Iklan
Beranda

Menyelami kehendak (Al iradah)manusia

Tinggalkan komentar


habib-lutfiMENYELAMI KEHENDAK (AL-IRADAH) MANUSIA

Oleh. Alhabib lutfi bin yahya pekalongan

Al-Iradah (kehendak) itu harus dikembalikan dahulu yang pertama kepada niat. Niat dikembalikan kepada ilmu. Punya niat baik, punya kehendak baik, tapi tidak mempunyai ilmu juga sulit. Mempunyai ilmu, mempunyai kehendak dan mempunyai niat yang baik tapi tidak didasari khaufun billah (takut kepada Allah), juga susah. Khauf (takut) kepada Allah Swt. bukan karena nerakaNya. Cinta kepada Allah bukan karena surgaNya. Tapi cinta kepada yang menciptakan surga dan neraka lebih besar daripada cinta kepada surgaNya atau takutnya pada neraka. Itu diantaranya khauf.
Dan khauf ini harus selalu kita gandeng. Sebab khauf tanpa ilmu, maksudnya khauf jarang juga orang yang mengetahuinya. Tapi kalau khauf mempunyai ilmu, berbeda. Karena kaitannya khauf juga tidak terlepas dari:
أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَاَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah melihatNya, jika tak mampu demikian maka pasti Dia melihatmu.”
Merasa bersembah sujud, menyembah sujud kepada Allah Swt.

baca selengkapnya disini…

Iklan

abu nawas; malu

2 Komentar


Disaat hidup miskin dan menderita, abu nawas pergi mencari pekerjaan, Kebetulan didaerah yang dia kunjungi ada sebuah masjid yang akan diperbaiki, Abu nawas menawarkan diri untuk memperbaiki masjid dengan upah satu dinar.

baca kisah lengkapnya…

%d blogger menyukai ini: