Iklan
Beranda

suami-suami takut istri?

5 Komentar


bismillahirahmanirahim,

kawanku semua yang dirahmati Allah, ada orang yang bilang dunia ini sudah terbalik yach,” terbalik gimana?” ada orang yang bertanya gitu. Dia menjawab, Ya iya now, dimana perkembangan teknologi begitu majunya namun kemunduran ahlak dan budi pekerti semakin meningkat dari hari kehari, lah kok  bisa, Coba lihat tingkah laku istri-istri zaman sekarang, dmana istri malah tidak menghargai suaminya sama sekali, bahkan kesempatan seperti ini dimanfaatkan produser film untuk membuat film bahkan iklan yang terkesan membenarkan seperti itu adanya, ada film “suami-suami takut istri”, ada juga iklan yang jin muncul ” aku yow wedi” wani piro… duch istri – istri yang dicintai suaminya, mana mungkin engkau bisa mencium baunya syurga jika tingkah lakumu seperti ini.. mana mungkin engkau bisa menjadi orang yang masuk syurga pertama kali jika sperti itu kelakuaanmu.. tahukah kamu siapa wanita yang pertama kali diperkenankan masuk syurga?…

sebuah kisah..

wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Anda kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.

Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Mmm, pencarian pun dimulai, sodare-sodare…

Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah tersebut. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.

baca selengkapnya..

Iklan

sungguh dia sangat benci istrinya

16 Komentar


Bismillahirahmanirahim..

Kwanku semua yang berbahgia, membedah kembali kitab salwa al haziin, qashash waqiyyah muatsirah karangan sulaiman bin Muhammad bin Abdullah al ustsain, Alhamdulillah sudah 3 tulisan yang telah terbit yaitu berkali-kali ditolak lamaranya, tragedy ketinggalan pesawat, tragedy di ladang pembawa bencana dan karunia, insyaAllah akan masih banyak lagi kisah-kisah wisata hati yang patut kamu baca..

Kawanku yang dimulyakan Allah, siapa diantara kalian yang sudah mempunyai istri? Yang jawabnya Cuma senyum berarti belum menikah,, sama spertiku hehehe…Pasti terasa lengkap ya dunia jika hidup berkasih mesra didampingi oleh istri tercinta bersama-sama beribadah kepada Allah, duchh bikin saya iri… namun ini ada seorang suami istri yang malah saling membenci, acuh tak acuh, tak pernah menyapa? Lantas bagaimana mereka menjalani kehidupan keluarganya, pasti terasa berat bukan? Semoga kamu semua bukan termasuk orang yang membeci istrimu..maupun sumimu..

Sebuah kisah bacalah dengan seksama..

Beberapa tahun yang lalu, salah seorang guruku yang mulia bercerita kepadaku(sulaiman bin Muhammad bin Abdullah al ustsain). Dia adalah seorang guruku yang sering memberi fatwa dan ikut memecahkan beberapa msalah social; beliau berkata:

baca kisah selengkapnya..

tragedi ketinggalan pesawat

6 Komentar


Kawanku yang baik. Kadang kita gak menginginkan hal yang tak seharusnya terjadi justru malah seringnya terjadi mengenai kita

Aku yakin kamu juga pernah mengalami itu? Coba jawab ya atau tidak?

Namun jika kita berfikir pelajaran atau hiknah yang terjadi disetiap peristiwa mungkin kita akan sangat bersyukur kepada tuhan  yang maha mulia seraya memujinya. Dan kamu akan bilang sungguh ternyata itu “sangat baik buat saya” sungguh itu yang pilihan terbaik dan sebagainya..

Sebuah kisah coba kamu simpulkan sendiri, semoga bermanfaat..

Seorang teman dari Riyadh bercerita kepadaku(sulaiman bin Muhammad bin Abdullah al ustsain, kami punya tetangga, yaitu keluarga yang kami sebut sebagai para pendatang. Ayah – ibu mereka sudah tua; keduanya biasa pergi ke makkah dan tinggal disana satu bulan atau lebih, sesudah itu pulang menemui anak-anak mereka, lalu tinggal selama waktu yang sama, kemudian balik ke makkah, begitu seterusnya. Kedua suami – istri itu sebenarnya sudah berumur 60 tahun, hanya saja keduanya masih gesit melayani diri sendiri dan mengerjakan sendiri apa saja yang diperlukan.

baca selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: