Iklan
Beranda

Selamat jalan guruku, Kh. Kusrin Abdul Wakhid

1 Komentar


1
إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ‎………………. إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ‎……………. إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ‎

Innalillahi wa innailaihi rajiun Innalillahi wa innailaihi rajiun 3x……………..
“engkau ambil lagi ya Allah, tiang-tiang penyangga bumimu ini, Engkau Angkat kembali ilmu-ilmu mereka kelangit, Ya Allah muliakan beliau dalam bagian terindah disisimu”

hari ini Allah panggil kembali salah satu kiai pendiri madrasah mazroatul huda karanganyar, seorang kyai yg masih cukup energik sekali, disegani dikelas, termasuk saya… apalagi kalau lagi ngajar. saking asyiknya sampe lupa waktu, anak-anak juga sangat perhatian sekali jika diajar beliau. kini berpulang kehadiratNya….. keluarga besar MTS-MA mazroatul huda karanganyar berduka,…

” Selamat jalan wahai guruku. kh. kusrin abdul wakhid,  Selamat menikmati kehidupan baru dalam taman surga. Air mata penuh cinta mengiringi senyumanmu menghadap Tuhanmu. Engkau rawat kami dengan teladan yg indah. Mohon maaf jika kami tidak tumbuh seindah yg engkau bayangkan….Canda tawamu akan selalu terkenang. Istirahatlah senyaman pengantin… Semoga Allah selalu menyayangimu.

lahumul fatikhah………!!!!!!

“Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Allahumma la tahrimna ajrohu wala taftinna bakdahu waghfirlana walahu.” 

sahabatku, satu persatu Allah panggil guru-guru kita, satu persatu ilmu mereka diangkat kembali ke langit, satu persatu sahabat-sahabat kita pun diambil, menunggu giliran kita masing-masing, ya menunggu giliran kita, tanpa aba-aba, tanpa peringatan semua itu  nyata, dekat dan tiba-tiba. Siapapun dan apapun dia, kematian adalah nyata dan pasti akan mendatanginya. Ilmu dan pengetahuan setinggi apapun tidak akan mampu menghindarkan seseorang dari kematian yang begitu nyata adanya. Al maut itu dekat, bahkan sangat dekat. Kedekatan al maut ini bisa kita lihat dari perantara (washilah) yang dapat menghantarkan seseorang kepada kematian. baca selengkapnya….

Iklan

Semua kan Berakhir

1 Komentar


kematian akan datangBismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. “Demi ALLAH, seandainya jenazah yang sedang kamu tangisi boleh berbicara, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya)pada kamu sekalian, nescaya kamu akan melupakan jenazah tersebut dan mulai menangisi dirimu sendiri.”( imam Al Ghozali)

sahabatku yang aku cintai karena Allah.

tengoklah sekarang disekitar kita
bencana musibah ada dimana-mana
banjir bandang, tanah lonsor, gunung meletus, gempa menerpa
banyak orang membutuhkan bantuan
apa ego diri kan tetap ditinggikan, sedangkan banyak orang butuh makan kelaparan
apakah masih enggan memberikan bantuan, padahal semua kan dimintai pertanggungjawaban
apakah karena merasa aman, sehingga tak pernah terpikirkan
padahal kematian menunggu setiap saat didepan mengakiri kehidupan.
wahai kawan – kawan..
tengoklah kanan kirimu
lihatlah kedasar hatimu
tunjukkan partisipasimu
dan mulailah mengulurkan tangan
untuk meringankan sedikit beban
bagi mereka yang sedang kesusahan
moga dengan itu semua yang kau lakukan
Allah mudahkan segala urusan…
Allah Ampuni semua kesalahan..
dan Allah Meridhoimu..
Amien.

sebuah imajinasi tentang kematian oleh alhabib Alfathin Assegaff

Entah kenapa sudah beberapa malam ini setiap aku akan beranjak tidur aku selalu dihantui oleh sosok diriku sendiri. sosok diriku yang telah membujur kaku dan tak bisa berkata kata lagi.. Aku membayangkan sesaat setelah sosok roh ini meninggalkan jasad ku yang terbujur kaku dan memasuki ‘dunia’ kehidupan yang baru. Seperti apa kira kira aku disambut Malaikat. Tersenyumkah aku? Atau gemetar ketakutan ketika Malaikat memberi salam : ~

baca muhasabah kematian selengkapnya…..

Renungan; persiapkan dirimu sekarang

3 Komentar


Teringat saat masa – masa kecil di kampung, menjelang sholat berjamaah magrib, sang muadzin melantunkan pujian-pujian untuk memanggil orang-orang datang berjamah, beberapa salah satu pujian yang aku ingat selalu dan mempunyai makna yang sangat dalam. Entah siapa yang menyusun pujian tersebut, mungkin para wali songo ya karena jika dilihat dari sisi tasawuf sungguh sangat dalam maknanya

Puji-pujian itu ada yang menggunakan bahasa Arab maupun bahasa daerah. Mungkin berkat susunannya yang ritmis, puji-pujian ini mudah dihafal dan menyebar dari satu mushalla atau masjid ke mushalla lainnya.

Puji-pujian yang didendangkan para jamaah ini biasanya selalu didahului dengan salawatan atau membaca shalawat Nabi, dan puji-pujian kepada Nabi SAW. Meskipun puji-pujian tersebut berbahasa Jawa, namun selalu didahului shalawat nabi yang memiliki berbagai keutamaan.

Sholatullah salamullah alaa thoha rasulillah

Sholatullah salamullah alaa yasiin habibillah

Para sederek kita sedaya
Jaler estri enem lan tuwa
Mumpung urip ana ing ndunya
Limang waktu ya lakonana

Elingana bakal ana timbalan
timbalane ora kena wakilan

timbalane Kang Maha Kawasa
Gelem ora bakale lungo

baca selengkapnya..

bayangkan maut menjemputmu

1 Komentar


Sesosok tubuh berselimut kain putih terbujur kaku. Disekelilingnya terlihat sanak saudara saling berangkulan, dan sesekali terdengar sesegukkan diiringi tetesan air mata kepiluan, keheningan dan kesedihan yang teramat dalam. Sayup-sayup terdengar lantunan ayat suci Al Qur’an dari beberapa orang yang hadir menambah kepiluan mereka yang ditinggalkan. Hari ini, satu lagi saudara kita menghadap Rabb-nya, tidak peduli ia siap atau tidak. Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.

Saudaraku, setiap yang hidup akan merasakan mati. Hal itu termaktub dengan tegas dan lugas dalam kitab-Nya. Maka, bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk menyambut maut yang kedatangannya tidak diketahui namun pasti itu. Saat seorang saudara kita mendapatkan gilirannya untuk menghadap Sang Khaliq, saat kita melihat tubuhnya membujur kaku, saat ia terbungkus kain putih bersih, saat tubuh tanpa nyawa itu diusung untuk dibawa ketempat peradilan utama atas setiap amalnya, dan saat kita bersama-sama menanamkan jasadnya ke dalam tanah merah serta menimbunkan tanah dan bebatuan diatas tubuhnya, sadarkah kita bahwa giliran kita akan tiba, bahwa waktu kita semakin dekat.

baca selengkapnya..

kamu kenal umurmu?

5 Komentar


kamu kenal dengan umurmu kawan? jika ya. lantas kamu hidup akan sampai pada umur berapa? bisakah kau menjawabnya untukku? tapi aku yakin dan seyakin yakinya kamu tidak akan bisa menjawab pertanyaanku itu, manusia seringnya melupakan umur. Ini penisbahan sebagian orang untuk sebagian yang lain, yang kelakuannya tidak mencerminkan umurnya. Ada yang semakin tua tetapi pemikiranya tidak kunjung arif. Ada yang semakin tua tetapi tidak pernah ingat dengan kematian. Ada yang semasa mudah jadi jagoan,(preman) baik preman pasar, preman pinggir jalan sampai preman berdasi eh sampai tua tetap saja merasa menjadi jagoan, namun tidak sedikit orang yang meskipun masih muda sudah menunjukkan kearifan, kemampuan memimpin dan kedewasaan berfikir.

Lantas bagaimana dengan engkau kawan?

Berbicara dengan umur pernahkah kita berfikir bahwa ia adalah nikmat yang maha kuasa? Karenanya, mungkjin inilah salah satu alas an orang merayakan hari ulang tahun, yaitu untuk mensyukuri nikmat dari sang pencipta. Dari sisi umur saja sebenarnya manusia begitu banyak berhutang kepada Allah. Pada setiap hirupan nafas dan pada setiap hitungan waktu.

Lho, kenapa bisa begitu? Adakah yang tahu..

Umur dalam satu bulan dalam pandangan manusia pada umumnya belum dianggap mampu, lihat saja, sebuah bisnis yang umurnya baru satu bulan tentu belum bias dijadikan patokan mengukur kinerja keberhasilan. Benar tidak kawan?

baca selangkapnya disini..

untuk apa engkau hidup?

11 Komentar


seberapa indah kehidupan masa depan yang akan engkau bangun kawan? sudahkah kau rencanakan itu? to tetap tenang seperti biasanya, padahal maut setiap saat mengintaimu.

semua orang akan mati. siapapun pasti mengetahui hal itu. namun apakah kematian itu menyadarkan segala kekeliruan kita sehingga kita memperbaikinya sebulum mati? Inilah yang masih harus dipertanyakan ulang. karena rata-rata manusia, kecuali yang mengimani kematian, mengimani hari berbangkit dan mengimani hari pembalasan bertindak seolah olah mereka tidak akan mati. kebanyakan dari mereka baru sadar akan datang kematian setelah kematian menjadi hak mereka.

jadi, untuk apa engkau hidup kawanku? bisakah kau menjawabnya untuk dirimu sendiri?

baca selengkapnya..

kembali pada satu titik

3 Komentar


segala sesuatu yang ada di bumi ini bertasbih kepda Allah, pengertian bertasbih ini diterjemahkan menjadi harakah, pergerakan sehingga, bisa diartikan semua yang ada di muka bumi ini akan bergerak menuju Allah, kembali kepada Allah. karena semua memang berasal darinya.

contohnya pohon, Pohon berasal dari benih kemudian tumbuh menjadi biji dan terus berkembang kemudian memiliki keterbatasan waktu yang membuatnya menjadi lemah dan berhenti beraktivitas. Bergerak menuju satu titik, titik kematian hingga dia berubah menjadi satu wujud yang lain. Diatas pohon yang mati akan tumbuh jenis tumbuhan yang lain.

Lagi

%d blogger menyukai ini: