ulama-palsuSaat ulama yang otoritatif wafat dan langka,  maka banyak orang bodoh mengangkat diri mereka sebagai tokoh agama.  Mereka merasa telah menjadi ulama,  bahkan merasa menjadi ulama besar hanya dengan modal satu dua ayat dan hadits, sorban,  jubah dan sekedar bisa ceramah.
Jauh-jauh hari Rasulullah saw. telah mengingatkan bahwa ilmu agama akan lenyap dengan diwafatkannya ulama,  sehingga orang-orang bodoh pun menjadi pemimpin,  pemberi fatwa yang sesat dan menyesatkan umat.
عن عبد الله بن عمرو قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يبق عالما اتخذ الناس رءوسا جهالا فسءلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا ( متفق عليه )
Diriwayatkan dari Abdillah bin Amr,  ia berkata, Rasulullah saw. bersabda,  ” Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan mencabutnya sekali cabut dari para hamba,  akan tetapi ilmu itu diambil dengan cara mengambil (mewafatkan)  ulama itu,  apabila tidak lagi ada orang berilmu (‘alim) maka manusia menjadikan orang-orang bodoh menjadi pemimpin.  Sehingga bila mereka ditanya,  maka mereka menjawab (berfatwa)  tanpa ilmu,  maka mereka itu sesat dan menyesatkan.”  (Muttafaq ‘alaihi)

baca selengkapnya disini…

Iklan