Iklan
Beranda

abu nawas; jangan terlalu dalam

1 Komentar


Telah berulang kali Abu Nawas  mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga Abu Nawas menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi — kita tahu — menyogok itu diharamkan. Maka Abu Nawas memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.

baca selengkapnya..

Iklan

abu nawas; ikhlas & pencuri

1 Komentar


Tidak etis jika kita selalu menyebut-nyebut pertolongan yang kita berikan kepada orang lain. Abu nawas hampir saja terjatuh ke dalam sebuah kolam. Tapi seseorang yang tidak terlalu dikenalnya berada di dekat tempat itu dan kemudian menolongnya. Setelah itu, setiap kali orang itu bertemu dengan Abu nawas, ia selalu mengingatkan kebaikan yang pernah dilakukannya terhardap sang Abu nawas.

baca selengkapnya..

abu nawas; pangeran sakit

5 Komentar


Secara tak terduga Pangeran yang menjadi putra mahkota jatuh sakit. Sudah banyak tabib yang didatangkan untuk memeriksa dan mengobati tapi tak seorang pun mampu menyembuhkannya.

Akhirnya Raja mengadakan sayembara. Sayembara boleh diikuti oleh rakyat dari semua lapisan. Tidak terkecuali oleh para penduduk negeri tetangga. Sayembara yang menyediakan hadiah menggiurkan itu dalam waktu beberapa hari berhasil menyerap ratusan peserta.

Namun tak satu pun dari mereka berhasil mengobati penyakit sang pangeran. Akhirnya sebagai sahabat dekat Abu Nawas, menawarkan jasa baik untuk menolong sang putra mahkota. Baginda Harun Al Rasyid menerima usul itu dengan penuh harap. Abu Nawas sadar bahwa dirinya bukan tabib. Dari itu ia tidak membawa peralatan apa-apa. Para tabib yang ada di istana tercengang melihat Abu Nawas yang datang tanpa peralatan yang mungkin diperlukan. Mereka berpikir mungkinkah orang macam Abu Nawas ini bisa mengobati penyakit sang pangeran? Sedangkan para tabib terkenal dengan peralatan yang lengkap saja tidak sanggup. Bahkan penyakitnya tidak terlacak.

baca kisah selengkapnya..

abu nawas; pakaian kering

Tinggalkan komentar


Sejak peristiwa penghancuran barang-barang di istana oleh Abu Nawas yang tanpa bisa dicegah oleh Baginda, sejak saat itu pula Baginda ingin menangkap Abu Nawas untuk dijebloskan ke penjara. Sudah menjadi hukum bagi siapa saja yang tidak sanggup melaksanakan titah Baginda, maka tak disangsikan lagi ia akan mendapat hukuman. Baginda tahu Abu Nawas amat takut kepada beruang.

Suatu hari Baginda memerintahkan prajuritnya menjemput Abu Nawas agar bergabung dengan rombongan Baginda Raja Harun Al Rasyid berburu beruang. Abu Nawas merasa takut dan gemetar tetapi ia, tidak berani menolak titah Baginda. Dalam perjalanan menuju ke hutan, tiba-tiba cuaca yang cerah berubah menjadi mendung. Baginda memanggil Abu Nawas. Dengan penuh rasa hormat Abu Nawas mendekati Baginda.

baca selengkapnya..

abu nawas; malu

2 Komentar


Disaat hidup miskin dan menderita, abu nawas pergi mencari pekerjaan, Kebetulan didaerah yang dia kunjungi ada sebuah masjid yang akan diperbaiki, Abu nawas menawarkan diri untuk memperbaiki masjid dengan upah satu dinar.

baca kisah lengkapnya…

abu nawas; satu dinar

1 Komentar


Suatu hari Abu nawas keluar dari balai pertemuan, setelah menghadap khalifah.Saat dia keluar, sekeping uang terjatuh dari sakunya.

karena uang itu adalah harta terakhir yang ia memiliki, tentu abu nawas berusaha mencarinya, para pejabat istana heran melihat kelakuan ganjil yang abu nawas lakukan.

Lagi

Abu nawas; saat izrail datang

14 Komentar


Karena terlalu lelah bekerja, Abu Nawas jatuh sakit, dan kali ini sakitnya sangat parah. Istrinya yang sangat khawatir selalu menangis.

Lagi

abu nawas; orang bodoh tahun ini

4 Komentar


Kholifah yang mengemban tugas dan tanggung jawab kenegaraan merasa jenuh, untuk menghibur diri, ia mengadakan lomba “orang paling bodoh”. Ia mengumumkan perlombaan itu keseluruh penjuru negeri dan pemenangnnya akan mendapatkan lima ribu dinar;

dalam beberapa tahun terakhir, Abu nawas selalu keluar sebagai pemenang dalam kontes seperti itu. Orang-orang berharap Abu nawas tidak tampil untuk tahun ini.

Lagi

Abu nawas; Tidur agar masuk syurga

2 Komentar


Suatu hari seorang pejabat tua yang terkenal kasar dan kejam memanggil Abu nawas,

“jika aku mati, aku ingin berada disyurga” kata pejabat kepada Abu nawas,

“Katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar masuk syurga!” lanjutnya.
Lagi

Abu nawas; sebuah lilin

8 Komentar


Saat musim salju, abu nawas mengobrol dengan teman-temanya dikedai kopi, abu nawas sesumbar dengan mengatakan cuaca saat itu tidak terlampau dingin, Bahkan dia berani bertaruh sanggup bertahan tanpa pemanas.

“Kami memegang kata-katamu Abu nawas,jika malam ini engkau sanggup bertahan dialun-alun hingga pagi hari tanpa menggunakan alat pemanas, kami akan membelikan makanan lezat untukmu, tapi sebaliknya, Jika gagal, engkau harus menjamu kami semua,”kata seorang pemuda”

“Baiklah,Aku terima taruhan ini,”jawab Abu nawas yakin”
Lagi

Abu Nawas; cukup satu pertanyaan

3 Komentar


suatu hari seorang terpelajar menghadap kholifah dan menantang abu Nawas untuk menjawab pertanyaanya, jika ia memang benar-benar orang pandai. Orang itu bertanya kepada abu nawas, “Mana yang engkau pilih menjawab seratus pertanyaan sederhana atau menjaga satu pertanyaan sulit?”

Khalifah maupun Abu Nawas saat itu sibuk dan bersiap-siap untuk pergi….

“tanyakan padaku, satu pertanyaan sulit,” kata Abu Nawas

“Baiklah, katakan padaku, mana yang datang terlebih dahulu kedunia, ayam atau telur?”

Lagi

%d blogger menyukai ini: