Iklan
Beranda

Cara Menghilangkan Ego (ke-AKU-an)

Tinggalkan komentar


habib-lutfiCARA MENGHILANGKAN EGO (KE-AKU-AN)
oleh Alhabib Muhammad Lutfi bin Yahya Pekalongan.

Allah Swt. dalam memberikan fadhail (keutamaan-keutamaan) kepada para nabi, sampai kepada para waliNya dan para ulama shalihin pun berbeda. Sampai kenikmatan apa yang diberikan kepada kita semua hari ini (Jum’at Kliwon) sampai hari kiamat tidak akan ketemu lagi nikmat seperti hari ini, walaupun Jum’at Kliwonnya tidak berubah. Kenikmatan demi kenikmatan walau berganti-ganti waktu semuanya itu tidak akan kita temukan (kenikmatan yang sama) sampai hari kiamat. Karena begitu agungnya fahmat dan fadhal Allah Swt.

Allah Swt. apabila memberikan keistimewaan, seperti contoh yang kecil tapi kita akan mengalami semuanya, diantaranya diberi tawassul; kelak manusia akan menghadapi timbangan (mizan)Nya. Jika kita bertanya secara tauhid, Allah Swt. tidak (mustahil) ta’alluq (bergantung) kepada sesuatu apapun. Memberikan timbangan (mizan) kelak amal seseorang akan ditimbang bukan berarti Allah tidak mengetahui amal-amal yang telah diperbuat oleh manusia. Dan manusia, setiap hamba yang shalih akan mendapatkan suatu imbalan atau pahala. Pahala diberikan kepada hambaNya itu fadhal dari Allah Swt. Kita bisa menjalankan amal yang shalih juga tidak terlepas dari fadhalNya (Allah Swt.).

baca selengkapnya disini….

Iklan

Jadilah seperti air jangan seperti awan

1 Komentar


bismillahirahmanirahim,

sahabatku semua yang dirahmati Allah, Saat seseorang sudah mulai mempunyai segalanya, uang, kekuatan, jabatan, orang akan lupa dengan “siapa sebenarnya dirinya”, terkadang yang dulu berteman dengan sangat akrab, semakin ada jarak dengan adanya perbedaan yang dimiliki, mungkin dari segi tata bicara dan bahasanya. Ketahuilah bahwasanya kita tidak bisa hidup sendiri, meskipun banyak uang, punya jabatan, tapi bila tidak mempunyai teman dekat, akan terasa berbeda.

Salah satu sifat yang yang harus dihindari oleh manusia adalah sifat sombong. Karena hanya Allah swt saja yang berhak dan pantas untuk memilikinya. Semua makhluq termasuk manusia yang merupakan ciptaan Allah tidak berhak menyandangnya. Dan Allah swt tidak menyukai orang-orang yang berlaku sombong

hayoo…siapa yang sering merasa sombong, tentang kekayaannya, kecantikannya, ilmunya dsbenya… hayoo ngaku…?

sebuah kisah menarik yang pantas kita ambil manfaatnya..
Di sebuah tempat nan jauh dari kota  di Jawa Barat , tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan.
Ia seperti mencari sesuatu di surau itu.

“Assalamu’alaikum, Kabayan ” ucapnya ke Kabayan yang terlihat sibuk menyapu ruangan surau. Spontan, si Kabayan itu menghentikan sibuknya. Ia menoleh ke si pemuda dan senyumnya pun mengembang.

“Wa’alaikumussalam. Mangga. Mari masuk!” ucapnya sambil meletakkan sapu di sudut ruangan.
Setelah itu, ia dan sang tamu pun duduk bersila.

baca kisah selengkapnyaa…

Terus saja dengan kesombonganmu

Tinggalkan komentar


bismillahirahmanirahim

kawanku semua yang dirahmati Allah, seperti dalam tulisan yang pernah saya tulis, “seberapakah hebatkah kamu”, “siapa sih temanmu”, “berapa ukuran cukup itu”,”kenapa kau agungkan facebook”, “mengapa manisnya iman tidak terasa”, jika engkau membaca semuanya maka engkau kan dapat keterkaitan antar tulisan satu dengan tulisana lainya, coba semuanya baca dan teliti …. seberapakah hebatkah kamu kawan, ya kamu sekarang masih merasa hebat dengan segala macam yang kau miliki dan karena “siapa sih temanmu” kamu punya banyak teman yang banyak, entah itu kaya entah itu cerdas entah itu entah itu raja maupun rakyat biasa, namun seberapa hebatkah kamu, kamu pun tak memiliki batasan atas apa yang kamu miliki, kamu merasa kurang, kurang, kurang terus bahkan dengan gaji yang berpuluh puluh juta tetap saja kurang karena “berapa ukuran cukup itu” kamu tak akan pernah meras cukup, jika engkau tidak bisa mensyukuri apa yang kamu punya, rumahmu, gajimu, kendaraanmu jika…

baca kisah selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: