Beranda

Petuah bijak ulama salaf

Tinggalkan komentar


jalan lurusbismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah.
Syaikh Abdul Wahhab Asy Sya’rani berkata : “Diantara nikmat Allah yg diberikan kepadaku adalah aku bisa bersabar dengan sikap buruk masyarakat, istriku dan pembantuku. Semua itu terjadi karena aku memiliki keyakinan, bahwa apa yang aku alami sesuai dengan hubunganku dengan Tuhanku. Yang salah hakikatnya adalah diriku bukan mereka.

Jika tongkat lurus, bayangannya tentu juga lurus.
Jika tongkat bengkok, bayangannya tentu juga bengkok.

Seorang yg ingin bayangan sebuah benda lurus, padahal bendanya sendiri bengkok, maka dia telah mengharapkan suatu yg mustahil terjadi.

Buruknya sikap istri atau pembantu adalah cerminan dari memburuknya akhlak kita. Seorang yang bijaksana tentu akan mengintropeksi kesalahan dirinya saat mendapati istri, pembantu, atau anaknya bersikap tidak seperti biasanya. Kemudian dia akan memperbaiki akhlak dan amal ibadahnya kepada Allah. Sikap buruk keluarga dan orang lain tentu akan segera berubah.

baca selengkapnya…

semakin tinggi semakin merendah

Tinggalkan komentar



rendah hatibismillahirahmanirahim.

sahabatku semua yang dimulyakan Allah. Semua orang tanpa terkecuali pasti suka dipuji, dihormati dan juga dihargai oleh orang lain.  Mereka tidak suka jika ada orang lain meremehkan, merendahkan atau menghina.  Pujian terhadap seseorang itu sangat berarti, bisa membangkitkan semangat baginya untuk bekerja dan berkarya lebih baik lagi dari yang telah dikerjakan, betul tidak kawan ?

namun sayang ego manusia itu kadang terlalu besar, jika sudah merasa paling kaya, merasa paling pinter,merasa punya gelar, merasa paling tampan, merasa paling baik, merasa paling alim, merasa paling bijaksana, merasa paling berkuasa, merasa punya jabatan, merasa tinggi, merasa berwibawa dan merasa-merasa lain yang terlalu banyak untuk disebutkan.. maka apa yang bisa kita lihat sekarang ini ?

Hampir setiap hari kita mendengar atau menyaksikan betapa banyak orang termasuk kita, menunjukkan arogansi kekuasaan atau kekayaan maupun kehebatan yang kita miliki. hayoo ngaku ??

terus kenapa bisa demikian ? bagaimana cara mengatasi  jika ego diri menyelimuti hati ?

sebuah kisah baacalah dengan perlahan sambil menyelami maknanya…semoga bermanfaat.

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera kaya raya membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya,

baca kisah cahaya hati selengkapnya….

%d blogger menyukai ini: