Iklan
Beranda

bunda, jangan kau sia-siakanku

5 Komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, remaja dengan segala dinamikanya sungguh sangat memprihatinkan di masa yang katanya modern ini, mula-mula pacaran, dua-dua an dan akhirnya terjadilah hubungan yang dilarang, naudzubillah.. banyak yang telah kebobolan… naah jika begitu bagaimana?…  Mengerikan ternyata sebanyak 21 persen remaja atau satu di antara lima remaja di Indonesia pernah melakukan aborsi. Data menyedihkan itu merupakan hasil pengumpulan data yang dilakukan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA. Data diperoleh dengan cara mengumpulkan 14.726 sampel anak SMP dan SMA di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Makassar, Medan, Lampung, Palembang, Kepulauan Riau dan kota-kota di Sumatera Barat dalam Forum Diskusi Anak Remaja pada 2011. ngeri ngak kawan?

kenapa bisa begitu?
siapa yang harus disalahkan?
kenapa harus ada aborsi?

bagaimana perasaan anak yang diaborsi?

dosakah kita? jelas !!

jawablah pertanyaanku itu kawan…
kalo tidak bisa jawab.. simaklah tulisan dibawah ini dengan baik…
Surat dari Bayi Yang Di Aborsi Untuk Sang Bunda

Artikel di bawah ini bukanlah tulisan saya. saya hanya mencoba untuk mengekalkan tulisan tersebut. Siapapun penulisnya, yang pasti ia memiliki kebeningan hati. Kata-kata tulisan tersebut bisa membuat kita menitikan air mata, menyadarkan kita dan sangat mencerahkan. semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Berikut ini isi surat dari bayi yang diaborsi untuk sang bunda :

>Dear Bunda tersayang………….

Assalamualaikum Wr. Wb. Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja. Ananda juga di sini baik-baik saja bunda. ALLAH SWT sayang banget dech sama nanda. ALLAH juga yang meminta nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda kepada bunda. Bunda, ingin sekali ananda menyapa bunda, perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk ananda diami walaupun hanya sesaat.

baca kisah selengkapnya….

Iklan

menikah tanpa pacaran berani?

22 Komentar


bismilahirahmanirahim..

kawanku semua yang dirahmati Allah, masih teringat kuliah semalem by bapak ismail ibrahim S.Pdi. MPdi tentang munakahat… hal yang juga menjadi pertanyaan saya juga, entah kawanku mempertanyakan itu to tidak?

kenapa kamu pacaran? ada yang bisa jawab… coba jawab kawan bisa gak…???

menurut dosenku orang cenderung pacaran karena :

1. takut dibilang gak laku

2. takut di katain cemen temen-temen maupun keluarganya

3. takut dibilang homo

4. dan ketakutan lainnya…

ya menikah tanpa pacaran, kadang bingung juga melihat fenomena pacaran yang berkembang tapi kadang miris juga dengan gaya pacaran zaman sekarang. Mungkin, sebagian besar dari kita akan berpikir, bagaimana mungkin kita akan menikah dengan orang yang tidak kita kenal sebelumnya? Kita tidak tahu bagaimana sesungguhnya ia, selain hanya profil singkat yang tertulis di selembar kertas berikut foto close-up yang diberikan kepada pimpinan untuk dita’arufkan. Lalu dari profil berikut foto tersebut kita dipertemukan secara langsung dengannya bersama pimpinan. Tak banyak obrolan yang bisa diobrolkan dalam ta’aruf tersebut. Obrolan hanya berlangsung beberapa menit saja, dan setelah itu sang pimpinan meminta kepada yang dita’arufkan untuk memberikan jawabannya dalam tempo waktu yang amat singkat, satu atau dua minggu saja.

baca selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: