Iklan
Beranda

oh ayah, maafkan aku

1 Komentar


bismillahirahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati Allah, ayah apa arti ayah buatmu kawan? ayah, papa, bapak entah apa panggilan tersayang kamu untuk ayahmu tercinta. Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibumulah-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu kawan, bahwa sepulang ayah bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat kamu menangis merengek meminta  mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

sebuah kisah menarik

Seorang pemuda sebentar lagi akan di-wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir dari jerih payah-nya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobilsport, Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya.

Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya.

baca kisah selengkapnya…

Iklan

ingatlah saat engkau kecil

9 Komentar


bismillahirahmanirahim
kawanku semua yang dirahmati Allah, masa kecil adalah masa yang paling indah, masa dimana tercurahkan semua kasih sayang orang tua kepada kita, masa dimana kita dimanja-maja, apalagi bagi orang tua yang baru punya anak yang pertama, semua kasih sayang pasti tercurahkan kepadanya, namun yang menjadi pertanyaan saya ? apakah kita mampu setelah dewasa memanjakan orang tua dengan kasih sayang yang tulus? apakah engkau mampu kawan?
sebuah kisah menarik….renungan setelah engkau dewasa…
Sang anak asyik membaca koran, sedang sang ayah tampak hanya diam terpekur memandangi tanaman. Ketika tiba-tiba seekor burung pipit hinggap di dedaunan tanaman yang berada didekat sang ayah, ia bertanya kepada anaknya,
“Nak, Apakah itu?”.
Setelah melihat sejenak kearah tanaman sang anak menjawab ringan,

“Itu burung pipit yah”, kemudian ia melanjutkan membaca koran.

baca kisah selengkapnya…

Kenapa harus berbakti kepada orang tua?

11 Komentar


bismillahirahmanirahim.

kawanku semua yang dirahmati Allah, kenapa kita harus berbakti kepada orang tua? pertanyaan konyol sebenarnya… lah kok bisa, kan sudah jelas tentu sudah tahu jawabnya, orang tua yang merawat, mendidik dan mengasuh kita, orang tua yang menyekolahkan kita, yang memberi yang terbaik buat kita dan lainnya yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus.

Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allah ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.

sebuah kisah….

Ini cerita dari Jepang kuno. Mudah2an bisa diambil hikmahnya…

Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.

Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.

baca kisah selengkapnya…

ingat kita akan jadi tua

10 Komentar


bismillahirahmanirahim.

kawanku semua yang berbahagia, pernah gak kamu berjalan sendirian di gang yang sempit to di tangga lah biasanya kemudian didepanmu ada seorang orang tua yang jalannya pelan banget, sangat hati-hati menjaga langkahnya, jengkal demi jengkal ia melangkahkan kakinya, padahal sebenarnya kamu sedang terburu-buru, sedang dikejar deadline, waktu sedang tipis, pasti kamu akan sangat jengkel dan marah ya.. mau nyalip gak enak, mau pelan terlambat, dibiarkanb kasihan, nah apa yang bisa kamu lakukan? menyalipnya dengan cepat, menuntunnya sampai ke tempat tujuan, to membiarkannya terus mencari jalan lain, ada jawaban lain…

sebuah kisah,…

Ketika waktu shubuh telah tiba, Ali bin Abi Thalib nampak tergesa-gesa. Ia tak ingin ketinggalan jamaah shalat shubuhnya. Sayang, seorang lelakitua yang berjalan sangat lamban menghambat langkah Ali. Demi menghormati orang tua,Ali hanya membuntut di belakangnya.

baca kisah selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: