Iklan
Beranda

apa sih Bid’ah itu ?

18 Komentar


bismillahirahmanirahim

sahabtku semua yang dirahmati Allah, saat saya mencoba memaparkan kajian diskusi mengenai tahlilan, yasinan dan maulidan langsung saja ada yang bicara itu adalah bid’ah, dengan alasan “Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan dan mencontohkannya. Begitu juga para sahabatnya, tidak ada satupun diantara mereka yang mengerjakannya. Demikian pula para tabi’in dan tabi’it-tabi’in. Dan kalau sekiranya amalan itu baik, tentu mereka akan mendahului kita. kawan, Kerancuan yang terjadi akibat minimnya ilmu dan lemahnya pemahaman itu, semakin diperparah akhir-akhir ini, oleh maraknya fenomena kalangan yang mudah sekali dalam menjatuhkan hukum dan klaim bid’ah atas segala sesuatu, berdasarkan pandangan yang mensimplifikasikan (menyederhanakan) mafhum (pengertian) bid’ah dengan ungkapan global seperti misalnya: bahwa bid’ah adalah setiap hal yang tidak ada pada zaman Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam, atau tidak pernah dilakukan oleh beliau. Sehingga segala sesuatu yang baru, tidak ada pada masa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam, dan tidak pernah beliau lakukan, langsung dan serta merta dihukumi dan diklaim sebagai bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap yang sesat itu di Neraka! Padahal masalahnya sebenarnya tidak sesederhana itu. Karena sederhana saja misalnya, seandainya setiap yang baru dan tidak ada pada masa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam itu, serta merta dihukumi sebagai bid’ah yang sesat, tentunya tidak perlu ada ijtihad lagi, dan para ulama mujtahid-pun tidak dibutuhkan lagi!

kawan, bagaimana cara kita memahami bidah…

mari kita mengkaji lebih dalam…?

semoga menambah wawasan kita

sebuah percakapan yang patut engkau simak mengawali pembicaraan mengenai bidah…

Ketika sebagian orang menolak pembagian Bid’ah pada Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Sayyi’ah, maka itu berarti mereka menolak dan menyalahkan ulama’besar seperti al-Imam asy-Syafi’i, Al Hafid Ibnu Hajar, al-Imam a-Nawawi dan Salafus-shalih lainnya, seolah-olah Ulama besar itu hanya berpendapat berdasarkan hawa nafsu dan mengesampingkan al-Qur’an dan Hadits. sungguh betapa sombongnya orang yang berkata demikian…

Penah terjadi dialog menarik. Berikut kami kutib dengan tanda “A” untuk wakil mereka dan “B” untuk wakil kami.

baca penjelasan selengkapnya…

Iklan

kenapa masih saja membid’ahkan sesat maulid ?

20 Komentar


bismillahirahmanirahim,

kawanku smua yang dirahmati Allah. kemaren malem, sebenrnya malam yang istimewa, karena kemaren ada acara maulidan oleh habieb munzir almusyawa di masjid baitul mustafa di kawasan MM2100 persis di depan PT Astra Honda Motor, sungguh maksud hati ingin datang namun kewajiban yang lebih utama mengurungku tuk datang, malam itu saya masih kuliah.. pulang kuliah jam 10 mlm, saya sudah sampai didaerah situ tapi rombongan jamaah dah pada pulang, sedihnya…

singkat cerita menjelang akhir pulang kerja saya ngobrol-ngobrol ringan dengan teman-teman saya, nah disinilah awal permasalahan terjadi… saya bertanya kepada salah satu teman saya, semalem ikut maulidan habieb munzir almusyawa di masjid baitul mustafa gak?

ngapain ikut, jawabnya.. acara seperti itu percuma, bikin badan capek saja, lho kok bisa… timpaku, dya bilang acara tersebut karena pengaruh sesosok habieb… Habieb itu apa? dya malah tanya seperti itu..kenapa bisa disebut habieb, toh putranya nabi yang lelekai sdah meninggal. dya malah mengkaitkan dengan fathimah. opininya fathimah itu kan istrinya ali jadi anaknya adalah keturunan ali tidak bisa dihubungkan dengan rasul, karena bin…bin…. gak nyampai pada rasul, dya tanya lagi bidah itu apa? … temenku mempersalahkan Habieb itu bagaimana? acara maulidan itu bidah, wong nabi gak pernah mencotohkan, sahabt jga tidak?…

dan banyak lagi… hal- hal yang tidak setuju dia lontarkan pada saya…

saya kadang senyum sendiri jika ada orang yang ngomong tapi dasarnya gak jelas. hanya menurut yang dia tahu, dia tidak mengkaji mana kebenaran yang paling hakiki, mana pendapat yang paling banyak diterina, dan mana saja yang diperbolehkan untuk diamalkan..

terjadilah diskusi ringan antara pro dan kontra… perdebatan lagi panas-panasnya… eh pimpinan saya datang, ini ada apa kok belum pada pulang? membicarakan masalah apa? kok serius amat? … karena kami merasa gak enak, jadi kami membicarakan maslah yang  lain terus beranggsur meninggalkan lokasi, scan out pulang…

terlepas ketidak puasan jawaban yang aqu tuturkan, dan diskusi yang nanggung jga ada pertanyaan dari sejumlah pengunjung tentang hukum maulid nabi, maka disni kita akan membahasnya lagi….. KAWANKU YANG BAIK, PERHATIKAN KATA-KATA YANG BERCETAK TEBAL….

KENAPA KITA MENYAMBUT MAULID NABI??? INILAH HUJJAH-HUJJAHNYA. KENAPA KITA MENYAMBUT MAULID NABI??? INILAH HUJJAH-HUJJAHNYA…

oleh Al-Asyairah Al-Syafii

SEJARAH PERINGATAN MAULID NABI

Siapakah orang yang pertama menyambut maulid Nabi???

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh raja Irbil (wilayah Iraq sekarang), bernama Muzhaffaruddin al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:

baca penjelasan selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: