Iklan
Beranda

apakah harus jual diri?

2 Komentar


bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, ekonomi yang extrem seperti mencekik bangsa ini, dimana-mana pengganguran merajalela, dan akhirnya kemiskinan sudah menjadi budaya yang tak bisa dihindarkan lagi. benar ada istilah “yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin” perbedaan yang sangat mencolok sering kali diperlihatkan didepan mata kita, orang kaya dengan mobil mewahnya, orang miskin dengan sepeda bututnya. seperti ada jarak pemisah yang jauh. padahal di hadapan Allah, semua manusia itu sama. yang berbeda adalah seberapa besar tingkat ketaqwaanya kepada Allah. lalu bagaimana dengan kita kawan?

kita si-kaya kah?

to kita si-miskinkah?

seberapa besar taqwa kita? kuatkah? biasakah? to nyaris putuskah?

sebuha kisah renungan bacalah dengan seksama jangan berfikiran negatif dulu….

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok. Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

baca kisah selengkapnya….

Iklan

pak tua yang hebat

2 Komentar


bismillahirahmanirahim.

kawanku semua yang berbahagia. hidup di kota besar, enak dan gak enak, enaknya semua fasilitas ada, ada gedung-gedung tinggi, mal-mal megah, semua peralatan elektronik lengkap, sandang pangan ada namun gak enaknya disini kebanyakan gak saling mengenal artinya hidup pada masing – masing “loe-loe gue-gue” serta kesenjangan social yang begitu tingginya, belum lagi kemacetan yang sudah menjadi makanan sehari-harinya. ruang hijau diganti jadi komplek perumahan, persawahan berubah menjadi kawasan industri, maka jangan heran orang-orang disini lebih cepat emosinya daripada sabarnya…

sebuah kisah…..

Jalanan Jakarta seperti biasa, panas dan berdebu, walau pagi ini belum juga beranjak menjadi siang. Aku nyalakan tape dan AC di mobilku, sambil bernyanyi-nyanyi kecil untuk menghilangkan kejenuhan, karena jalan menuju kantor seperti pagi-pagi lainnya, penuh dan macet. Ternyata nyanyian itu tidak membuat hatiku menjadi tenang. Batinku merasa lelah, hatiku mengeluh. Jenuhnya aku dengan suasana rutinitasku sehari-hari, belum lagi urusan kantor yang tidak ada habis-habisnya. Sampai-sampai aku sendiri tidak menikmati lagi apa yang dulu menjadi kenikmatan tersendiri, bekerja di kantorku.

baca kisah selengkapnya..

rahasia kaya orang cina

29 Komentar


bismilahirahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati Allah, coba lihat orang – orang cina disekitarmu, rata-rata orang-orang cina disekitar kita orang yang berada, punya modil mewah, rumah yang bagus, usaha yang lancar, kenapa bisa demikian? adakah yang bisa jawab… kenapa orang pribumi indonesia malah hidupnya dibawah garis kekayaan orang cina, kenapa? ada yang bisa jawab lagi, kerja keras dan tekun berusaha adalah kuncinya, bisakah engkau menirunya kawan?

sesosok profil…

Ann Wan Seng, pengusaha Cina sekaligus penulis buku-buku best-seller, lahir dari keluarga pedagang. Sejak kecil, ia sudah mengikuti dan membantu orangtuanya berdagang. Berdasarkan pengalaman dan pengamatannya bahwa cara orang Cina berdagang agak berbeda dengan kaum dan bangsa yang lain.

Mereka mempunyai pandangan, cara, konsep, dan falsafah dagang tersendiri. Orang Cina jarang berbagi petuah dan rahasia berdagangnya pada orang lain. Petuah dan rahasia dagang inilah sesungguhnya menjadi senjata utama keberhasilan orang Cina dalam perdagangan serta bidang ekonomi lainnya.

Melalui bukunya, Rahasia Bisnis Orang Cina (Hikmah: 2007) Ann mencoba memaparkan sebagian rahasia dan petuah dagang orang Cina tersebut. Buku ini diklaim sebagai buku bisnis paling laris di Malaysia pada tahun 2006, dan di Indonesia pada tahun 2007. Kita menyadari bahwa untuk menjadi pedagang yang berhasil, seseorang perlu memiliki wawasan dan pandangan yang dapat melihat jauh ke depan. Selain itu, dituntut juga komitmen, disiplin, kesabaran, kekuatan, dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Perdagangan adalah bidang yang dapat dipelajari dan tidak menjadi monopoli kelompok masyarakat tertentu. Itu adalah nilai-nilai universal yang dapat diterapkan oleh siapa saja yang ingin menjadi pegadang. Namun, harus diakui usaha-usaha untuk mematahkan dominasi orang Cina di bidang ekonomi, sampai saat ini masih belum berhasil dilakukan. Hal ini, kata Ann Wan Seng, karena hubungan perdagangan di antara orang Cina begitu erat sehingga tidak dapat dipisahkan.

baca sekengkapnya disini..

%d blogger menyukai ini: