Iklan
Beranda

Gusmus ; Gaya Hidup Duniawi

Tinggalkan komentar


enak-jamanku“Piye, Le; enak zamanku tho?!”

Pertanyaan di bokong truk dengan gambar pak Harto mesem itu setiap kali berkelebat mengusikku. Aku selalu teringat presiden yang nyaris seperti raja itu terutama saat ada peristiwa kegilaan terhadap dunia, seperti  kasus-kasus Korupsi dan Suap-menyuap; Politik Uang; Pejabat Publik dan Artis yang ‘tertangkap tangan’; Orang Pintar yang dapat memperbanyak uang; dlsb.

Kegilaan terhadap dunia atau materi dimulai dari keinginan menjadikan hidup ini sejahtera, hingga keinginan  hidup mewah.  Lalu keinginan lebih dan langgeng hidup mewah serta  berkuasa.  Biasanya berakhir dengan hilangnya akal dan nurani. Hubbud dunya ra’su kulli khathiah. Berlebih-lebihan menyukai dunia adalah sumber segala kesalahan.
Negeri ini mengenal 2 (dua) presiden yang nyaris seumur hidup. Soekarno dan Suharto.  Sambil ‘meledek’ Pemerintahan Soekarno  dengan sebutan Orde Lama , kursi kepresidenan-nya pun  diambil alih. Orde lama dikritik karena ‘mengangkat’ Politik sebagai Panglima. Alasannya: politik tidak membikin kenyang. Politik tidak enak.  Lalu Suharto pun mengganti  dengan ‘Ekonomi sebagai Panglima’. Pembangunan ekonomi semesta pun dimulai.
Adalah wajar bila saat akan membangun ekonomi, yang dicontoh dan ditiru adalah negara-negar yang maju ekonominya.

baca selengkapnya disini…

Iklan

Bob Sadino ; Benarkah, Bodoh adalah kunci sukses ?

1 Komentar


berani melangkahbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, orang cerdas dan orang bodoh sebuah keterbalikan yang nyata dalam satu sisi dinilai baik dan dalam sisi yang lain dalam ranah yang kurang baik, dimana -dimana akan kita jumpai kedua hal tersebut.

dalam memulai sebuah bisnispun kedua orang yang mempunyai latar belakang yang berbeda ini pastinya beda pula menyikapinya. yang satu penuh perhitungan, yang satu hanya jalan menjalankan.

dalam pertaruhan nasib bisa jadi semua orang akan mengira bahwa orang cerdaslah yang akan sukses, namun dalam dinamika kehidupan bisa jadi orang bodohlah yang bisa mengalahkan yang pandai tersebut.

apa ini mungkin ? jelas sekali.. karena banyak semacam itu yang terjadi bahkan sekarang sukses membawahi orang-orang cerdas.

apakah anda tidak percaya ?

berikut sedikit ulasan dari orang yang sukses itu, bacalah dengan seksama semoga dapat mengambil manfaatnya..

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna. Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.

Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

Miskin Keberanian untuk memulai Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh”sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar”telalu banyak pertimbangan.
Telalu Pandai Menganalisis – Sebagian besar orang “pintar”sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh”tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

baca motivasi sukses selanjutnya..

%d blogger menyukai ini: