masjid-agung-demakBismillahirahmanirahim

Ditempatmu ada masjid? bisa dipastikan didaerah negara kesatuan indonesia yang mayoritas penduduknya islam setidaknya ada dan punya masjid yang digunakan untuk ibadah kepada Allah bahkan ada sebuah pulau yang dijuluki Pulau seribu masjid, SubhanaAllah, namun ada sedikit yang kurang dari keberadaan masjid, ironi semakin indah dan megah bngunan sebuah masjid tapi jamaah dan kegiatan ilmu semakin jauh dan menjauh, Fenomema akhir zaman yang sudah digariskan, sudah dikabarkan nabi Sholallahu alaihi wassalam jauh-jauh hari. lalu pertanyaanya :

Apa fungsi utama masjid saat ini?
Apa Relevansi dibuatnya masjid?
Sekarang apa yang hilang dari sebuah Masjid?
adakah yang mau menjelaskan ?

catatan berikut ini mencoba membuka sedikit sesuatu yang hilang dari keberadaan sebuah masjid, semoga bisa diambil manfaatnya dan dijadikan perenungan bersama…

Dahulu kala, ketika seseorang ingin mendalami ilmu agama, mereka belajar di masjid. Masjid digunakan sebagai media untuk mensyiarkan agama Allah. Banyak orang alim yang keluaran dari masjid, seperti Masjidil Aqsha, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan masjid-masjid yang didirikan oleh Salafus Shaleh. Ulama-ulama yang mengajar dan mengabdikan ilmunya di masjid itu disebut dengan Muharrar.

Karena saking senangnya ingin mempunyai anak yang menjadi Muharrar, Hannah (ibu dari Sayyidah Maryam) bernazar jika jabang bayi yang ia kandung kelak akan lahir laki-laki, maka akan dijadikannya sebagai seorang Muharrar. Namun, Allah berkehendak lain. Ternyata anak yang lahir dari perutnya itu adalah seorang perempuan. Hannah menjadi sedih sebab cita-citanya untuk mempunyai bayi laki-laki menjadi gagal. Karena syarat untuk menjadi seorang Muharrar adalah laki-laki. Bayi itu diberinya nama Maryam.

baca selengkapnya disini..

Iklan