Iklan
Beranda

Petuah bijak ulama salaf

Tinggalkan komentar


jalan lurusbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah.
Syaikh Abdul Wahhab Asy Sya’rani berkata : “Diantara nikmat Allah yg diberikan kepadaku adalah aku bisa bersabar dengan sikap buruk masyarakat, istriku dan pembantuku. Semua itu terjadi karena aku memiliki keyakinan, bahwa apa yang aku alami sesuai dengan hubunganku dengan Tuhanku. Yang salah hakikatnya adalah diriku bukan mereka.

Jika tongkat lurus, bayangannya tentu juga lurus.
Jika tongkat bengkok, bayangannya tentu juga bengkok.

Seorang yg ingin bayangan sebuah benda lurus, padahal bendanya sendiri bengkok, maka dia telah mengharapkan suatu yg mustahil terjadi.

Buruknya sikap istri atau pembantu adalah cerminan dari memburuknya akhlak kita. Seorang yang bijaksana tentu akan mengintropeksi kesalahan dirinya saat mendapati istri, pembantu, atau anaknya bersikap tidak seperti biasanya. Kemudian dia akan memperbaiki akhlak dan amal ibadahnya kepada Allah. Sikap buruk keluarga dan orang lain tentu akan segera berubah.

baca selengkapnya…

Iklan

mungkin dulu, sekarang mulailah intropeksi diri

5 Komentar


intropeksi diribismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. seseorang itu harus bisa belajar dari hidup orang lain. begitu seuntai kata yang pernah aku dengar dari seorang yang baik, manusia itu harus punya rasa malu, harus punya rasa rasa malu, Malu diri  ini  kepada  Allah, malu diri  ini  kepada  para  malaikat  yang  setiap hari bersemangat disamping kanan dan kiri kita, bersemangat berharap ada suatu catatan luar biasa  yang  bisa  ia  catatat  untuk dibanggakan  dihadapan Allah. Malaikat  Rindu ketika mereka  mencatat  catatan-catatan Rasulullah saw,  malaikat  menangis  karena  ia  sekarang tidak dapat  mencatat  apa  yang ia  harapkan dan  idam-idamkan selama  ini. andai malaikat  diberi  sifat  bosan oleh Allah tentulah malaikat  akan meninggalkan kita  semua, malas  untuk mencatat  yang itu-itu saja… Setiap hari  mencatat  maksiat, setiap hari mencatat dosa. “Mana kebaikanmu wahai manusia” astagfirullah..

sahabatku yang aku sayangi..

Dulu, aku pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, sangat kaya, berhasil dalam karir hidup & hebat dalam dunianya…

baca cahaya hati selengkapnya…

Dalam kesunyian ada ketenangan

1 Komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. dalam kesunyian ada ketenangan, begitulah kira-kira hakekat kehidupan, seperti yang ditulis M. Iqbal dawami penulis buku cita-cita ( the secret and power within)

kawan, Setiap orang akan berbeda dalam menyikapi berbagai gejolak hidupnya. Menyikapi hidup terkadang gampang-gampang susah. Gampang untuk bicara, susah untuk dijalankan. Adakalanya kita bisa berpikiran jernih sehingga semuanya nampak indah, dan adakalanya hati kita dalam keadaan  gelap sehingga keluh kesah pun tak dapat dihindari.  Keluh kesah dan ketenangan silih berganti menyelimuti perjalanan hidup kita. Dan semuanya sudah menjadi hukum Allah bahwa kehidupan ini memang selalu berputar dan berpasang-pasangan, yang menjadikannya sebagai ujian, pelajaran, cobaan dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.

 berikut ini tulisannya. bacalah seraya memahami maksud tersirat didalamnya,

Hampir setiap pagi jika anakku bangun pagi, aku sering mengajaknya jalan-jalan ke pematang sawah. Dia tampak antusias setiap kali aku ajak ke persawahan. Aku bonceng dia dengan sepeda ontel. Di sawah kami jalan-jalan, kadang duduk-duduk. Di sana kami melihat hamparan sawah sejauh mata memandang. Kami menyaksikan burung-burung yang terbang, saat petani mengusirnya. Kami juga melihat petani baru berdatangan, dan siap bekerja. Pada kali itu, kami melihat padi mulai menguning, yang beberapa hari sebelumnya masih tampak hijau. Jadi, kami menyaksikan perubahan padi dari hari ke hari.

baca kisah cahaya hati selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: