitungan gaya yang terjadi dan daya yang bekerja pada setiap tahapan proses penempaan dan menentukan dimensi dan toleransi pada proses pemesinan. Bahan yang akan digunakan pada proses produksi connecting rod adalah baja dengan standart SAE 4140 yang mempunyai kekuatan tarik δ = 100 Kg/mm?, serta mengandung unsure paduan antara lain : Carbon = ( 0,38 ? 0,43%), Mangan (0,75 ? 1,0%), Phosfor (<0,040%), Sulphur (<0,040%), Silikon (0,20 ? 0,35%), Chromium (0,80 ? 1,10%). Proses produksi connecting rod dengan metalurgi serbuk ini menggunakan penempaan yang dilakukan secara umum adalah melalui tahap edging, blocking, finishing, pada tahap ini terjadi pembentuksn sirip sepanjang sisi connecting rod. Setelah proses penempaan selesai maka akan dilakukan proses pemotongan sirip dengan proses trimming dan dilanjutkan dengan proses pemesinan yaitu milling dan drilling.
proses pembuatan connecting rod

FORGED CONNECTING ROD ( STANG PISTON TEMPA )

Proses pembentukan connecting rod dengan cara pemukulan / penekanan termasuk jenis closed die forging. Peralatan yang digunakan yaitu ; Drop Hammer, Hidraulic, dansekrup penekan.

Prosesnya Closed-die forging dengan flash.

Tahapan dalam proses pembuatan Forged Connecting Rod efinisinya :

Bahan awal tempa dibuat dari densifikasi bahan dasar yang dipanaskan secara terus-menerus dengan proses sekali pukul. Sehingga strukturnya sangat padat dan sesuai untuk pemakaian yang tinggi dimana daya tahan yang tinggi dan kekuatan diperlukan.

Langkah awal dari proses ini yaitu untuk menyeragamkan bentuk dari bahan tempa menyerupai bentuk akhir. Kemudian dipanaskan di dalam dapur yang terkontrol. Kebanyakan dalam produksi otomatis, bahan dipanaskan kemudian dilanjutkan dengan proses penempaan pada cetakan agar menghasilkan bentuk struktur yang padat.
Bahan dikontrol secara intensif agar mengisi cetakan secara penuh dan meminimalisasi material yang terbuang (flash) yang biasanya terjadi pada penempaan umum.
Hemat energi adalah keuntungan dari proses tempa yang langsung diikuti dengan proses pemanasan, mengurangi pemanasan kembali.

Plastic And aplications

7 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Plastic And aplications

Lagi

Stretch forming

1 Komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Stretch forming is a metal forming process in which a piece of sheet metal is stretched and bent simultaneously over a die in order to form large contoured parts. Stretch forming is performed on a stretch press, in which a piece of sheet metal is securely gripped along its edges by gripping jaws. The gripping jaws are each attached to a carriage that is pulled by pneumatic or hydraulic force to stretch the sheet. The tooling used in this process is a stretch form block, called a form die, which is a solid contoured piece against which the sheet metal will be pressed. The most common stretch presses are oriented vertically, in which the form die rests on a press table that can be raised into the sheet by a hydraulic ram. As the form die is driven into the sheet, which is gripped tightly at its edges, the tensile forces increase and the sheet plastically deforms into a new shape. Horizontal stretch presses mount the form die sideways on a stationary press table, while the gripping jaws pull the sheet horizontally around the form die.

Stretch Forming
Stretch Forming

Lagi

Deep drawing

1 Komentar


Deep Drawing

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Deep drawing is a metal forming process in which sheet metal is stretched into the desired part shape. A tool pushes downward on the sheet metal, forcing it into a die cavity in the shape of the desired part. The tensile forces applied to the sheet cause it to plastically deform into a cup-shaped part. Deep drawn parts are characterized by a depth equal to more than half of the diameter of the part. These parts can have a variety of cross sections with straight, tapered, or even curved walls, but cylindrical or rectangular parts are most common. Deep drawing is most effective with ductile metals, such as aluminum, brass, copper, and mild steel. Examples of parts formed with deep drawing include automotive bodies and fuel tanks, cans, cups, kitchen sinks, and pots and pans.

Lagi

Roll forming

1 Komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Roll forming, sometimes spelled rollforming, is a metal forming process in which sheet metal is progressively shaped through a series of bending operations. The process is performed on a roll forming line in which the sheet metal stock is fed through a series of roll stations. Each station has a roller, referred to as a roller die, positioned on both sides of the sheet. The shape and size of the roller die may be unique to that station, or several identical roller dies may be used in different positions. The roller dies may be above and below the sheet, along the sides, at an angle, etc. As the sheet is forced through the roller dies in each roll station, it plastically deforms and bends. Each roll station performs one stage in the complete bending of the sheet to form the desired part. The roller dies are lubricated to reduce friction between the die and the sheet, thus reducing the tool wear. Also, lubricant can allow for a higher production rate, which will also depend on the material thickness, number of roll stations, and radius of each bend. The roll forming line can also include other sheet metal fabrication operations before or after the roll forming, such as punching or shearing.
Roll Forming Line
Roll Forming Line

Lagi

Bending

1 Komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Bending is a metal forming process in which a force is applied to a piece of sheet metal, causing it to bend at an angle and form the desired shape. A bending operation causes deformation along one axis, but a sequence of several different operations can be performed to create a complex part. Bent parts can be quite small, such as a bracket, or up to 20 feet in length, such as a large enclosure or chassis. A bend can be characterized by several different parameters, shown in the image below.

Bending Diagram
Bending Diagram

Lagi

Machining

1 Komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Machining is a term used to describe a variety of material removal processes in which a cutting tool removes unwanted material from a workpiece to produce the desired shape. The workpiece is typically cut from a larger piece of stock, which is available in a variety of standard shapes, such as flat sheets, solid bars, hollow tubes, and shaped beams. Machining can also be performed on an existing part, such as a casting or forging.

Flat sheet
Flat sheet
Rectangular bar
Rectangular bar
Round tube
Round tube
I-beam
I-beam

Lagi

Shell mold casting

3 Komentar


Shell Mold Casting

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Shell mold casting is a metal casting process similar to sand casting, in that molten metal is poured into an expendable mold. However, in shell mold casting, the mold is a thin-walled shell created from applying a sand-resin mixture around a pattern. The pattern, a metal piece in the shape of the desired part, is reused to form multiple shell molds. A reusable pattern allows for higher production rates, while the disposable molds enable complex geometries to be cast. Shell mold casting requires the use of a metal pattern, oven, sand-resin mixture, dump box, and molten metal.

Lagi

Sand casting,

1 Komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Sand casting, the most widely used casting process, utilizes expendable sand molds to form complex metal parts that can be made of nearly any alloy. Because the sand mold must be destroyed in order to remove the part, called the casting, sand casting typically has a low production rate. The sand casting process involves the use of a furnace, metal, pattern, and sand mold. The metal is melted in the furnace and then ladled and poured into the cavity of the sand mold, which is formed by the pattern. The sand mold separates along a parting line and the solidified casting can be removed. The steps in this process are described in greater detail in the next section.

Sand casting mold overview
Sand casting overview

Lagi

Permanent Mold Casting

Tinggalkan komentar


Permanent Mold Casting

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Permanent mold casting is a metal casting process that shares similarities to both sand casting and die casting. As in sand casting, molten metal is poured into a mold which is clamped shut until the material cools and solidifies into the desired part shape. However, sand casting uses an expendable mold which is destroyed after each cycle. Permanent mold casting, like die casting, uses a metal mold (die) that is typically made from steel or cast iron and can be reused for several thousand cycles. Because the molten metal is poured into the die and not forcibly injected, permanent mold casting is often referred to as gravity die casting.

Lagi

Investment casting

Tinggalkan komentar


Investment Casting

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Investment casting is one of the oldest manufacturing processes, dating back thousands of years, in which molten metal is poured into an expendable ceramic mold. The mold is formed by using a wax pattern – a disposable piece in the shape of the desired part. The pattern is surrounded, or “invested”, into ceramic slurry that hardens into the mold. Investment casting is often referred to as “lost-wax casting” because the wax pattern is melted out of the mold after it has been formed. Lox-wax processes are one-to-one (one pattern creates one part), which increases production time and costs relative to other casting processes. However, since the mold is destroyed during the process, parts with complex geometries and intricate details can be created.

Lagi

Die casting

2 Komentar


Die casting hot chamber machine overviewberkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Die casting is a manufacturing process that can produce geometrically complex metal parts through the use of reusable molds, called dies. The die casting process involves the use of a furnace, metal, die casting machine, and die. The metal, typically a non-ferrous alloy such as aluminum or zinc, is melted in the furnace and then injected into the dies in the die casting machine. There are two main types of die casting machines – hot chamber machines (used for alloys with low melting temperatures, such as zinc) and cold chamber machines (used for alloys with high melting temperatures, such as aluminum). The differences between these machines will be detailed in the sections on equipment and tooling. However, in both machines, after the molten metal is injected into the dies, it rapidly cools and solidifies into the final part, called the casting. The steps in this process are described in greater detail in the next section.

Lagi

Centrifugal Casting

Tinggalkan komentar


Centrifugal Casting

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Centrifugal casting, sometimes called rotocasting, is a metal casting process that uses centrifugal force to form cylindrical parts. This differs from most metal casting processes, which use gravity or pressure to fill the mold. In centrifugal casting, a permanent mold made from steel, cast iron, or graphite is typically used. However, the use of expendable sand molds is also possible. The casting process is usually performed on a horizontal centrifugal casting machine (vertical machines are also available) and includes the following steps: Lagi

Thermoforming

Tinggalkan komentar


Thermoforming - Vacuum Forming

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Thermoforming describes the process of heating a thermoplastic sheet to its softening point, stretching it over or into a single-sided mold, and holding it in place while it cools and solidifies into the desired shape. The thermoplastic sheet is clamped into a holding device and heated by an oven using either convection or radiant heat until it is softened. The sheet is then held horizontally over a mold and pressed into or stretched over the mold using vacuum pressure, air pressure, or mechanical force. The softened sheet conforms to the shape of the mold and is held in place until it cools. The excess material is then trimmed away and the formed part is released. Excess material can be reground, mixed with unused plastic, and reformed into thermoplastic sheets.

Thermoforming is commonly used for food packaging, but has many applications from plastic toys to aircraft windscreens to cafeteria trays. Thin-gauge (less than 0.060 inches) sheets are mostly used for rigid or disposable packaging, while thick-gauge (greater than 0.120 inches) sheets are typically used for cosmetic permanent surfaces on automobiles, shower enclosures, and electronic equipment. A variety of thermoplastic materials can be used in this process, including the following:

Lagi

Metal Injection Molding

Tinggalkan komentar


MIM Feedstock preparation

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Metal Injection Molding (MIM) is a variation on traditional plastic injection molding that enables the fabrication of solid metal parts utilizing injection molding technology. In this process, the raw material, referred to as the feedstock, is a powder mixture of metal and polymer. For this reason, MIM is sometimes referred to as Powder Injection Molding (PIM). Using a standard injection molding machine, the powder is melted and injected into a mold, where it cools and solidifies into the shape of the desired part. Subsequent heating processes remove the unwanted polymer and produce a high-density metal part.

Metal injection molding is best suited for the high-volume production of small metal parts. As with injection molding, these parts may be geometrically complex and have thin walls and fine details. The use of metal powders enables a wide variety of ferrous and non ferrous alloys to be used and for the material properties (strength, hardness, wear resistance, corrosion resistance, etc.) to be close to those of wrought metals. Also, because the metal is not melted in the MIM process (unlike metal casting processes), high temperature alloys can be used without any negative affect on tool life. Metals commonly used for MIM parts include the following:

Lagi

Injection molding

Tinggalkan komentar


Injection molding machine overviewberkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Injection molding is the most commonly used manufacturing process for the fabrication of plastic parts. A wide variety of products are manufactured using injection molding, which vary greatly in their size, complexity, and application. The injection molding process requires the use of an injection molding machine, raw plastic material, and a mold. The plastic is melted in the injection molding machine and then injected into the mold, where it cools and solidifies into the final part. The steps in this process are described in greater detail in the next section. Lagi

Blow molding

Tinggalkan komentar


Extrusion Blow Molding

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Blow molding is a manufacturing process that is used to create hollow plastic parts by inflating a heated plastic tube until it fills a mold and forms the desired shape. The raw material in this process is a thermoplastic in the form of small pellets or granules, which is first melted and formed into a hollow tube, called the parison. There are various ways of forming the parison, as explained below. The parison is then clamped between two mold halves and inflated by pressurized air until it conforms to the inner shape of the mold cavity. Typical pressures are 25 to 150 psi, far less than for injection molding. Lastly, after the part has cooled, the mold halves are separated and the part is ejected. Lagi

Proses Manufaktur

Tinggalkan komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Proses Manufaktur

  • Metal forming

Hot rolling, Cold rolling, drawing, stamping, forging

  •  Joining

Welding, brazing, soldering, kelingan

  •  Casting

GDC, LPDC, HPDC, SSC (Semi Solid Metal Casting)

  •  Machining

Bubut, frais, bor, dll

  •  Powder metallurgy

Proses Casting

Tinggalkan komentar


Proses Casting

mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Definisi Proses Casting

Arti istilah casting / foundry dalam bahasa indonesia adalah pengecoran.

Sebuah proses dimana logam cair dialirkan kedalam cetakan dengan menggunakan gaya gravitasi atau bantuan tekanan, sehingga logam tersebut membeku didalam cetakan sesuai dengan bentuk cetakan.

Pengecoran / Casting adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan parts dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Logam cair akan dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan yang memiliki rongga sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah logam cair memenuhi rongga dan kembali ke bentuk padat, selanjutnya cetakan disingkirkan dan hasil cor dapat digunakan untuk proses sekunder. Pasir hijau untuk pengecoran digunakan sekitar 75 percent dari 23 million tons coran yang diproduksi dalam USA setiap tahunnya.

baca selengkapnya…

Basic Manufacturing Processes

3 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Basic Manufacturing Processes

  • Casting and Foundry
  • Forming or Metalworking
  • Machining
  • Joining and Assembly
  • Rapid Prototyping
  • Other
  1. Casting and Foundry Processes

In one step raw materials are transformed into a desirable shape

Parts require finishing processes

Excess material is recyclable

Basic Casting Process

A mold is created – A cavity that holds the molten material in a desired shape until it is solidified

Multiple-use mold
Single-use molds

Material is heated to a specified temperature

Molten material is poured into a mold cavity

Molten material solidifies into the shape of the cavity

Casting or mold is removed

Casting is cleaned, finished, and inspected

baca selengkapnya…

Products and Manufacturing

1 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Manufacturing is a fundamental component of our economy….we still must make products. The key is to make better….high-value products.

Manufacturing Engineering helps to make better products -”Manufacturing Engineers design and develop integrated systems used for the manufacturing production process.”

Product Creation Cycle
Design → Material Selection → Process Selection → Manufacture → Inspection → Feedback

A sequence of operations and processes designed to create a specific product

The process of turning materials into a product

Manufacturing Engineer
Select and coordinate specific processes and equipment

Industrial Engineer
Responsible for the manufacturing system design

Materials Engineer
Develop and select materials based on desired material properties and manufacturing processes

baca selengkapnya…

Proses Produksi

1 Komentar


Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

PENGERTIAN DAN PROSES PRODUKSI

Pengertian Proses Produksi

Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).

Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi itu dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan danan menambah kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada.

Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.

Jenis-Jenis Proses Produksi

baca selengkapnya…..

PENGEROLAN ( ROLLING)

1 Komentar


introduction mata kuliah proses produksi with H. Ahsan,ST,S.Pd, MT.

PENGEROLAN ( ROLLING)

Batang baja yang tidak dilebur kembali dan dituang dalam cetakan diubah bentuknya dalam dua tahap :

1. Pengerolan baja menjadi barang setengah jadi: bloom, bilet, slab.

2. Pemrosesan selanjutnya dari bloom, bilet, slab menjadi pelat, lembaran, batangan, bentuk profil atau lembaran tiffs [foil].

Baja didiamkan dalam cetakan ingot hingga proses solidipikasi lengkap, kemudian dikeluarkan dari cetakan. Selagi panas, ingot dimasukan dalam dapur gas yang disebut pit rendam dan dibiarkan sampai mencapai suhu kerja merata sekitar 1200 °C. Ingot kemudian dibawa ke mesin pengerolan dimana ingot dibentuk menjadi bentuk setengah jadi seperti bloom, bilet, slab. Bloom mempunyai ukuran minimal 150×150 mm. Bilet lebih kecil daripada bolm dan mempunyai ukuran persegi, ukuran mulai dari 40x40mm sampai 150×150 mm. Bloom atau bilet dapat digiling menjadi slab yang mempunyai lebar minimal 250 mm dan tebal minimal 40 mm. Lebar selalu tiga (atau lebih) kali tebal, dengan ukuran maksimal 1500 mm. Pelat, skelp dan setrip tipis digiling dari slab.

baca selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: