orang-miskin-dilarang-sakitbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. lihatlah berita berita di televisi Cerita tragis mengenai kemiskinan dan kesehatan yang tidak juga terjangkau masih marak terjadi. Seolah sudah patut disandang oleh orang miskin mengalami kehidupan serba sulit termasuk mengakses kesehatan. “Orang miskin dilarang Sakit ?” benar-benar menjadi kenyataan. Alangkah susahnya mencari rumah sakit murah apalagi gratis ditengah riuh kehidupan bangsa ini. Sementara riuh lain adalah berbagi hasil korupsi biar merata. Ironis bukan? Satu sisi mereka hanya ingin bertahan hidup dari serangan penyakit, sementara pihak lain bertahan untuk mengeruk kekayaan Negara. astagfirullah

Lantas, bagaimana jika orang miskin sakit? Bukankah seharusnya kesehatan menjadi milik publik? Mengapa sekarang ini kesehatan justru menjadi seperti milik privat yang hanya akan didapatkan orang yang mampu membayar?

lihatlah Di jaman yang serba mahal ini, banyak sekali keluarga-keluarga yang dinilai masih berada di bawah garis kemiskinan, hal ini dikarenakan penyebaran penduduk dan lapangan pekerjaan yang tidak merata yang mengakibatkan ketidakseimbangan tingkat perekonomian antara suatu daerah dengan daerah yang lainnya,

lalu yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah ?

Ada apa dengan sistem pelayanan kesehatan di negeri ini? Mengapa citra rumah sakit yang dulu kental akan fungsi sosialnya kini redup, berganti wajah dan tampilan barunya yang lebih berorientasi untuk kepentingan bisnis?

apa benar penolakan terhadap pasien – pasien miskin itu murni karena minimnya peralatan dan penuhnya pasien ? ataukah ada unsur lain dibalik itu ?

apa berani mereka melakukan penolakan kepada keluarga presiden, menteri , anggota dewan, para pejabat dan orang-orang kaya ?

apakah ini bisa disebut diskriminatif ?

sahabatku yang aku sayangi, Sudah sejak lama dirasakan adanya ketimpangan hubungan antara pasien dan penyedia jasa layanan kesehatan. Pasien selalu diposisikan sebagai orang yang paling membutuhkan, sementara rumah sakit cenderung tampil bagai dewa yang akan menentukan nasib sang pasien. Bahkan, di tengah ketidakpahaman pasien tentang sakit dan penyakitnya, tak jarang hak-hak mereka dikebiri oleh pihak rumah sakit.

baca derita menjadi orang miskin selengkapnya….

Iklan