Beranda

Abrasive Jet Machining

Tinggalkan komentar


Mata kuliah Proses Produksi II with H. Ahsan. ST,.MT
Universitas Islam 45 Bekasi

ABRASIVE JET MACHINING (AJM)

Definisi Abrasive Jet Machining

Abrasive jet machining adalah sebuah proses pemesinan yang menggunakan bahan abrasive yang didorong oleh gas kecepatan tinggi atau air bertekanan tinggi untuk mengikis bahan dari benda kerja. Kegunaannya meliputi pemotongan bahan panas-sensitif, rapuh, tipis, atau keras. Khusus digunakan untuk memotong bentuk yang rumit atau bentuk bentuk tepi tertentu.

baca selengkapnya disini……..

Proses extrusi pada Pipa PVC

Tinggalkan komentar


mata kuliah pemilihan bahan dan proses with H. Ahsan ST,.MT
Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Teknologi extrusi adalah suatu proses manufaktur kontinu yang mengkombinasikan beberapa proses pengolahan meliputi pencampuran, pemanasan, dan pencetakan dalam satu rangkain proses. Teknologi extrusi diaplikasikan dalam bidang pengolahan thermoplastic yaitu pada pembuatan pipa PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC berasal dari kata Polyvinil Clorida yaitu salah satu polymer  yang banyak di gunakan saat ini di seluruh dunia, masyarakat umum biasa menyebutnya dengan paralon.

Flow Proses sederhana Extrusi pada Pipa PVC

  1. Pemilihan bahan
  2. Proses pencampuran bahan (mixing process
  3. Proses extrusi pada pipa

baca selengkapnya disini….

Proses Wire Cut

Tinggalkan komentar


mata kuliah Proses Produksi with Bapak H Ahsan. Spd.,ST.,MT

Wire cut merupakan mesin sejenis EDM yang memanfaatkan sifat erosi akibat loncatan bunga api listrik dari kutub positif dan kutub negatif atau proses permesinan dengan menggunakan proses erosi yang  dihasilkan dari perbedaan potensial lewat sebuah  kawat. Elektrodanya  adalah sebuah kawat gulungan yang  terus berputar dan berganti  selama proses permesinan berlangsung. Selama  proses erosi, kawat selalu  berganti  dan berputar agar pada setiap erosi kawat yabg digunakan selalu baru dan tidak putus. Kawat yang digunakan bisa terbuat dari tembaga , brass, zink  dan lain-lain.

bahan yang bisa didownload :

– Laporan pratikum wire cutting
-Advanced Manufacturing Choices
-Wire EDM the fundamental
-What is the Wire EDM
-Review on Wire Cut EDM
Advanced Material Removal Prosessses

baca selengkapnya disini…

Electrical Discharge Machining

Tinggalkan komentar


Mata kuliah Proses Produksi with H ahsan ST.,MT

EDM singkatan electrical discharge machining, dalam bahasa sehari-hari kadang-kadang juga disebut sebagai spark machining, erosi percikan, terbakar, atau kawat erosi

Electrical Discharge Machining (EDM) adalah proses pemotongan logam yang  dilakukan dengan penciptaan ribuan kotoran per detik. listrik mengalir di antara elektroda dan benda kerja dalam cairan dielektrikum. Pada saat proses pemotongan, akan muncul uap logam yang sangat kecil pada wilayah erosi. EDM dapat digunakan pada bahan yang konduktif listrik, termasuk bahan-bahan eksotis seperti Waspaloy atau Hastaloy, yang sangat sulit dikerjakan mesin dengan menggunakan metode konvensional.

baca selengkapnya disini…

Tugas Proses Produksi II

Tinggalkan komentar


MachiningDiberitahukan kepada seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah proses produksi 3 sks dengan dosen pengampu H Ahsan ST.MT  bahwa tugas yang harus segera diselesaikan adalah

1. Membuat persentasi terkait proses produksi dengan tema yang telah ditentukan kemaren, bisa dilihat dibawah.

2. Membuat makalah yang telah dipersentasikan

3. File persentasi dan makalah di burning dalam cd ( diberi Label dan nama kelompok) untuk dikumpulkan

adapun yang akan dipersentasikan terkait  “Nontraditional Manufacturing Processes”  dengan pilihan tema sebagai berikut:

a. ABRASSIVE JET MACHINING (AJM)
b. ULTRA SONIC MACHINING (USM)
c. CHEMICAL MACHINING (CHM)
d. ELECTRO CHEMICAL MACHINING (ECM)
e. ELECTRO CHEMICAL GRINDING (ECG)

baca tugas selengkapnya disini…

Membubut Pion Catur

1 Komentar


tugas From mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

king-pion catur...
selengkapnya

Abrasive & mesin Gerinda

2 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Abrasif merupakan material, biasanya mineral, yang digunakan untuk membentuk atau menyelesaikan benda kerja dengan cara menggosok, yang mengakibatkan bagian dari benda kerja menjadi semakin pudar. Abrasive sangatlah umum penggunaannya dalam berbagai industri, dan teknologi. Hal ini menimbulkan variasi yang besar dalam komposisi fisik dan kimia abrasive serta bentuk abrasif. Kegunaan umum untuk abrasive termasuk grinding, polishing, buffing, mengasah, pemotongan, pengeboran, mengasah, menjilat, dan pengamplasan

Abrasives umumnya mengandalkan pada perbedaan dalam kekerasan antara abrasive dan bahan yang dikerjakan, dimana abrasive selalu lebih keras. Biasanya, bahan yang digunakan sebagai abrasive adalah baik mineral keras atau batu sintetis, beberapa di antaranya mungkin secara kimia dan secara fisik identik dengan sebagai mineral yang terjadi secara alami tetapi juga tidak bisa disebut sebagai mineral tidak muncul secara alami. Contohnya seperti intan, corundum, kalsium karbonat, dan lain-lain.

DOWNLOAD MATERI DISINI

abrasive

abrasive material

abrasive water jaket machining

proses gerinda

grinding

Beberapa faktor yang akan mempengaruhi dalam pemakaian abrasive meliputi:

  • Perbedaan kekerasan antara abrasive dan benda kerja, semakin keras abrasive semakin cepat.
  • Grain Size, semakin kasar butirannya akan semakin cepat berpengaruh pada benda kerja
  • Adhesi antara butir, antara butir dan penahan, antara butir dan matriks
  • Penggunaan pelumas / pendingin / pengerjaan logam cairan

baca selengkapnya disini

Turning and Milling

3 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

TURNING

Mesin Turning atau disebut mesin bubut ini adalah mesin yang berfungsi untuk membuat benda perkakas, dimana benda kerjanya (material) berupa silinder. Pada mesin ini, benda (material)nya yang berputar sedangkan mata pahatnya diam. benda yang sering dibuat melalui mesin turning adalah roda, ulir, pulley, rumah bearing, dan lain-lain.
Mesin turning memiliki RPM yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pengguna. mulai  75 RPM  hingga 2000 RPM. Mata pahatnya pun berbeda-beda tergantung dari desain alat yang dibuat. mesin ini mempunyai 2 sumbu koordinat, yaitu x (sumbu yang tegak lurus dengan sumbu chuck / tempat tool) dan z (sumbu chuck/tempat meletakkan benda kerja). bentuk mata pahat dari mesin turning adalah mirip dengan pisau yang fungsinya untuk menggores benda kerja.

Prinsip Kerja Mesin Bubut

Mesin bubut adalah mesin perkakas yang berfungsi untuk membubut permukaan bulat (silindris), membubut penampang benda kerja, membubut ulir, membubut alur, membubut permukaan benda konis dan membubut dalam.  Prinsip gerakan utamanya adalah gerakan berputar. Gerakan inilah yang dimanfaatkan untuk pemotongan logam

Ukuran dan kapasitas mesin bubut ditentukan oleh

–         Jarak antara kedua ujung senter kepala tetap dan kepala lepas

–         Tinggi garis senter mesin terhadap alas mesin

BACA SELENGKAPNYA….

Proses pembuatan connecting rod

2 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng
Connecting Rod merupakan suatu komponen penting dalam sebuah mesin yang berfungsi sebagai penerus daya dari piston ke poros engkol dan bekerja pada suhu tinggi dalam ruang bakar. Ditinjau dari kondisi system kerja yang demikian maka pemilihan material dan proses pembentukan dalam proses produksi connecting rod sangatlah penting, dimana material harus dapat memenuhi syarat-syarat diantaranya : tahan terhadap suhu tinggi, kekuatan tahan aus dimana proses pembentukan yang dipilih adalah proses penempaan. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk merancang proses produksi connecting rod dengan proses forging. Pada proses produksi ini ada beberapa hal yang direncanakan antara lain menentukan volume dan berat benda kerja, perhitungan gaya yang terjadi dan daya yang bekerja pada setiap tahapan proses penempaan dan menentukan dimensi dan toleransi pada proses pemesinan. Bahan yang akan digunakan pada proses produksi connecting rod adalah baja dengan standart SAE 4140 yang mempunyai kekuatan tarik δ = 100 Kg/mm?, serta mengandung unsure paduan antara lain : Carbon = ( 0,38 ? 0,43%), Mangan (0,75 ? 1,0%), Phosfor (<0,040%), Sulphur (<0,040%), Silikon (0,20 ? 0,35%), Chromium (0,80 ? 1,10%). Proses produksi connecting rod dengan metalurgi serbuk ini menggunakan penempaan yang dilakukan secara umum adalah melalui tahap edging, blocking, finishing, pada tahap ini terjadi pembentuksn sirip sepanjang sisi connecting rod. Setelah proses penempaan selesai maka akan dilakukan proses pemotongan sirip dengan proses trimming dan dilanjutkan dengan proses pemesinan yaitu milling dan drilling.
proses pembuatan connecting rod

FORGED CONNECTING ROD ( STANG PISTON TEMPA )

Proses pembentukan connecting rod dengan cara pemukulan / penekanan termasuk jenis closed die forging. Peralatan yang digunakan yaitu ; Drop Hammer, Hidraulic, dansekrup penekan.

Prosesnya Closed-die forging dengan flash.

Tahapan dalam proses pembuatan Forged Connecting Rod efinisinya :

Bahan awal tempa dibuat dari densifikasi bahan dasar yang dipanaskan secara terus-menerus dengan proses sekali pukul. Sehingga strukturnya sangat padat dan sesuai untuk pemakaian yang tinggi dimana daya tahan yang tinggi dan kekuatan diperlukan.

Langkah awal dari proses ini yaitu untuk menyeragamkan bentuk dari bahan tempa menyerupai bentuk akhir. Kemudian dipanaskan di dalam dapur yang terkontrol. Kebanyakan dalam produksi otomatis, bahan dipanaskan kemudian dilanjutkan dengan proses penempaan pada cetakan agar menghasilkan bentuk struktur yang padat.
Bahan dikontrol secara intensif agar mengisi cetakan secara penuh dan meminimalisasi material yang terbuang (flash) yang biasanya terjadi pada penempaan umum.
Hemat energi adalah keuntungan dari proses tempa yang langsung diikuti dengan proses pemanasan, mengurangi pemanasan kembali.

Plastic And aplications

7 Komentar


mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Plastic And aplications

Lagi

Stretch forming

1 Komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Stretch forming is a metal forming process in which a piece of sheet metal is stretched and bent simultaneously over a die in order to form large contoured parts. Stretch forming is performed on a stretch press, in which a piece of sheet metal is securely gripped along its edges by gripping jaws. The gripping jaws are each attached to a carriage that is pulled by pneumatic or hydraulic force to stretch the sheet. The tooling used in this process is a stretch form block, called a form die, which is a solid contoured piece against which the sheet metal will be pressed. The most common stretch presses are oriented vertically, in which the form die rests on a press table that can be raised into the sheet by a hydraulic ram. As the form die is driven into the sheet, which is gripped tightly at its edges, the tensile forces increase and the sheet plastically deforms into a new shape. Horizontal stretch presses mount the form die sideways on a stationary press table, while the gripping jaws pull the sheet horizontally around the form die.

Stretch Forming
Stretch Forming

Lagi

Deep drawing

1 Komentar


Deep Drawing

berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Deep drawing is a metal forming process in which sheet metal is stretched into the desired part shape. A tool pushes downward on the sheet metal, forcing it into a die cavity in the shape of the desired part. The tensile forces applied to the sheet cause it to plastically deform into a cup-shaped part. Deep drawn parts are characterized by a depth equal to more than half of the diameter of the part. These parts can have a variety of cross sections with straight, tapered, or even curved walls, but cylindrical or rectangular parts are most common. Deep drawing is most effective with ductile metals, such as aluminum, brass, copper, and mild steel. Examples of parts formed with deep drawing include automotive bodies and fuel tanks, cans, cups, kitchen sinks, and pots and pans.

Lagi

Roll forming

1 Komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Roll forming, sometimes spelled rollforming, is a metal forming process in which sheet metal is progressively shaped through a series of bending operations. The process is performed on a roll forming line in which the sheet metal stock is fed through a series of roll stations. Each station has a roller, referred to as a roller die, positioned on both sides of the sheet. The shape and size of the roller die may be unique to that station, or several identical roller dies may be used in different positions. The roller dies may be above and below the sheet, along the sides, at an angle, etc. As the sheet is forced through the roller dies in each roll station, it plastically deforms and bends. Each roll station performs one stage in the complete bending of the sheet to form the desired part. The roller dies are lubricated to reduce friction between the die and the sheet, thus reducing the tool wear. Also, lubricant can allow for a higher production rate, which will also depend on the material thickness, number of roll stations, and radius of each bend. The roll forming line can also include other sheet metal fabrication operations before or after the roll forming, such as punching or shearing.
Roll Forming Line
Roll Forming Line

Lagi

Bending

1 Komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Bending is a metal forming process in which a force is applied to a piece of sheet metal, causing it to bend at an angle and form the desired shape. A bending operation causes deformation along one axis, but a sequence of several different operations can be performed to create a complex part. Bent parts can be quite small, such as a bracket, or up to 20 feet in length, such as a large enclosure or chassis. A bend can be characterized by several different parameters, shown in the image below.

Bending Diagram
Bending Diagram

Lagi

Machining

1 Komentar


berkaitan dg mata kuliah Proses Produksi with Dr.Eng.Ir. RUDI SUHRADI RACHMAT, M.Eng

Machining is a term used to describe a variety of material removal processes in which a cutting tool removes unwanted material from a workpiece to produce the desired shape. The workpiece is typically cut from a larger piece of stock, which is available in a variety of standard shapes, such as flat sheets, solid bars, hollow tubes, and shaped beams. Machining can also be performed on an existing part, such as a casting or forging.

Flat sheet
Flat sheet
Rectangular bar
Rectangular bar
Round tube
Round tube
I-beam
I-beam

Lagi

Older Entries

%d blogger menyukai ini: