Iklan
Beranda

Selamat jalan KH. Ahmad Basyir Kudus.

Tinggalkan komentar


mbah basyir Selasa, 18 Maret 2014 /17 Jumadil awal 14Ulama Kharismatik, Ulama’ Sepuh Pengasuh PP Darul Falah Jekulo Kudus, Mu’jiz Dala’ilul Khoirot Wafat, dini hari tadi Selasa, 18 Maret 2014 jam 00.15 Waktu Kudus , kudus dan sekitarnya kehilangan lagi salah satu Ulama’ kharismatiknya

Innalillahi wa innailaihi rajiun Innalillahi wa innailaihi rajiun 3x……………..“engkau ambil lagi ya Allah, tiang-tiang penyangga bumimu ini, Engkau Angkat kembali ilmu-ilmu mereka kelangit, Ya Allah muliakan beliau dalam bagian terindah disisimu”

“Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Allahumma la tahrimna ajrohu wala taftinna bakdahu waghfirlana walahu.” 

Selamat jalan wahai guru-guru kami. Selamat menikmati kehidupan baru dalam taman surga. Air mata penuh cinta mengiringi senyumanmu menghadap Tuhanmu. Engkau rawat kami dengan teladan yg indah. Mohon maaf jika kami tdk tumbuh seindah yg engkau bayangkan….Canda tawamu akan selalu terkenang. Istirahatlah senyaman pengantin… Semoga Allah selalu menyayangimu. Lahumul fatehah…

Biografi KH. Ahmad Basyir, Ngaji Riwayah dan Diroyah

بدلائل الخيرات كن متمسكا والزم قرأتها تنل ما تبتغى
Ulama’ adalah pewaris para nabi. Ia mamainkan peran yang tidak sedikit dalam masyrakat. Sebagai center of attention in Islamic civilization (figure sentral dalam masyarakat Islam ) ulama’ tak obahnya pengayom masyarakat yang perannya selalu dirindukan.

baca selengkapnya….

Iklan

Menangislah atas Wafatnya Ulama

7 Komentar


para-habaibbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah,

baru-baru ini ada ulama yang dipanggil allah kehadiratnya, sebagai orang yang beriman, bagaiamna sikap kita ? apakah biasa saja? gembira? ato sedih?

sahabatku yang baik hatinya,

“man lam yahzan bi mautil ulamaa’ fahuwa munaafiq”

” barang siapa yang tidak sedih dengan kematian ulama maka dia adalah munafik”

Menagislah karena meninggalnya seorang ulama adalah sebuah perkara yang besar di sisi Allah. Sebuah perkara yang akan mendatangkan konsekuensi bagi kita yang ditinggalkan jika kita ternyata bukan orang-orang yang senantisa mendengar petuah mereka. Menangislah jika kita ternyata selama ini belum ada rasa cinta di hati kita kepada para ulama.

Selamat jalan wahai guru kami. Selamat menikmati kehidupan baru dalam taman surga.Air mata penuh cinta mengiringi senyumanmu menghadap Tuhanmu. Engkau rawat kami dengan teladan yg indah. Mohon maaf jika kami tdk tumbuh seindah yg engkau bayangkan….Canda tawamu akan selalu terkenang. Istirahatlah senyaman pengantin… Semoga Allah selalu menyayangimu. Lahumul fatehah…

sebuah kisah semoga kita bisa mengambil manfaatnya, kenapa kita harus menangisi kepergian mereka…!!

Suatu ketika seorang habaib dari Kota Malang, ketika masih muda, yaitu Habib Baqir Mauladdawilah, di ijazahi sebuah doa oleh Al Ustadzul Imam Al Habr Al Quthb Al Habib Abdulqadir bin Ahmad Bilfaqih (Pendiri Pesantren Darul Hadist Malang).

Habib Abdulqadir Blf berpesan kepada Habib Baqir untuk membaca doa tersebut ketika akan menemui seseorang agar tahu sejatinya orang tersebut siapa,orang atau bukan.
Suatu saat Datanglah Habib Baqir menemui seorang Wali min Auliya illah di daerah Pasuruan, Jawa Timur, yang masyhur dengan nama Mbah Hamid Pasuruan.

Ketika itu di tempat Mbah Hamid banyak sekali orang yang soan kepada baliau, meminta doa atau keperluan yang lain,

Setelah membaca doa tersebut kaget Habib Baqir, ternyata orang yang terlihat seperti Mbah Hamid sejatinya bukan Mbah Hamid, Beliau mengatakan, “Ini bukan Mbah Hamid, khodam ini, Mbah Hamid tidak ada disini” kemudian Habib Baqir mencari dimanakah sebetulnya Mbah Hamid,

Setelah bertemu dengan Mbah Hamid yang asli, Habib Baqir bertanya kepada beliau, “Kyai, Kyai jangan begitu, jawab Mbah Hamid: “ada apa Bib..??” kembali Habib Baqir melanjutkan, “kasihan orang-orang yang meminta doa, itu doa bukan dari panjenengan, yang mendoakan itu khodam, Panjenengan di mana waktu itu?” Mbah Hamid tidak menjawab, hanya diam.

Namun Mbah Hamid pernah menceritakan masalah ini kepada Seorang Habib sepuh (maaf, nama habib ini dirahasiakan),

Habib sepuh tersebut juga pernah bertanya kepada beliau,

baca kisah cahaya hati selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: