Iklan
Beranda

Dekatkan Hati dengan Para Wali

Tinggalkan komentar


MENDEKATLAH KEPADA WALI-WALI ALLAH

Al-Habib al quthb al ghouts Ahmad bin hasan al Atthas, berkata :

” Sepatutnya seseorang memiliki tali hubungan dengan orang sholeh/wali baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal.”
Al-Habib Ali bin Muhammad al Habsyi:

” Siapa orang yang tidak pernah duduk dengan orang arif (sholeh) maka kehidupannya akan terlewat dengan sia-sia dan ia terhitung sebagai orang yang merugi.”

Lalu bagaimana cara kita menjalin hubungan dengan orang sholeh…?

Al-Habib Umar bin Hafidz berkata bahwa Al imam Alhabib Hasan bin Ahmad al Atthas menyebutkan jika seseorang menyebut nama orang sholeh/wali maka jarak antara ia dengan orang sholeh/wali tersebut semakin dekat.
Al-Habib Umar bin Hafidz berkata,

“Orang yang menyebut nama orang sholeh/wali itu seperti orang yang menelpon. Contohnya ketika kita memencet nomor telpon maka akan berdering pada nomer yang kita tuju.

Lagi

Iklan

Ilmu Tashawuf Bukan Bid’ah

Tinggalkan komentar


tasawufILMU TASHAWWUF BUKAN BID’AH
Oleh: Ahmad Ishomuddin

Ada sebagian kecil umat Islam yang merasa benar sendiri dalam beragama dan punya hobi memaksakan kehendaknya menuding bahwa ajaran tashawwuf yang diajarkan oleh para ulama itu bid’ah, yakni mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama tanpa ada contohnya dari Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallama. Tudingan keji bahwa tashawwuf itu bid’ah tidaklah benar dan jauh panggang dari api, karena sebenarnya tashawwuf itu diperoleh dari sejarah Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallama dan dari para sahabatnya yang mulia.

Perilaku ahli tashawwuf terkemudian pada dasarnya meneladani perilaku para sahabat Nabi dan generasi sesudah mereka (tabi’in) meskipun mereka tidak menamakan diri mereka sebagai kaum sufi (mutashawwifin). Mereka menjalani hidup dengan penuh keikhlasan karena Tuhan bukan karena diri sendiri, menghiasi diri dengan sifat zuhud, selalu menjaga ibadah, dengan sepenuh hati dan jiwa menghadap Allah dalam keseluruhan waktunya. Mereka tidak mencukupkan diri hanya dengan berikrar dalam akidah keimanan dan menunaikan rukun-rukun Islam belaka, melainkan menyertainya dengan upaya untuk mencicipi kelezatan dengan rasa hatinya, menambahnya dengan apa saja yang dianjurkan oleh Rasulullah berupa ibadah-ibadah sunnah, dan menjauhkan diri dari apa saja yang makruh lebih-lebih lagi dari apa saja yang diharamkan, sehingga mata batin mereka terang benderang dan hati mereka pun menjadi sumber kebijaksanaan.

baca selengkapnya…

Fenomena Karamah ; Bu Marwah vs Kiai

Tinggalkan komentar


tinkatan-maqa-para-walibismillahirahmanirahim

sahabatku yang dirahamati Allah, fenomena dukun pengganda uang yang ngaku sebagai ulama/kiyai akhir-akhir ini menjadi deadline utama diberita-berita media baik media cetak maupun elektronik, terlebih sosial media seolah fenomena ini mau tidak mau harus kita komsumsi, heran dan tentunya penuh tanda tanya salah satu pengikutnya adalah seorang intelektual doktor lulusan luar negeri yang menyakini dengan seyakin-yakinya dukun pengganda uang ini memiliki “karamah” yang katanya mampu meng”ada”kan uang dalam jumlah banyak,

Apakah benar dukun yang ngaku kyai itu mempunyai Karamah ?
Apakah Karamah itu ?

Fenomena diatas menyedot perhatian tokoh-tokoh nasional turut mengomentari fenomena yang menjadi booming dimedia sosail ini, dari politisi, ulama, artis sampai masyarakat awampun turut serta mengutarakan pendapatnya tentang dukun pengganda uang yang sekarang menjadi tersangka atas tuduhan kasus pembunuhan pengikutnya.

berikut ini ilustrasi dialog antara bu marwah seorang doktor lulusan luar negeri pengikut dukun yang katanya mampu menggandakan uang dengan seorang kyai

baca selengkapnya disini…

Waliyullah itu hadir mengingatkan

Tinggalkan komentar


Gus Miekbismillahirahmirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, kata siapa para nabi dan aulia itu mati total gak bisa apa-apa gak bisa memberi syafaat, gak bisa hadir ditengah-ditengah kita untuk mengingatkan, menegur bahkan berwasiat kepada orang yang hidup ?
yang menyakini demikian adalah orang-orang model sekarang, yang berislam hanya sampai diayat, tak mendalami makna tersirat, yang bersyariat tanpa berma’rifat, yang imannya di lisan saja tak menembus hatinya, sehingga hatinya keras dan tidak peka pada hal-hal yang tak mampu didefinisikan oleh mata, hal-hal yang hanya mampu dilihat oleh hati yang suci, yang terhindar dari berbagai penyakit hati, yang menghormati perbedaan dan dengan lemah lembutnya akhlak Rosul menjadi penggarainya, wajahnya cerah, senyumnya sumringah, langkahnya mantap, bila engkau dekat denganya engkau akan bergetar sesuatu perasaan yang hanya mampu dirasakan oleh hati yang suci yang diridhoi Robby izzati

apakah engkau termasuk orang itu, semoga…

sebuah kisah semoga engkau dapat memahami apa yang hendak saya sampaikan…

Tak ada habisnya kalau kita membicarakan wali nyentrik satu ini, Gus Miek kyai nyeleneh yang mendapat sorotan banyak manusia. Ustadz Hamim Jazuli dari Tegal berkisah yang didengarnya dari Ustadz Suhaimi, salah seorang alumni PP. al-Falah Ploso Kediri, saat acara Halal Bihalal di aula gedung Asrama Brimob Cipinang. Beliau berbicara mengenai kisah 3 orang preman yang bertaubat.

baca kisah cahaya hati selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: