Beranda

bahayanya penyakit ini

2 Komentar


bismillahirahmanirahim..

Sehatkan hati, segarkan ruhani, raih kehidupan imani..nah sahabatku sudahkah hatimu merasa sehat. Sehat dalam artinya bukan bebas dari penyakit yang bisa dibuktikan secara medis namun sehat yang aku maksud disini sehat dari berbage penyakit hati, tahukah engkau apa itu?

penyakit yang sangat populer dewasa-dewasa ini, bahkan kepopuleranya mengalahkan penyakit-penyakit yang kronis. penyakit tak terlihat namun dampaknya begitu terasa dan menghancurkan yang diterjangnya. para dokter manapun tidak akan bisa menyembuhkan penyakit ini, wah sungguh mengerikan bukan, Lantas siapa yang bisa menyembuhkan..kok keliatan sangat danger gitu..lain dan tidak lain adalah dirimu sendiri..engkaulah yang bisa menghilangkan penyakit ini dalam hatimu

bagaimana tertarik untuk mengobatinya?

penyakita pa sih? engkau pasti tahulah. kok bisa bilang begitu?. bagaiamana tidak tahu lah kadang penyakit itu bersemanyam lama dihati setiap manusia, entah sang pemilik hati itu sudah tahu atau memang menikmati penyakit itu dalam dirinya. Padahal penyakit ini lebih berbahaya dari berbagai penyakit kronis semisal jantung dan paru-paru..penyakit itu tidak lain adalah iri, dengki, benci, hasut, takabur, sombong dan semua kawan-kawannya yang selalu mengajakmu berbuat kemungkaran

sudahkah kau obati penyakit itu dalam hatimu? atau sengaja kau biarkan tumbuh berkembang pesat didirimu? ada yang bisa jawab?

sebuah kisah semoga engkau bisa berubah. InsyaAllah..

Kisah ini terjadi di salah satu TK (taman kanak-kanak), pada suatu hari, guru TK tersebut mengadakan permainan dengan menyuruh setiap muridnya untuk membawa sebuah kantong plastik transparan dan kentang.

Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang di benci. Jadi, setiap anak membawa jumlah kentang yang berbeda sesuai jumlah orang yang mereka benci. pada hari yang disepakati, semua murid membawa kantong plastik berisi kentang ke sekolah. ada yang berjumlah dua, ada yang tiga, bahkan ada yang lima buah.

baca kisah selengkapnya

bagaimana saya tidak iri ?

Tinggalkan komentar


cerita dari seorang sahabat

mungkin kawan semua ada yang mengalami seperti cerita dibawah ini. to malah saat ini berada dalam situasi yang demikian ini. wallahu a’lam kadang kehidupan berjalan seolah seperti kebetulan.bacalah moga dapat mengambil hikmahnya…insyAllah

Tetangga tepat di depan rumah kami tergolong keluarga mampu. Sang ayah pegawai negeri, bekerja di sebuah dinas kesehatan kota, anak-anaknya ‘jadi’ semua, mapan. Mereka punya pekarangan luas, berbagai macam tanaman ada didalamnya. Setiap musim buah tiba, entah itu rambutan, mangga, durian, nangka, klengkeng, dan beberapa jenis lagi yang saya tidak ingat, sempat membuat saya berpikir “Kenapa Allah tidak menjadikan saya sebagai salah satu dari keluarga mereka?” Rumah dan halaman yang luas juga memungkinkan kami, anak-anak bisa leluasa bermain disana. Tapi saya sering dilarang oleh orang tersebut “Sssstttt….!”katanya, “Jangan main disini!”.

Keberadaan keluarga mereka membuat saya iri. Bagaimana saya tidak iri, jika secara materi mereka mapan, kelihatannya tenteram tidak kekurangan suatu apapun? Bahkan Pak Lurah waktu itu adalah kerabat dekat mereka, suatu posisi dimana mereka akan bisa mendapatkan kemudahan dalam hal misalnya kepentingan mendapatkan surat-surat.

baca kisah selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: