Iklan
Beranda

Mengadulah pada Allah

Tinggalkan komentar


mengadubismillahirahmanirahim

sahabatku yang dirahmati Allah, kita masih dengan kabar gembira dari Allah dan Rosulnya, tentang kemurahan Allah, kemurahan Allah swt agar kita selalu menjadikan Allah tumpuan harapan kita, sehingga kita selalu berharap dan berharap besar dan berprasangka baik kepada Allah swt. sahabat kadang kita meninggalkan  yang baik untuk mendapatkan yang terbaik/lebih baik namun seringkali Allah berkata lain boleh jadi yang terbaik itu bukan yang terbaik, boleh jadi yang baik itulah yang terbaik. ketahuilah setiap orang memang beum tentu baik, namun selalu ada kebaikan pada diri seseorang, maka jangan terlalu cepat menilai, sehingga penilaian kita malah mengakimi orang baik yang baik dihadapan Allah, memang begitulah, kita harus menyadari semakin kita mencari kesempurnaan semakin pula tak akan mendapatkannya. karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yg ada hanyalah keihklasan hati untuk menerima semua kekurangan, untuk itulah mengadulah pada Allah, ya Allah…ya Allah, ya Allah,…  sungguh Allah maha mengetahui sedang kita tidak mengetahui,

sebuah kisah yang pernah dikisahkan oleh al habib munzir almusyawwa.

Dalam riwayat lainnya Kitab Mukasyafah Al Qulub oleh Imam Al Ghazali, ketika seorang pria senang dengan seorang wanita. Ingin dekat dengannya dan ingin lebih dari itu. Di ikutilah kemana wanita ini pergi. Sewaktu – waktu wanita ini ingin pergi ke tempat yang jauh (kalau zaman dahulu namanya kafilah) kalau sekarang pakai bus atau kereta api atau pesawat atau kapal laut. Ini dengan kafilah (rombongan), wanita ini ikut ia juga ikut.

baca selengkapnya….

Iklan

Istighfarmu mungkin perlu diistighfari

1 Komentar


IMG_20141026_052135_1024x576Bismillahirahmanirahim.

sahabat semua yang dirahmati Allah. mungkin Sering kita melihat orang di sekitar kita begitu rajin dalam mengaji, belajar dan beribadah serta beraktifitas seakan-akan orang itu tak kenal lelah dan tanpa beban. pasti sering lihat, ya kan ? orang semacam ini mungkin Allah telah tunjukkan hidayah kepadanya sehingga dalam melakukan semua perbuatan baik, mengalir begitu saja seperti melakukan sesuatu hal yang menyenangkan hatinya. tanpa kita menyadari orang itu telah dikasihi Allah swt , Sang Pencipta, sehingga orang itu mempunyai derajat tinggi di sisi Tuhan yang Maha Kuasa. Siapa yang tidak senang apabila punya kelarga atau anak yang seperti kriteria di atas. dan jika berlaku sebaliknya dari contoh diatas maka bisa disimpulkan mungkin orang macam itu belum mendapatkan anugrah yang namanya hidayah dari Allah subahanahu wataala sehingga berat baginya untuk menjalankan taat dalam keataqwaan. Allah menyampaikan wahyu kepada Nabi Dawud ‘alaihis salam. “Apakah engkau mengetahui, siapakah hamba yang Aku ampuni dosa-dosanya?”

“Siapakah dia, ya Rabbi?” tanya Nabi Dawud.

Allah berfirman, “Dia adalah hamba yang jika ingat dosa-dosanya, Gemetarlah pundaknya (karena rasa takut). Hamba seperti itulah yang Aku memerintahkan malaikat agar menghapus dosa-dosanya.”

“Tidak jarang istighfar harus diistighfari” —Kiyai Ali Ma’shum

sebuah kisah yang patut kita cermati dan mengambil hikmah darinya….

Suatu hari, al-Khalifah al-Rasyid, Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu keluar di hari yang diliputi kemarau yang panjang. Umar keluar untuk melaksanakan shalat istisqa (meminta hujan) berjamaah bersama kaum muslimin dan saat itu ia senantiasa beristighfar kepada Allah. Ia berkata,
baca selengkapnya disini….

Seandainya…ya Rabby

Tinggalkan komentar


seandainyaSeandainya…………..

Ya Rabbi…….
Seandainya aku jauh dari ikhlas,
Benamkan aku dengan ridho Mu

Ya..Rabbi……
Seandainya aku kufur,
Tenggelamkan aku dalam ampunan mu

Seandainya aku jahil,
Tutup segala kejahilanku
Dalam hidayahMu

baca puisi selengkapnya…

%d blogger menyukai ini: